Team OGS mencetak tonggak baru di dunia overclocking dengan mendorong Galax RTX 5090D spesial-edisi menembus 4GHz. Ini menjadi pertama kalinya frekuensi GPU setinggi itu berhasil dilampaui pada Blackwell, menurut laporan VideoCardz.
Pencapaian ini sudah divalidasi lewat HWBOT dan diuji menggunakan benchmark GPUPI. Hasilnya tercatat 35 detik dan 377 milidetik, sekaligus mengalahkan upaya Splave sebelumnya dengan selisih lebih dari satu detik dan lebih dari 120MHz.
Yang membuat hasil ini semakin mencolok adalah jenis kartu yang dipakai. RTX 5090D HOG OC Lab Plus-X hadir dengan desain VRM 36 fase, memiliki 21.760 CUDA core seperti model standar, dan bus memori 384-bit, tetapi varian ini memang dirancang untuk overclock ekstrem.
Team OGS memakai kombinasi nitrogen cair dan external clock board untuk mencapai frekuensi tersebut. Pendekatan ini juga menjelaskan mengapa daya yang dibutuhkan sangat besar, karena kartu itu sendiri dilaporkan menarik lebih dari 1.000W.
Sistem uji yang dipakai juga tidak biasa. Di dalamnya terdapat Intel Core i9-14900KF yang berjalan di 6GHz, memori 32GB DDR5 pada 4.200MT/s, serta power supply Corsair WS3000 berkapasitas 3.000 watt.
Penting dicatat, ini bukan overclock yang ditujukan untuk pemakaian harian. Hasil tersebut lebih tepat disebut proof of concept, karena frekuensi setinggi itu belum stabil untuk dipakai bermain gim atau menjalankan beban kerja normal.
Meski begitu, pencapaian ini tetap punya arti besar bagi lini Blackwell. Ini menjadi pertama kalinya sebuah GPU RTX 50-series berhasil menampilkan hasil dan benchmark ringan pada frekuensi setinggi itu.
Dari sisi rekor, pencapaian Team OGS datang setelah catatan frekuensi GPU sebelumnya dipatahkan pada Februari oleh overclocker Splave lewat RX 9060 XT. Kartu itu mencapai lebih dari 4,7GHz, tetapi kasus RTX 5090D menunjukkan tantangan berbeda ketika frekuensi ekstrem dicapai pada arsitektur Blackwell.
RTX 5090D sendiri memiliki memori lebih kecil daripada RTX 5090 standar, yakni 24GB. Namun, versi spesial yang dipakai Team OGS membawa bekal VRM canggih yang membantu membuka ruang eksperimen jauh lebih besar.
Hasil ini juga memperlihatkan bahwa Blackwell masih menyimpan ruang eksplorasi yang besar di tangan overclocker ekstrem. Selama belum ada GPU baru dari Nvidia maupun AMD sebelum 2027 paling cepat, pencapaian seperti ini bisa saja tetap menjadi tolok ukur utama untuk menguji batas arsitektur yang sudah ada.
