Pembicaraan antara Anthropic dan Gedung Putih soal pemblokiran model AI Fable 5 dan Mythos 5 dilaporkan mulai membaik setelah CEO Dario Amodei tidak lagi terlibat langsung dalam pertemuan. Perubahan ini menjadi sorotan karena negosiasi sebelumnya disebut berjalan minim kemajuan meski kedua pihak sama-sama berupaya mencari jalan keluar.
Laporan Wired menyebut jalur komunikasi kini dipimpin oleh salah satu pendiri Anthropic, Tom Brown, bersama kepala kebijakan publik perusahaan, Sarah Heck. Pejabat pemerintah disebut lebih nyaman berdiskusi setelah peran Amodei di meja perundingan berkurang.
Menurut laporan itu, sejumlah pejabat menilai Amodei sulit diajak berurusan dan tidak mendengarkan kekhawatiran mereka. Seorang sumber yang mengetahui langsung panggilan-panggilan tersebut bahkan menggambarkan Brown sebagai sosok yang bisa benar-benar terlibat dalam pembicaraan, tidak seperti Amodei.
Perubahan gaya negosiasi ini penting karena larangan akses terhadap Mythos 5 dan Fable 5 belum dicabut. Pemerintahan Donald Trump dan Anthropic masih menggelar beberapa panggilan dalam beberapa hari terakhir, termasuk pembahasan teknis, untuk menentukan bukti apa yang perlu diberikan perusahaan agar kekhawatiran pemerintah bisa diatasi.
Akar persoalannya bermula ketika pemerintah AS mengarahkan Anthropic untuk memblokir warga asing, termasuk karyawannya sendiri, dari akses ke model Mythos 5 dan Fable 5. Anthropic kemudian memilih mencabut akses dua model itu dari semua pengguna, bukan hanya kelompok yang disebut dalam arahan awal.
Langkah cepat itu sebelumnya sempat mendapat pujian dari Trump. Kepada Axios, Trump mengatakan Amodei merespons dengan sangat cepat karena persoalan tersebut merupakan tanggung jawab yang sangat besar, dan ia menilai respons Anthropic dilakukan secara bertanggung jawab.
Mengapa Fable 5 dan Mythos 5 dipermasalahkan
Sengketa ini berpusat pada Claude Fable 5 dan Claude Mythos 5, dua model yang berada dalam keluarga “Mythos-class” milik Anthropic. Perusahaan menyatakan model-model itu dibangun di atas teknologi inti yang sama dengan Claude Mythos Preview, yang sebelumnya dianggap terlalu berbahaya untuk dirilis ke publik.
Fable 5 diperkenalkan sebagai versi dengan pengaman untuk menurunkan risiko siber. Namun, tak lama setelah peluncuran, muncul kekhawatiran bahwa lapisan perlindungan itu bisa ditembus.
Laporan menyebut peneliti Amazon memberi tahu pejabat Gedung Putih segera setelah Fable 5 dirilis bahwa teknik jailbreak dapat menghapus sebagian pengamannya. Sebelum isu jailbreak itu mencuat, Gedung Putih juga dilaporkan sudah khawatir bahwa pihak yang terkait dengan kepentingan Tiongkok mungkin pernah mengakses model kelas Mythos.
Kekhawatiran inilah yang kini mendominasi pembicaraan lanjutan antara pemerintah dan Anthropic. Salah satu fokus utama diskusi adalah standar pembuktian seperti apa yang bisa meyakinkan pemerintah bahwa masalah jailbreak pada Fable 5 sudah ditangani secara memadai.
Negosiasi teknis masih berjalan
Pembahasan antara kedua pihak tidak hanya berlangsung di tingkat pimpinan. Laporan itu menyebut pertemuan juga dilakukan melalui kelompok kerja yang melibatkan staf teknis dari kedua belah pihak.
Format negosiasi seperti ini menunjukkan bahwa persoalan tidak semata soal hubungan personal, tetapi juga soal bukti teknis. Pemerintah ingin mengetahui data atau verifikasi seperti apa yang bisa menunjukkan bahwa perlindungan model benar-benar cukup kuat untuk mencegah penyalahgunaan.
Meski begitu, larangan tersebut sampai sekarang tetap berlaku. Belum ada tanda resmi bahwa akses terhadap Fable 5 dan Mythos 5 akan dipulihkan dalam waktu dekat.
Perdebatan soal efektivitas guardrail juga ikut membayangi proses ini. Sejumlah pakar keamanan siber independen semakin sering berpendapat bahwa pengaman pada model AI hanya solusi sementara, karena pengguna yang sangat terampil dan model AI generasi berikutnya tetap bisa menemukan cara untuk melewatinya.
Pandangan itu membuat posisi Anthropic menjadi lebih rumit. Bahkan jika perusahaan dapat menunjukkan peningkatan perlindungan, perdebatan lebih besar tentang seberapa jauh guardrail bisa diandalkan masih belum selesai.
Bukan ketegangan pertama dengan pemerintah
Ini juga bukan kali pertama Anthropic bersitegang dengan pemerintah AS. Pada awal tahun ini, startup AI itu sempat diberi label sebagai risiko rantai pasok oleh Departemen Pertahanan setelah perselisihan terkait penggunaan AI tanpa pembatasan.
Riwayat ketegangan tersebut memberi konteks mengapa pembicaraan sekarang diawasi ketat. Bagi pemerintah, isu ini menyentuh keamanan nasional, akses asing, dan potensi penyalahgunaan model canggih.
Bagi Anthropic, hasil negosiasi akan menentukan apakah model-model kelas Mythos dapat kembali diakses dan dalam kondisi seperti apa. Untuk saat ini, arah pembicaraan dilaporkan lebih positif setelah Tom Brown dan Sarah Heck mengambil alih peran utama, tetapi keputusan akhir Gedung Putih soal pencabutan larangan masih belum keluar.
