Vivo merilis earbuds nirkabel baru yang tidak hanya mengandalkan Bluetooth, tetapi juga bisa mengirim audio lewat Wi‑Fi. Langkah ini menarik perhatian karena solusi tersebut tidak memakai teknologi XPAN dari Qualcomm, melainkan codec Wi‑Fi buatan Vivo sendiri.
Kehadiran fitur ini penting karena selama ini audio nirkabel premium umumnya masih dibatasi bandwidth Bluetooth. Dengan memanfaatkan koneksi Wi‑Fi langsung antara ponsel dan earbuds, Vivo mencoba menembus batas itu untuk mendorong kualitas audio yang lebih tinggi.
Perangkat yang dimaksud adalah Vivo TWS 5 Pro, yang diperkenalkan bersamaan dengan X Fold 6. Earbuds ini mendukung konektivitas Bluetooth seperti biasa, tetapi juga membawa mode transmisi audio berbasis Wi‑Fi sebagai nilai jual utama.
Vivo menjelaskan bahwa codec Wi‑Fi kustomnya menghadirkan bandwidth 4,6Mbps. Angka itu disebut berlaku pada kedua earbuds ketika ponsel tidak terhubung ke Wi‑Fi, atau saat terhubung ke jaringan Wi‑Fi 2.4G/5.8G.
Menurut penjelasan perusahaan, sistem ini memakai protokol Wi‑Fi untuk koneksi point-to-point langsung antara ponsel dan earbuds. Artinya, pendekatan yang dipakai lebih dekat ke Wi‑Fi Direct, bukan bergantung pada router Wi‑Fi seperti pendekatan yang dikenal pada XPAN.
Fokus pada kualitas audio
Vivo menyebut bandwidth tersebut mampu membawa volume data lebih dari tiga kali lipat solusi Bluetooth. Klaim itu menjadi dasar untuk menghadirkan audio 96kHz/24-bit, sebuah spesifikasi yang jelas diarahkan untuk pemutaran berkualitas tinggi.
Sebagai pembanding, Vivo mengatakan TWS 5 sebelumnya mentok di 990Kbps untuk LDAC dan 1.4Mbps untuk LHDC Lossless. Dari sini terlihat bahwa keunggulan utama mode Wi‑Fi bukan pada fitur tambahan lain, melainkan pada kapasitas data yang lebih besar untuk audio.
Pendekatan ini juga membuat posisi TWS 5 Pro berbeda dari produk audio Wi‑Fi lain yang lebih dikenal. Xiaomi Buds 5 Pro selama ini menjadi salah satu produk audio papan atas yang membawa teknologi XPAN dari Qualcomm, sementara Vivo memilih jalur teknologi sendiri.
Perbedaan teknis itu membawa implikasi yang cukup jelas. Qualcomm XPAN terhubung ke router Wi‑Fi, sehingga earbuds diklaim tetap tersambung selama masih berada dalam jangkauan jaringan Wi‑Fi rumah atau kantor.
Sebaliknya, Vivo tidak membuat klaim eksplisit soal peningkatan jangkauan. Perusahaan hanya menyebut codec Wi‑Fi ini memakai “robust link-adaptive technology” untuk berbagai lingkungan, tanpa menekankan manfaat area cakupan yang lebih luas.
Ada kompromi pada daya tahan baterai
Di sisi lain, mode Wi‑Fi tampaknya menuntut konsumsi daya lebih tinggi dibanding Bluetooth. Spesifikasi TWS 5 Pro mencantumkan pemutaran selama lima jam lewat Wi‑Fi dengan active noise cancelation atau ANC mati, dan empat jam saat ANC menyala.
Angka itu berada di bawah mode Bluetooth AAC. Vivo menyebut earbuds ini bisa bertahan 11 jam pada Bluetooth AAC dengan ANC mati, dan enam jam pada AAC saat ANC aktif.
Belum ada rincian daya tahan baterai ketika memakai codec Bluetooth berkualitas lebih tinggi. Padahal, perbandingan semacam itu akan lebih relevan karena mode Wi‑Fi pada TWS 5 Pro memang diarahkan untuk pemutaran audio lossless atau berkualitas lebih tinggi.
Qualcomm sebelumnya menyatakan XPAN mengonsumsi daya lebih besar daripada Bluetooth pada skenario bandwidth rendah seperti panggilan suara. Namun untuk audio lossless, Qualcomm mengatakan XPAN justru lebih hemat daya daripada Bluetooth.
Dari kombinasi informasi ini, solusi Wi‑Fi Vivo tampaknya lebih ditujukan untuk mengejar mutu audio, bukan efisiensi daya atau perluasan jangkauan. Jadi, fitur tersebut hadir sebagai mode khusus untuk kebutuhan mendengar musik dengan kualitas lebih tinggi.
Belum untuk semua pengguna
Akses ke fitur Wi‑Fi ini juga masih sangat terbatas. Saat ini, dukungannya hanya tersedia pada Vivo X Fold 6, X300, X300s, dan X300 Pro di China.
Vivo juga belum memberikan kepastian soal ketersediaan global atau dukungan untuk ponsel non‑Vivo. Perusahaan hanya menyatakan fitur Wi‑Fi ini pertama kali diperkenalkan pada perangkat tertentu di pasar tertentu, sementara perluasan ke model global dan perangkat merek lain masih belum memiliki detail tambahan.
Di luar fitur Wi‑Fi, TWS 5 Pro tetap datang dengan paket spesifikasi yang tergolong kompetitif. Earbuds ini mendukung codec LDAC, memakai empat mikrofon, menawarkan ANC hingga 60 desibel, dan latensi 42 milidetik.
Vivo juga menjanjikan pengisian singkat lima menit untuk pemutaran hingga dua jam. Perangkat ini mengantongi rating IP54 dan dipasarkan di China mulai 999 yuan.
Pergerakan Vivo menunjukkan bahwa masa depan earbuds nirkabel mungkin tidak lagi bergantung sepenuhnya pada Bluetooth. Namun untuk saat ini, audio via Wi‑Fi pada TWS 5 Pro masih tampak sebagai fitur eksklusif yang mengejar kualitas suara tinggi di ekosistem perangkat Vivo sendiri.
