Mazda CX-5 Generasi Ketiga Muncul Lebih Bertenaga, Varian Tertinggi Justru Paling Diburu

Author: Qoo Media

Mazda CX-5 generasi ketiga langsung mencuri perhatian karena membawa mesin e-Skyactiv G terbaru yang lebih bertenaga sekaligus lebih efisien. Menariknya, varian tertinggi justru jadi pilihan favorit konsumen, menandakan pembeli kini makin mengejar fitur lengkap dan kenyamanan berkendara.

SUV premium ini hadir dengan penyegaran menyeluruh, mulai dari desain elegan hingga teknologi modern yang tetap menjaga karakter khas Mazda. Di pasar Jepang, respons awalnya juga cukup jelas karena pesanan paling banyak mengalir ke varian L.

Mesin baru jadi pusat perhatian

Seluruh varian Mazda CX-5 generasi ketiga memakai mesin e-Skyactiv G 2.5 liter naturally aspirated empat silinder. Mesin ini menggunakan siklus Miller dengan kode PY-VPH untuk mendukung efisiensi dan performa yang lebih baik dibanding generasi sebelumnya.

Output tenaganya mencapai 178 PS pada 6.000 sampai 6.200 rpm, sementara torsinya menyentuh 237 Nm pada 3.800 sampai 4.000 rpm. Angka ini disebut lebih tinggi dari spesifikasi yang dikenalkan saat model tersebut menjalani debut global.

Peningkatan tenaga membuat respons akselerasi terasa lebih sigap dalam berbagai kondisi jalan. Di saat yang sama, Mazda tetap mempertahankan karakter mesin naturally aspirated yang halus dan nyaman untuk penggunaan harian.

Mild hybrid ikut memperkuat efisiensi

Mazda juga menyematkan sistem mild hybrid 24 volt pada semua varian. Sistem ini bekerja lewat Integrated Starter Generator atau ISG, yang membantu tenaga awal saat mobil mulai bergerak.

Motor listriknya dapat memberi tambahan tenaga sekitar 6,5 PS dan torsi 60,5 Nm. Dukungan itu membuat perpindahan tenaga terasa lebih mulus sekaligus membantu menekan konsumsi bahan bakar.

Fitur i-Stop juga ikut bermain dalam urusan efisiensi. Mesin akan mati otomatis saat mobil berhenti sementara, lalu menyala kembali dengan cepat dan halus ketika pedal gas diinjak.

Desain Kodo tetap dipertahankan

Mazda masih mempertahankan filosofi Kodo Design pada CX-5 generasi ketiga. Hasilnya adalah tampilan SUV yang modern, berkelas, dan tetap memiliki identitas kuat dari berbagai sudut pandang.

Bagian depan tampil tegas lewat grille khas Mazda dan lampu depan yang terlihat lebih tajam. Di sisi samping, siluetnya dibuat dinamis, sedangkan bagian belakang hadir sederhana namun tetap menarik perhatian.

Desain itu membuat CX-5 generasi ketiga terasa eksklusif untuk berbagai kalangan. Karakter visualnya juga mendukung citra premium yang selama ini melekat pada lini SUV Mazda.

Transmisi halus, pilihan penggerak lebih fleksibel

Seluruh varian dibekali transmisi otomatis Skyactiv-Drive enam percepatan. Transmisi ini dirancang agar perpindahan gigi terasa halus sekaligus responsif.

Mazda juga memberi pilihan penggerak roda depan atau FWD sesuai kebutuhan pengguna. Bagi yang memerlukan traksi lebih baik, tersedia juga sistem penggerak semua roda atau AWD.

Kedua opsi itu tetap mempertahankan karakter berkendara khas Mazda yang presisi. Pengendalian dibuat stabil untuk jalan perkotaan maupun perjalanan jarak jauh, dengan suspensi yang mengutamakan kenyamanan tanpa mengorbankan kontrol.

Varian tertinggi justru paling diburu

Untuk pasar global, Mazda menawarkan tiga varian, yaitu S, G, dan L. Data pemesanan di Jepang menunjukkan varian L menyumbang sekitar 65 persen dari total pesanan, sedangkan varian G berada di angka 32 persen.

Varian S hanya dipilih sekitar tiga persen konsumen. Pola ini menunjukkan bahwa pembeli lebih tertarik pada fitur lengkap ketimbang sekadar harga yang lebih rendah.

Di Jepang, Mazda CX-5 generasi ketiga dipasarkan mulai 3,3 juta yen dan mencapai sekitar 4.306.500 yen termasuk pajak konsumsi. Kisaran itu setara sekitar Rp330 juta hingga Rp431 jutaan, dan posisinya tetap kompetitif di kelas SUV premium.

Daya tarik utama model ini datang dari kombinasi performa mesin baru, efisiensi mild hybrid, serta desain Kodo yang tampil lebih elegan. Bagi banyak konsumen, paket tersebut tampaknya lebih meyakinkan dibanding memilih varian paling dasar.

Terbaru