Microsoft Perpanjang Windows 10, Beban Windows 11 Makin Terlihat Jelas

Author: Qoo Media

Microsoft diam-diam memperpanjang dukungan Windows 10 hingga 2027, dan langkah itu justru memperbesar masalah bagi Windows 11. Alih-alih mendorong migrasi cepat, keputusan ini menunjukkan masih banyak pengguna yang belum siap meninggalkan Windows 10.

Secara resmi, Windows 10 sudah mencapai akhir dukungan pada 14 Oktober 2025. Namun Microsoft kini memberi napas tambahan lewat program Extended Security Updates, setelah sebelumnya hanya menyiapkan satu tahun tambahan pembaruan.

Bagi pengguna yang masih bertahan di Windows 10, akses ke pembaruan keamanan penting tetap tersedia. Dukungan ESU yang semula berakhir setelah 14 Oktober 2025 kini diperpanjang sampai 14 Oktober 2026, dan Microsoft juga disebut memberi ruang dukungan lebih panjang sampai 2027.

Reaksi terhadap kebijakan ini tidak sepenuhnya positif. The Restart Project, yang ikut mengembangkan toolkit “End of 10” untuk membantu pengguna Windows 10 yang tidak bisa naik ke Windows 11, menilai langkah Microsoft seperti tombol tunda di menit terakhir yang hanya menempelkan plester pada sistem yang sudah berdarah.

Kritik itu muncul karena banyak orang menilai kebijakan tersebut bisa mempercepat pensiunnya hingga 400 juta PC yang masih berfungsi. Bagi sebagian pengguna, ini bukan sekadar soal dukungan perangkat lunak, melainkan soal dugaan obsolesensi terprogram agar orang terpaksa pindah ke Windows 11.

Masalahnya, perpindahan ke Windows 11 sendiri tidak mudah untuk banyak orang. Microsoft memberlakukan syarat hardware yang ketat, sementara sebagian pengguna juga mengeluhkan desain sistem yang dianggap kurang matang, termasuk integrasi AI dan Copilot yang dinilai tidak perlu.

Di sisi lain, data jajak pendapat pembaca menunjukkan Windows 10 masih sangat kuat. Dari 321 suara, 68 persen responden mengatakan mereka tetap akan memakai Windows 10 di perangkat mereka, sedangkan 19 persen mengaku sudah beralih ke Windows 11.

Angka itu memang tidak bisa digeneralisasi terlalu jauh karena jumlah respondennya terbatas. Meski begitu, hasil tersebut tetap memberi sinyal jelas bahwa Windows 10 belum kehilangan basis pengguna yang besar.

Microsoft memang menyediakan beberapa cara untuk memanfaatkan perpanjangan ini. Pengguna Windows 10 bisa masuk ke program ESU secara gratis dengan akun Microsoft, atau membayar lewat 1.000 poin Microsoft Rewards atau $30.

Diskusi di kalangan pengguna juga menunjukkan ada sebagian orang yang mulai melirik alternatif lain. Linux disebut makin matang, dan beberapa pembaca menilai sistem itu sudah cukup untuk kebutuhan umum jika ada bantuan instalasi.

Ada pula kekhawatiran bahwa dorongan ke Windows 11 justru bisa mendorong sebagian pengguna menjauh dari ekosistem Microsoft sama sekali. Sejumlah komentar menyoroti biaya upgrade perangkat yang makin berat, terutama di tengah harga hardware yang terus naik dan krisis RAM yang ikut dipicu kebutuhan komputasi AI.

Di titik ini, persoalan Windows 10 bukan cuma soal umur sistem lama. Keputusan Microsoft memperpanjang dukungan malah menegaskan bahwa transisi ke Windows 11 belum berjalan mulus, dan dominasi Windows di desktop kini menghadapi tekanan yang lebih rumit dari biasanya.

Terbaru