Meta resmi menghapus fitur yang sempat membuat pengguna Instagram perlu menonaktifkan izin secara manual agar postingan publik mereka tidak dipakai sebagai referensi gambar AI. Keputusan ini muncul setelah fitur tersebut dinilai tidak sesuai harapan pengguna.
Langkah itu penting karena fitur Meta AI sebelumnya memungkinkan siapa pun memakai postingan Instagram publik sebagai titik awal pembuatan gambar berbasis AI. Dalam praktiknya, pengguna bisa ditandai dan kontennya dipakai lebih mudah dari yang diinginkan.
Fitur yang Dipersoalkan
Seperti dikutip Liputan6.com dari 9to5Mac, fitur itu membuat pengguna Instagram harus aktif mengatur izin sendiri bila tidak ingin kontennya dijadikan bahan referensi generator gambar AI. Cara kerjanya juga cukup sederhana, yakni dengan menyebut akun Instagram yang ingin dijadikan referensi di Meta AI.
Meta menjelaskan bahwa tujuan awalnya adalah menyediakan fitur kreatif yang bermanfaat sekaligus memberi kebebasan kepada pengguna atas izin konten publik mereka. Namun, perusahaan mengakui telah menerima masukan bahwa fitur tersebut tidak memenuhi ekspektasi, sehingga kini tidak lagi tersedia.
Dampak untuk Pengguna Instagram
Dengan dihapusnya fitur ini, pengguna tidak lagi perlu mengantisipasi pengaturan manual untuk mencegah postingan publik mereka dipakai dalam proses pembuatan gambar AI. Perubahan ini juga menutup salah satu jalur yang sebelumnya membuka akses lebih mudah ke konten publik Instagram.
| Aspek | Sebelumnya | Setelah Dihapus |
|---|---|---|
| Izin konten publik | Perlu dinonaktifkan manual oleh pengguna yang tidak setuju | Tidak lagi diperlukan untuk fitur tersebut |
| Penggunaan postingan Instagram publik | Bisa dijadikan titik awal gambar AI | Fitur itu sudah tidak tersedia |
| Cara referensi di Meta AI | Pengguna dapat menyebut akun Instagram dengan @ | Jalur tersebut tidak lagi tersedia |
Di sisi lain, langkah Meta ini juga menunjukkan bahwa perusahaan tetap merespons masukan soal batas penggunaan konten publik di layanan AI miliknya. Dalam pernyataan yang dibagikan Dylan Byers dari Puck lewat unggahan X, Meta menegaskan bahwa fitur itu memang dirancang sebagai alat kreatif, tetapi sudah dihentikan setelah menerima tanggapan pengguna.
Meta dan Dorongan AI di Ranah Kreatif
Perubahan pada Instagram ini datang di tengah agresifnya Meta memperluas pemanfaatan AI di ekosistem iklan dan kreatif. Dalam ajang Cannes Lions 2026, Meta mengumumkan rangkaian inovasi AI terbaru yang ditujukan untuk memperluas kreasi iklan, mempererat kolaborasi kreator, dan meningkatkan ROI pengiklan.
Meta menyebut analisis berskala besar terhadap lebih dari 1 juta kampanye iklan menunjukkan bahwa setiap USD 1 yang dikeluarkan pengiklan di platform Meta mampu menghasilkan pendapatan senilai USD 4,13. Perusahaan juga menyatakan efisiensi itu naik 25 persen dibandingkan performa pada 2022.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Meta memperkenalkan solusi kreatif end-to-end yang mempelajari identitas dan karakter unik sebuah brand. Ruang khusus strategi kreatif ini membantu tim kreator dan media mengolah data kampanye menjadi langkah taktis secara real-time.
Meta juga bekerja sama dengan WPP untuk mengintegrasikan sistem itu ke dalam WPP Open. Selain itu, Ads Manager kini mendapat pembuat teks otomatis pada gambar iklan dan alat penerjemah multimedia yang sudah mendukung bahasa Indonesia.
Source: www.liputan6.com






