Netflix menegaskan bahwa konten anak dan keluarga kini bukan lagi pelengkap di platform streaming. Pada 2025, tayangan anak menyumbang hampir 22 persen dari total waktu menonton global, sementara judul ramah keluarga juga bertahan di Global Top 10 setiap pekan selama hampir empat tahun berturut-turut.
Angka itu menjadi latar dari Netflix Family Festival 2026: World of Wonder di Jakarta, aktivasi keluarga pertama di Indonesia sekaligus yang terbesar di Asia Tenggara. Festival ini digelar menyambut Hari Anak Nasional 2026 dan diposisikan sebagai ruang pertemuan keluarga, sineas, pemerintah, serta pelaku industri untuk memperkuat ekosistem konten anak dan literasi digital.
Ruang digital aman untuk anak
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menilai kebutuhan konten ramah keluarga harus berjalan beriringan dengan perlindungan anak di ruang digital. Saat membuka acara di Jakarta, Sabtu (11/7/2026), ia menekankan pentingnya menghadirkan tayangan yang berkualitas sekaligus aman bagi anak-anak.
Nezar menyebut inisiatif seperti festival ini sejalan dengan upaya pemerintah melalui PP Tunas. Menurut dia, program semacam ini juga membantu orang tua memahami fitur-fitur yang bisa dipakai untuk memilih tontonan yang sesuai bagi keluarga.
“Seiring semakin banyak waktu yang dihabiskan anak-anak untuk mengakses konten digital, menghadirkan tayangan ramah keluarga yang berkualitas perlu berjalan beriringan dengan upaya menciptakan ruang digital yang aman,” ujar Nezar.
Ia juga menegaskan bahwa pengalaman menonton yang aman, positif, dan menyenangkan bagi anak-anak merupakan tanggung jawab bersama. Dalam kesempatan itu, Nezar mengapresiasi komitmen Netflix mendukung industri kreatif Indonesia melalui pelatihan bagi sineas lokal.
Netflix dorong cerita keluarga dan talenta lokal
Director of Global Affairs Southeast Asia Netflix, Ruben Hattari, mengatakan menonton bersama kini menjadi salah satu aktivitas keluarga yang makin penting. Menurut dia, cerita punya peran besar dalam mempererat hubungan dan memicu percakapan di rumah.
Melalui Netflix Family Festival, perusahaan ingin menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif bagi anak-anak sekaligus mengenalkan fitur keamanan untuk orang tua. Netflix juga menegaskan komitmennya di Indonesia tidak berhenti pada penyediaan tayangan, tetapi juga pada pengembangan talenta lokal.
Ruben menyebut pihaknya bersama APROFI dan BPI akan terus mendukung kreator lokal lewat pelatihan dan pengembangan keterampilan. Upaya itu ditujukan untuk memperkuat ekosistem cerita anak dan keluarga di Indonesia.
| Program | Fokus | Peserta | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Masterclass “Merajut Cerita dan Visual untuk Film dan Serial Anak” | Pelatihan kreator | Sekitar 60 kreator Indonesia | Digelar bersama APROFI, BPI, dan Netflix Fund for Creative Equity |
| Cerita Anak Nusantara | Pengembangan konten | Kreator pemula dan menengah | Bertujuan melahirkan lebih banyak film dan serial keluarga berkualitas |
Industri film anak melihat momentum baru
Di sela festival, Netflix menggelar diskusi bertajuk “Mendorong Masa Depan Cerita yang Ramah untuk Ditonton Bersama di Ruang Keluarga”. Forum itu menghadirkan pelaku industri perfilman Indonesia dan internasional untuk membahas arah perkembangan konten keluarga.
Ketua Umum APROFI, Edwin Nazir, mengatakan minat kreator Indonesia terhadap film anak terus meningkat. Ia menilai cerita anak dan keluarga memang punya arti penting sejak lama di Indonesia, namun kini muncul momentum baru dari para kreator yang ingin menyasar penonton usia muda.
Menurut Edwin, industri film keluarga hanya bisa tumbuh jika ada kerja sama jangka panjang, mulai dari pendidikan, pelatihan, produksi, hingga distribusi. Pandangan serupa datang dari sutradara Jumbo dan Na Willa, Ryan Adriandhy, yang menilai anak-anak mampu memahami cerita dengan emosi yang kompleks.
“Cerita anak dan keluarga terbaik tidak tercipta dengan bertanya, ‘Bagaimana kita membuat cerita ini lebih sederhana untuk anak-anak?’. Anak-anak adalah audiens yang peka, imajinatif, dan memiliki kesadaran emosional,” kata Ryan.
Penulis sekaligus sutradara Gina S. Noer juga menyoroti pentingnya cerita yang dekat dengan pengalaman keluarga. Ia menilai cerita dapat membantu anak dan orang tua melihat kehidupan mereka sendiri di layar, lalu menjadikannya awal percakapan yang bermakna.
Fitur keamanan untuk orang tua
Netflix juga menyiapkan area edukatif bernama Discovery Zone untuk memperkenalkan fitur Kids Profiles, klasifikasi usia, dan parental controls. Area ini dirancang agar orang tua lebih mudah memahami cara mengatur pengalaman menonton anak sesuai usia.
Festival turut menghadirkan diskusi parenting bersama praktisi Montessori Reza Andhika Permana dan psikolog anak Irma Gustiana A. Mereka membahas pentingnya memilih tontonan sesuai usia dan membangun kebiasaan screen time yang sehat.
Pada penutupan acara, Netflix memutar perdana film Aku Sebelum Aku karya Gina S. Noer yang dibintangi Ringgo Agus Rahman dan Bima S. Sena F.. Film tersebut dijadwalkan tayang secara global di Netflix mulai 16 Juli 2026.
