Gen Z kini hidup di fase yang serba cepat, penuh pilihan, dan menuntut banyak keputusan dalam waktu singkat. Dalam situasi seperti ini, AI makin sering dipakai bukan sebagai pelengkap gaya hidup, melainkan sebagai bantuan praktis untuk mengelola aktivitas harian, pekerjaan, belajar, hingga urusan pribadi.
Perubahan itu terlihat dari cara Gen Z memanfaatkan layanan AI yang lebih maju, termasuk opsi berbayar yang menawarkan fitur lebih lengkap. AI kemudian tidak lagi dipandang sebatas alat pencari jawaban, tetapi mulai menjadi teman hidup digital yang membantu menghemat waktu, energi, dan fokus untuk hal yang lebih penting.
Gen Z Makin Butuh Bantuan Saat Harus Menentukan Arah Hidup
Banyak anak muda kini tidak lagi mengikuti jalur hidup yang seragam. Ada yang ingin membangun bisnis sendiri, menjadi content creator, mengambil sertifikasi digital, atau pindah bidang kerja setelah beberapa tahun berkarier.
Pilihan yang semakin banyak memang membuka peluang, tetapi juga sering memunculkan kebingungan. Di titik inilah AI bisa berperan sebagai pendamping karier, terutama saat pengguna membutuhkan gambaran awal tentang skill yang perlu dipelajari atau arah pengembangan diri yang lebih realistis.
Melalui fitur seperti Deep Research di Google Gemini, pengguna dapat mencari informasi mendalam soal profesi, tren industri, dan kompetensi yang sedang dibutuhkan pasar. AI juga bisa membantu menyusun CV, membuat roadmap belajar, hingga berlatih simulasi wawancara lewat integrasi dengan Google Workspace.
Urusan Keuangan Jadi Lebih Mudah Dipetakan
Memasuki fase dewasa, penghasilan sendiri tidak selalu berarti keuangan otomatis aman. Banyak pengeluaran kecil yang terlihat sepele, mulai dari kopi harian, transportasi, langganan aplikasi, sampai makan siang, dan semuanya bisa menumpuk tanpa disadari.
AI kini dipakai untuk membantu melihat pola pengeluaran dengan lebih jelas. Dengan memberikan data sederhana seperti pendapatan bulanan dan kebutuhan tetap, pengguna bisa meminta AI menyusun alokasi budget yang lebih masuk akal, termasuk dana darurat, tabungan, dan pos hiburan.
Pendekatan ini membantu Gen Z memahami kondisi keuangan secara lebih utuh. Bukan hanya soal menghitung angka, tetapi juga soal membangun kebiasaan mengelola uang dengan lebih terarah.
AI Juga Membantu Saat Harus Hidup Mandiri
Bagi banyak Gen Z, tinggal jauh dari rumah membuat banyak hal sederhana terasa seperti tanggung jawab baru. Mereka harus memikirkan menu makan, isi kulkas, barang kebutuhan kos, sampai cara menyiasati keterbatasan budget di akhir bulan.
Dalam situasi seperti ini, fitur percakapan seperti Gemini Live memberi pengalaman yang lebih natural. Pengguna bisa menunjukkan isi kulkas lewat kamera lalu meminta saran menu, atau membandingkan beberapa pilihan pakaian untuk menentukan outfit yang cocok dipakai ke kantor, konser, atau acara santai.
AI tentu tidak menggantikan peran keluarga atau rumah sebagai tempat pulang. Namun, AI bisa menjadi bantuan cepat yang mengurangi stres saat berbagai urusan praktis datang bersamaan.
Kreativitas Kini Menjadi Kebutuhan, Bukan Sekadar Bakat
Bagi Gen Z, kreativitas tidak lagi terbatas pada pekerjaan desain atau seni. Hampir semua bidang kini menuntut kemampuan membuat presentasi yang menarik, menyusun proposal yang meyakinkan, membangun personal branding, atau mengembangkan side hustle.
Di sini, AI membantu saat ide masih mentah dan pengguna butuh dorongan awal. Dengan dukungan fitur seperti Gemini Omni, Veo, Google Flow, dan Google Flow Music, ide sederhana bisa dikembangkan menjadi visual, video, bahkan karya musik lewat prompt yang tepat.
Contohnya, seorang fresh graduate bisa meminta ide konten untuk personal branding di LinkedIn sebagai digital marketer. AI membantu mempercepat proses awal, terutama ketika tantangan terbesar justru muncul saat harus memulai dari halaman kosong.
AI Memberi Ruang untuk Berpikir Lebih Jernih
Selain urusan produktivitas, AI juga mulai dipakai sebagai ruang refleksi. Menurut Populix, banyak orang kini merasa nyaman membahas stres, pekerjaan, pengalaman hidup, hingga persoalan finansial dengan AI, dan 41% responden mengaku akan membicarakan kesehatan mental dan stres jika AI menjadi teman curhat digital mereka.
Data itu menunjukkan bahwa AI tidak selalu dicari untuk menggantikan manusia. Dalam banyak kasus, AI justru dibutuhkan sebagai tempat untuk merapikan pikiran, melihat masalah dari sudut berbeda, dan menyusun langkah berikutnya dengan lebih tenang.
Google Gemini bisa membantu pengguna mempertimbangkan pilihan yang ada, mengevaluasi keputusan, atau sekadar menyusun ulang isi kepala yang sedang penuh. Misalnya, saat seseorang ragu pindah kerja, AI dapat membantu membuat daftar pertimbangan yang perlu dipikirkan sebelum mengambil keputusan.
Akses yang Lebih Lengkap Ikut Mendorong Pemakaian
Minat terhadap AI juga didorong oleh akses layanan yang semakin luas. Pelanggan IM3, misalnya, dapat menikmati Paket Internet IM3 dengan manfaat Google Gemini yang sudah dilengkapi akses Google AI Plus hingga 180 hari.
Layanan itu mencakup fitur seperti Gemini Advanced, Deep Research, Gemini Live, NotebookLM, Google Flow, Veo, serta integrasi dengan Google Workspace. Dalam penjelasan yang sama, pengguna juga mendapat manfaat seperti Nano Banana 2, cloud storage hingga 400GB, dan akses ke Gemini 3.1 Pro untuk mendukung belajar, bekerja, mencari ide, dan kebutuhan produktivitas harian.
Paket IM3 dengan benefit Google Gemini dapat dibeli melalui aplikasi myIM3, *888#, IM3 Official WhatsApp, Gerai IM3, maupun outlet terdekat. Setelah paket aktif, pengguna perlu mengaktifkan Google AI Plus melalui tautan yang dikirim lewat SMS atau melalui menu langganan di aplikasi myIM3 jika SMS belum diterima.
