Microsoft Edge kini menghapus hambatan terbesar bagi pengguna Chrome yang ingin berpindah browser. Setelah pembaruan terbaru, pengguna bisa masuk ke Edge dengan akun Google, lalu membawa bookmark, riwayat, dan konten lain ke browser Microsoft dengan lebih sedikit langkah.
Perubahan ini penting karena selama ini banyak pengguna masih menahan diri untuk mencoba Edge hanya karena proses sinkronisasi terasa lebih rumit. Kini, mereka tidak lagi harus bergantung pada akun Microsoft untuk mendapatkan pengalaman browsing yang lebih utuh.
Fitur baru itu mulai hadir lewat peluncuran terkontrol di Edge versi 150.0.4078.48. Microsoft menyebut distribusinya akan berlangsung bertahap, sehingga sebagian pengguna mungkin belum langsung melihat opsi tersebut di perangkat mereka.
Masuk dengan akun Google, bukan cuma Microsoft
Sebelumnya, Edge memang bisa dipakai tanpa akun Microsoft. Namun, untuk menyinkronkan data, pengguna tetap memerlukan akun Microsoft, dan di situlah hambatan terbesar muncul bagi mereka yang sudah lama hidup di ekosistem Google Chrome.
Sekarang, Edge mengizinkan login lewat akun Google dari menu profil maupun layar masuk Edge. Dukungan ini tersedia di perangkat Windows dan macOS, sehingga perpindahan dari Chrome ke Edge menjadi lebih sederhana bagi pengguna lintas platform.
Microsoft juga memberi kontrol kepada administrator melalui kebijakan NonMicrosoftAccountSignInEnabled. Artinya, perusahaan masih bisa mengatur apakah fitur login dengan akun non-Microsoft ini boleh digunakan di lingkungan kerja mereka.
Dorongan bagi pengguna yang ingin pindah browser
Bagi banyak orang, bookmark dan riwayat adalah bagian paling sensitif saat berganti browser. Dengan dukungan akun Google, Edge memudahkan proses membawa data itu tanpa harus memaksa pengguna membuat pola login baru di luar kebiasaan mereka.
Langkah ini juga menunjukkan perubahan sikap Microsoft terhadap layanan Google. Perusahaan sebelumnya tidak merencanakan integrasi layanan Google ke dalam Edge, tetapi pendekatannya tampak bergeser seiring masukan yang terus muncul dari pengguna.
Perubahan strategi itu membuat Edge terasa lebih ramah bagi pengguna Chrome yang ingin mencoba browser lain tanpa kehilangan kenyamanan sinkronisasi. Hasilnya, Microsoft menghapus salah satu alasan paling umum untuk tetap bertahan di browser lama.
Rangkaian pembaruan lain ikut dibawa
Di pembaruan yang sama, Microsoft juga memperjelas pilihan pengaturan cookie pihak ketiga di bagian Settings > Privacy, search, and services > Cookies. Bahasa di sana diperbarui agar opsi yang tersedia lebih mudah dipahami saat pengguna mengelola cookie pihak ketiga.
Edge juga mendapat pembaruan untuk Intune MAM Protected Downloads. Fitur ini kini menyimpan file yang diunduh ke folder Documents > Microsoft Edge > Downloads di OneDrive.
Untuk kalangan enterprise, Microsoft menambahkan kemampuan DowngradeVersion pada WebView2 runtime. Kebijakan ini memungkinkan administrator menurunkan versi aplikasi WebView2 sementara untuk mengurangi dampak regresi kritis, dan hanya berlaku pada perangkat yang dikelola perusahaan.
Ada pula pembaruan pada fitur View in File Explorer saat digunakan di SharePoint document libraries. Microsoft menambahkan validasi dan pembatasan ekstra ketika fitur itu dipicu oleh halaman web demi meningkatkan keamanan.
Fokus Microsoft masih kuat di sisi pengelolaan dan keamanan
Di sisi administrasi, Microsoft menambahkan Security Update Alerts dalam Edge management service. Administrator bisa memilih ambang tingkat keparahan lalu menerima peringatan saat pembaruan Edge membawa perbaikan keamanan yang memenuhi level tersebut, termasuk perbaikan zero-day.
Fitur peringatan ini masih berada dalam public preview dan tersedia lewat Targeted Release di Microsoft 365 admin center. Microsoft menempatkannya sebagai alat untuk membantu organisasi menilai pembaruan yang benar-benar perlu diperhatikan tanpa dibanjiri notifikasi rutin.
Perusahaan juga mengingatkan adanya perubahan lain, termasuk penghentian Sidebar app list. Di tengah berbagai pembaruan itu, dukungan login dengan akun Google menjadi perubahan yang paling menonjol bagi pengguna umum karena langsung menyentuh proses berpindah dari Chrome ke Edge.
