Bayangan tentang akhir Bumi selama ini identik dengan kehancuran total saat Matahari berubah menjadi raksasa merah. Namun, sebuah studi terbaru memberi kemungkinan yang lebih mengejutkan: planet berbatu seperti Bumi bisa saja bertahan dari kematian bintang induknya.
Para astronom menemukan sebuah planet berbatu berukuran mirip Bumi yang tetap bertahan mengorbit bintang katai putih, yakni sisa bintang yang sudah mati dan meredup. Temuan ini berasal dari sistem bintang unik yang berada di dekat pusat galaksi Bimasakti.
Planet Kecil yang Bertahan di Sistem Bintang Mati
Penemuan itu dilakukan dengan metode microlensing, teknik yang memanfaatkan medan gravitasi objek latar depan untuk membelokkan dan memperbesar cahaya dari bintang latar belakang yang jauh. Lewat cara ini, para peneliti bisa mendeteksi planet berbatu tersebut pada jarak orbit yang aman dari katai putih.
| Fakta Utama | Detail |
|---|---|
| Jenis planet | Planet berbatu berukuran mirip Bumi |
| Bintang induk | Bintang katai putih |
| Lokasi sistem | Dekat pusat galaksi Bimasakti |
| Metode deteksi | Microlensing |
Temuan ini penting karena selama ini skenario yang umum diperkirakan untuk Bumi terbilang suram. Dalam sekitar lima miliar tahun ke depan, Matahari diprediksi akan kehabisan bahan bakar hidrogennya lalu membengkak menjadi raksasa merah.
Dalam fase itu, Merkurius dan Venus diperkirakan akan tertelan lebih dulu. Bumi sendiri sebelumnya diyakini akan ikut hancur akibat panas ekstrem saat Matahari membesar.
Orbit Bumi Bisa Tergeser ke Posisi Lebih Aman
Studi tersebut menunjukkan ada jalur lain yang mungkin terjadi ketika sebuah bintang memasuki fase raksasa merah. Saat bintang melepaskan lapisan luarnya dan kehilangan massa besar, gaya gravitasinya ikut melemah.
Akibatnya, planet-planet yang mengorbit di sekitarnya dapat terdorong ke jalur orbit yang lebih jauh. Dalam konteks Bumi, kondisi itu berarti planet ini berpotensi bergeser ke posisi yang lebih aman dari sengatan langsung bintang yang membengkak.
Meski begitu, aman dari kehancuran fisik bukan berarti tetap layak huni. Ketika Matahari menyusut menjadi katai putih, cahaya dan panasnya akan meredup drastis sehingga Bumi berubah menjadi dunia es yang beku.
Para peneliti dalam laporan studi itu menyebut belum ada konsensus mutlak soal apakah Bumi akan benar-benar lolos dari skenario tertelan oleh raksasa merah. Namun, mereka menegaskan bahwa penemuan sistem bintang ini membuktikan beberapa planet berbatu mirip Bumi bisa bertahan setelah bintang induknya mati.
MediaIndonesia.com melaporkan, langkah berikutnya dari penelitian astronomi ini adalah mencari lebih banyak sistem serupa di seluruh galaksi. Jika temuan seperti ini terus bertambah, gambaran tentang nasib akhir planet berbatu tidak lagi sesederhana kehancuran total saat bintang induknya mati.
Source: mediaindonesia.com






