Gemini mencatat pertumbuhan paling cepat di Asia Tenggara, dan salah satu pendorong utamanya justru datang dari kemampuan AI itu memahami bahasa lokal. Di kawasan multibahasa seperti ini, teknologi yang terasa natural jauh lebih cepat diterima pengguna.
Google dalam Gemini Report: Southeast Asia 2026 mengungkap pengguna aktif Gemini di Asia Tenggara melonjak lebih dari dua kali lipat dalam setahun terakhir. Lonjakan tersebut menempatkan Gemini sebagai salah satu aplikasi Google dengan pertumbuhan tercepat di kawasan.
Bahasa Lokal Jadi Kunci Adopsi
Sebanyak hampir 70 persen prompt Gemini di Asia Tenggara ditulis dalam bahasa masing-masing negara. Indonesia menjadi salah satu pasar paling aktif, dengan 84 persen interaksi menggunakan bahasa lokal.
Vietnam mencatat angka tertinggi dengan 89 persen, disusul Thailand 87 persen. Data ini menunjukkan bahwa AI di kawasan tidak cukup hanya mampu menerjemahkan, tetapi harus memahami konteks bahasa dan budaya setempat.
| Negara | Porsi Prompt Bahasa Lokal |
|---|---|
| Vietnam | 89 persen |
| Thailand | 87 persen |
| Indonesia | 84 persen |
Mark Pereira, Head of Partnerships, Strategy and Growth (AI Products) AI Singapore, menilai adopsi AI terjadi ketika teknologi terasa alami, bukan sekadar hasil terjemahan. Ia menyebut model AI di Asia Tenggara perlu memahami konteks lokal secara mendalam agar efektif dipakai untuk belajar, menulis, dan brainstorming bisnis yang kompleks.
Evaluasi Southeast Asia Holistic Evaluation of Language Models atau SEA-HELM juga menempatkan Gemini sebagai model AI dengan performa terbaik secara keseluruhan untuk bahasa-bahasa Asia Tenggara. Temuan itu memperkuat posisi Gemini di kawasan dengan ratusan bahasa dan dialek.
Indonesia Mendorong Tren Multimodal
Indonesia menjadi pasar yang menonjol dalam penggunaan AI multimodal. Sebanyak 82 persen interaksi Gemini di Indonesia berasal dari perangkat seluler, sementara satu dari dua prompt sudah memanfaatkan suara atau gambar, bukan hanya teks.
Pergeseran ini menunjukkan pengguna semakin terbiasa memakai AI untuk berbagai bentuk input sekaligus. Google juga mencatat masyarakat Indonesia menjadi pengguna paling kreatif di kawasan dengan menghasilkan hampir 9 juta gambar setiap hari menggunakan model generatif Gemini.
Secara regional, sekitar 40 persen permintaan pengguna kini bukan lagi untuk menjawab pertanyaan, melainkan untuk menciptakan konten baru. Bentuknya beragam, mulai dari gambar, musik, video, hingga dokumen.
Selama satu tahun terakhir, pengguna Asia Tenggara menghasilkan sekitar 5 miliar gambar memakai model Nano Banana dan hampir 1 juta lagu melalui model musik generatif Lyria 3. Angka ini menggambarkan pergeseran besar dari AI sebagai alat tanya jawab menjadi alat kreasi.
Dari Chatbot ke AI Agent
Google menilai tahap berikutnya bukan lagi chatbot, melainkan AI agent yang bisa menyelesaikan tugas secara mandiri. Melalui Gemini Spark, AI tidak hanya memberi jawaban, tetapi juga dapat bekerja proaktif dengan terintegrasi ke Gmail, Docs, Slides, dan layanan Workspace lainnya.
Fitur itu dirancang tetap berjalan di latar belakang meski perangkat pengguna tidak digunakan. Mulai pekan ini, Gemini Spark juga tersedia dalam berbagai bahasa lokal bagi pelanggan Gemini Advanced, melengkapi fitur lain seperti Nano Banana, Canvas, dan Gems.
Bagi Asia Tenggara, pergeseran ini penting karena kompetisi AI generatif kini tidak lagi ditentukan oleh kemampuan menghasilkan teks saja. Keunggulan semakin bergantung pada pemahaman bahasa lokal, input multimodal, dan kemampuan menjalankan pekerjaan secara otomatis.
Di kawasan dengan lebih dari 600 juta penduduk, faktor bahasa dan konteks lokal berpotensi menjadi pembeda utama dalam persaingan platform AI global. Gemini kini berada di titik yang menunjukkan bahwa AI yang paling cepat tumbuh bukan selalu yang paling besar, melainkan yang paling mampu memahami cara orang berbicara dan bekerja.
Source: www.suara.com






