Layar besar kini tidak lagi identik dengan laptop yang tebal dan berat. Di 2026, produsen bisa menghadirkan panel 17 dan 18 inci tanpa mengorbankan portabilitas sepenuhnya, berkat bezel yang makin tipis, material yang lebih ringan, dan komponen internal yang lebih ringkas.
Perubahan itu membuat kategori laptop layar besar makin menarik untuk pengguna hybrid. Dari lima model terbaik yang menonjol, dua di antaranya membawa layar 18 inci, sementara tiga lainnya memakai panel 17 inci yang tetap menawarkan kombinasi performa, daya tahan baterai, dan nilai pakai yang kuat.
Dell Pro Max 18 Plus untuk beban kerja berat
Dell Pro Max 18 Plus menempati posisi paling ekstrem dalam daftar ini untuk pengguna profesional. Harga awalnya sekitar $4,000, dengan Intel Core Ultra 5 245HX, RAM 16 GB DDR5, SSD 512 GB, dan grafis terintegrasi Intel.
Konfigurasinya bisa naik jauh lebih tinggi, hingga 128 GB RAM, NVIDIA RTX Pro 5000 Blackwell dengan 24 GB VRAM, dan SSD 4 TB. Di titik itu, laptop ini mendekati kelas workstation desktop, meski bobotnya 7.17 pounds, ketebalannya 1.25 inci, dan daya tahannya hanya 4 jam 20 menit menurut pengujian PCMag.
Layarnya menjadi salah satu alasan utama laptop ini masuk daftar. Panel 18 inci QHD+ 2560 x 1600 itu mendukung refresh rate 120Hz, kecerahan 500 nits, dan cakupan warna 100% DCI-P3.
Kelengkapan portnya juga sangat kuat. Ada satu Thunderbolt 4, dua USB-A, satu HDMI, dua Thunderbolt 5 USB-C, dan pembaca kartu SD ukuran penuh.
HP 17 Laptop sebagai opsi paling terjangkau
Bagi pembeli yang mencari layar besar dengan harga rendah, HP 17 Laptop menjadi pilihan paling murah di daftar ini. Harganya $470 dan membawa layar 17.3 inci HD+ 1600 x 900, Intel Core i3-1125G4, RAM 8 GB, serta SSD 256 GB.
Perangkat ini dinilai cukup untuk produktivitas harian dan pekerjaan kantor. Dalam benchmark produktivitas dan pembuatan konten milik PCMag, HP 17 mengungguli Acer Aspire 5, Asus VivoBook 17, dan Lenovo IdeaPad 3 14.
Laptop ini juga relatif ringan untuk ukuran 17 inci. Bobotnya 4.6 pounds dan ketebalannya 0.78 inci, sementara keyboard penuh dengan numpad membuatnya nyaman untuk mengetik dan spreadsheet.
Ada juga keunggulan kecil di sisi hiburan. Dua speaker dan layar besar membuatnya cocok untuk konsumsi konten, meski tanpa keyboard backlight dan dengan pilihan port yang terbatas.
LG Gram 17 (2025) mengutamakan mobilitas
LG Gram 17 (2025) menonjol karena beratnya hanya 3.2 pounds dan tebal 0.7 inci. Dengan harga $1,535, model ini ditujukan untuk digital nomad dan pekerja hybrid yang sering membawa laptop di ransel.
Layar 17 inci WQXGA 2560 x 1600 touchscreen IPS-nya mendukung 99% DCI-P3. Di sisi performa, LG membekalinya dengan Intel Core Ultra 7, RAM 32 GB, dan SSD PCIe 1 TB.
PCMag menilai performanya setara dengan Acer Swift 16 AI dan Lenovo ThinkPad X9 15 Aura Edition dalam benchmark produktivitas. Laptop ini juga sudah masuk kategori AI PC karena membawa NPU yang cukup kuat untuk fitur seperti Gram AI.
Fitur portnya tergolong lengkap untuk bodi setipis itu. Ada dua Thunderbolt 4 USB-C, satu HDMI, dua USB-A, microSD reader, dan jack audio 3.5mm.
Razer Blade 18 menyasar performa tinggi dan gaming
Razer Blade 18 dijual mulai $3,500 dan dibekali Intel Core Ultra 9 275HX, NVIDIA GeForce RTX 5070 Ti 12 GB VRAM, RAM 32 GB, serta SSD 1 TB. Tom’s Hardware mencatat laptop ini unggul atas MSI Titan 18 HX, Asus ROG Strix Scar 16, dan Razer Blade 16 dalam performa single-core.
Nilai jual utamanya ada pada layar dual-mode. Pengguna bisa memilih 3840 x 2400 pada 240Hz atau 1920 x 1200 pada 440Hz, dengan dukungan kontras kuat dan warna yang hidup menurut Tom’s Hardware.
TechRadar menyebut laptop ini bisa memutar video lebih dari delapan jam dan gaming lebih dari tiga jam. Dari sisi konektivitas, ada tiga USB-A, satu Thunderbolt 4, satu Thunderbolt 5, Ethernet, HDMI, dan SD card reader.
Asus ROG Strix G17 tetap kuat di kelas menengah
Asus ROG Strix G17 hadir sebagai penyeimbang antara harga dan tenaga. Di Amazon, harganya $1,700 dengan layar 17.3 inci 2560 x 1440, AMD Ryzen 9 7945HX, RTX 4070 8 GB VRAM, RAM 16 GB, dan SSD 1 TB.
PCMag menilai laptop ini lebih cocok untuk produktivitas umum dan workflow kantor dibanding beberapa rival dekatnya. Dalam gaming, performanya juga dinilai kompetitif, meski bukan yang paling ekstrem di kelasnya.
Kelebihan lain ada pada konektivitas dan layar. Ia membawa dua USB Type-C, dua USB Type-A, HDMI, audio jack, dan refresh rate 240Hz, meski daya tahannya kurang menonjol dengan hasil 2 jam 35 menit di Laptop Mag dan 3 jam 41 menit di PCMag.







