Google tengah menguji cara baru untuk menyimpan teks di Chrome yang terasa lebih rapi daripada copy-paste biasa. Fitur bernama “Save to Memory” ini dirancang untuk menampung potongan teks penting di satu tempat terpusat, sehingga pengguna tidak perlu buru-buru membuka aplikasi catatan atau dokumen acak.
Uji coba tersebut muncul di Chrome Canary dan pertama kali ditemukan oleh tim Windows Report. Saat pengguna menyorot teks di halaman web lalu klik kanan, opsi “Save to Memory” akan tampil dan Chrome langsung menyimpan pilihan itu ke antarmuka baru bernama Memory Banks.
Penyimpanan teks yang lebih terstruktur
Berbeda dari sekadar menyalin teks ke clipboard, fitur ini berusaha menjaga konteks informasi yang disimpan. Pengguna bisa mengakses Memory Banks melalui URL internal chrome://context-hub, lalu melihat kumpulan cuplikan yang sudah ditangkap dari berbagai halaman.
Setelah teks disimpan, Chrome memberi pilihan untuk menyalin atau mengunduhnya satu per satu. Opsi salin memasukkan item ke clipboard dalam format terstruktur, sementara data metadata pada teks tetap ikut terbawa.
Detail yang disimpan tetap lengkap
Saat pengguna memilih unduh, Chrome menyimpan seluruh isi sebagai file teks bernama “memory_bank_entries”. Jika nama file yang sama sudah ada, Chrome akan menambahkan angka agar nama file tetap unik.
File yang diunduh juga mempertahankan detail seperti cuplikan teks, judul halaman, URL, dan timestamp. Tampilan daftar di Memory Banks menaruh item terbaru di urutan teratas agar pengguna lebih mudah menemukan tangkapan terakhir.
Langkah Google di luar copy-paste biasa
Arah pengembangan ini menunjukkan bahwa Google tidak lagi hanya memikirkan fungsi salin-tempel tradisional. “Save to Memory” tampak diposisikan sebagai cara yang lebih praktis untuk mengumpulkan kutipan, catatan singkat, atau bagian penting dari halaman web tanpa berpindah aplikasi.
Karena masih berada di Chrome Canary, fitur ini belum tentu hadir di versi stabil Chrome. Namun jika benar dirilis luas, fitur tersebut bisa menjadi versi yang lebih hidup dari konsep multi-copy-paste yang selama ini banyak diinginkan pengguna.
Bagi pengguna yang sering mengumpulkan potongan teks dari internet, pendekatan seperti ini bisa memangkas langkah kerja yang berulang. Google kini tampaknya sedang menguji apakah Chrome bisa berubah dari sekadar peramban menjadi tempat penyimpanan cepat untuk informasi yang sering dipakai kembali.
