Samsung bersiap membawa arah baru untuk kecerdasan buatan di ekosistem Galaxy. Menjelang Galaxy Unpacked 2026, perusahaan asal Korea Selatan itu menegaskan bahwa AI berikutnya bukan hanya lebih pintar, tetapi juga lebih personal dan tetap aman.
CEO sekaligus President Samsung Electronics TM Roh menyebut era baru itu sebagai agentic AI, yakni AI yang tidak lagi sekadar menjawab pertanyaan, tetapi mampu mengambil tindakan atas nama pengguna. Meski begitu, keputusan akhir tetap berada di tangan manusia.
AI yang memahami pengguna lebih dulu
Dalam keterangan resminya, Jumat (10/7/2026), TM Roh mengatakan bahwa AI harus memahami pengguna sebelum dapat bertindak untuk mereka. Ia juga menilai inovasi terbesar selalu terjadi saat teknologi benar-benar masuk ke kehidupan sehari-hari.
Samsung melihat perangkat yang paling sering dipakai pengguna sebagai kunci untuk membangun pengalaman AI yang terasa relevan. Karena itu, ekosistem Galaxy dikembangkan agar perangkat-perangkatnya saling terhubung dan bisa membaca kebiasaan pengguna dengan lebih baik.
Smartphone, tablet, smartwatch, televisi, perangkat rumah pintar, foldable, hingga smart glasses disebut menjadi bagian dari ekosistem tersebut. Melalui koneksi lintas perangkat itu, AI bisa memberi bantuan yang sesuai konteks dan terasa lebih natural.
Contohnya, data kualitas tidur dari Galaxy Watch dapat dipakai AI untuk membantu menyusun aktivitas pengguna pada hari berikutnya. Proses ini berjalan otomatis di belakang layar agar pengalaman terasa lebih mulus.
Ekosistem terbuka, keamanan tetap jadi fondasi
Samsung juga menekankan pentingnya keterbukaan dalam pengembangan AI. Melalui SmartThings, perusahaan membuka kolaborasi dengan berbagai mitra agar perangkat dan layanan dapat saling terhubung dalam satu ekosistem.
Namun, Samsung menegaskan bahwa keterbukaan itu harus berjalan bersama perlindungan data. Menurut TM Roh, semakin canggih kemampuan AI, semakin penting pula keamanan sebagai dasar kepercayaan pengguna.
Untuk itu, Samsung mengandalkan Samsung Knox saat AI bekerja lintas perangkat. Sistem ini tidak hanya melindungi perangkat Galaxy, tetapi juga koneksi data antarperangkat dalam ekosistem yang saling terhubung.
TM Roh menegaskan bahwa data yang paling personal tetap disimpan di perangkat. Dengan begitu, pengguna tetap bisa memahami cara kerja AI sekaligus memegang kendali atas data pribadi mereka.
Foldable dan kesehatan ikut terdorong AI
Samsung juga melihat pengaruh besar AI terhadap desain perangkat masa depan. Menurut TM Roh, kemampuan AI yang semakin kompleks membutuhkan form factor yang lebih fleksibel, termasuk smartphone lipat.
Galaxy Fold disebut dirancang agar tetap ringkas saat dilipat, tetapi mampu memberi ruang kerja lebih luas ketika dibuka. Samsung pun terus mengembangkan perangkat foldable yang lebih tipis, ringan, tangguh, dan imersif.
Di sisi lain, AI juga diproyeksikan memainkan peran penting di sektor kesehatan. Lewat wearable seperti Galaxy Watch, AI dapat menganalisis pola tidur, pemulihan tubuh, dan berbagai indikator kesehatan untuk membantu pengguna menjalani gaya hidup yang lebih baik.
Menjelang Galaxy Unpacked yang akan digelar pada 22 Juli di London, Inggris, Samsung memastikan generasi terbaru Galaxy AI akan mengedepankan pengalaman yang lebih personal, kontekstual, dan terintegrasi. TM Roh mengatakan pertanyaan penting ke depan bukan lagi siapa yang memiliki AI paling cerdas, melainkan siapa yang paling memahami manusia dan mampu mengubah pemahaman itu menjadi pengalaman yang dapat dipercaya.
Source: www.suara.com






