HP Perlu Dicas Sampai 100 Persen? Kebiasaan Ini Justru Bisa Percepat Aus Baterai

Banyak pengguna masih menganggap HP harus selalu dicas sampai penuh agar baterainya awet. Padahal, kebiasaan itu tidak selalu ideal untuk baterai lithium-ion yang dipakai hampir semua smartphone modern.

Yang lebih menentukan kesehatan baterai bukan hanya seberapa sering perangkat diisi daya, tetapi juga bagaimana pola pengisiannya. Level yang terlalu rendah atau terlalu lama berada di angka 100 persen sama-sama bisa memberi tekanan pada baterai.

Isi Daya Penuh Tidak Berbahaya, Tapi Bukan Kebiasaan Terbaik

Mengisi daya hingga 100 persen bukan hal yang berbahaya. Namun, kebiasaan mempertahankan baterai di kondisi penuh dalam waktu lama dapat mempercepat keausan karena baterai lithium-ion bekerja lebih optimal pada rentang pengisian yang lebih moderat.

Melansir laman Apple, baterai lithium-ion dirancang agar bisa diisi kapan saja tanpa harus menunggu benar-benar habis. Artinya, pengguna tidak perlu menunggu baterai kosong sebelum mencolokkan charger.

TechRadar juga menjelaskan bahwa mengisi daya sampai 100 persen sesekali bukan masalah. Yang perlu dihindari adalah menjadikan kondisi penuh sebagai posisi yang terus dipertahankan setiap hari.

Kebiasaan PengisianDampak UmumCatatan
Diisi hingga 100 persen sesekaliAmanMasih wajar untuk kebutuhan tertentu
Sering dibiarkan di 100 persen terlalu lamaBerisiko mempercepat keausanKurang ideal untuk pemakaian harian
Menjaga daya di kisaran moderatLebih ramah bagi bateraiSering disarankan untuk penggunaan rutin

Kisaran 20 Persen hingga 80 Persen Sering Disarankan

Profesor Ritesh Chugh, ahli sosio-teknologi di Universitas Central Queensland, Australia, menyarankan agar daya HP dijaga di angka 20 persen dan 80 persen. Menurutnya, baterai lithium-ion modern bekerja paling baik jika diisi secara teratur dan dijaga di kisaran itu.

Panduan tersebut bukan berarti HP harus selalu berada tepat di angka tertentu. Fokus utamanya adalah menghindari kondisi ekstrem terlalu rendah dan terlalu lama penuh, terutama jika ponsel dipakai setiap hari.

Dalam praktiknya, banyak produsen ponsel juga sudah menambahkan fitur perlindungan baterai. Apple memiliki Optimized Battery Charging, sementara perangkat lain bisa memakai Adaptive Charging atau Battery Protection.

Isi 100 Persen Tetap Aman Jika Memang Dibutuhkan

Meski begitu, mengisi daya hingga penuh tetap aman jika diperlukan. Situasi seperti bepergian, bekerja seharian, atau aktivitas lain yang membuat pengguna sulit mencari colokan bisa menjadi alasan yang masuk akal untuk mengecas sampai 100 persen.

Smartphone modern sudah dilengkapi sistem manajemen baterai yang dirancang untuk mencegah overcharging. Karena itu, pengisian penuh sesekali tidak otomatis merusak baterai.

Untuk penggunaan harian, menjaga level baterai di kisaran 20–80 persen tetap dianggap lebih ideal apabila memungkinkan. Kebiasaan lain yang juga penting adalah menjaga suhu HP tetap dingin saat mengisi daya dan memakai charger yang sesuai.

Dengan pola seperti itu, baterai berpeluang bertahan lebih lama dan performa HP tetap lebih stabil dalam jangka panjang.

Source: www.suara.com
Terkait