6,8 Juta Nomor HP Sudah Direkam Wajah, Komdigi Dorong Registrasi Biometrik

Author: Qoo Media

Kementerian Komunikasi dan Digital menyebut registrasi SIM card dengan verifikasi wajah sudah dipakai 6,8 juta masyarakat. Angka itu dihitung sejak uji coba dimulai pada Januari hingga kebijakan ini resmi diterapkan pada 1 Juli.

Komdigi menilai registrasi biometrik penting untuk memastikan nomor seluler benar-benar terhubung dengan identitas pemilik yang sah. Pemerintah juga melihat langkah ini sebagai cara menekan penyalahgunaan identitas, tindak kejahatan siber, hingga praktik judi online.

Registrasi Biometrik Didorong Lebih Luas

Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan data tersebut dalam OJK Banking Forum 2026 di Jakarta, Selasa (14/7), seperti dikutip CNN Indonesia dari Detik. Ia mengatakan sistem ini dibuat agar nomor-nomor yang beredar bisa dikenali milik siapa dengan cara yang bertanggung jawab.

Registrasi biometrik dilakukan lewat pencocokan data dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Berbeda dengan perbankan, operator seluler tidak diperkenankan menyimpan data biometrik pelanggan.

Informasi Detail
Jumlah registrasi biometrik 6,8 juta masyarakat
Periode perhitungan Januari hingga 1 Juli
Metode verifikasi Pencocokan wajah
Basis data pembanding Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil)

Menurut Meutya, kebijakan ini juga lahir dari kekhawatiran atas kebocoran data dalam lima hingga sepuluh tahun terakhir yang masih dimanfaatkan pelaku kejahatan digital sampai sekarang. Ia menyebut Nomor Induk Kependudukan masyarakat berpotensi dipakai pihak lain tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Karena itu, Komdigi mengajak masyarakat segera melakukan registrasi biometrik pada operator seluler masing-masing. Tujuannya untuk memperkecil peluang penyalahgunaan identitas saat nomor HP baru diaktifkan.

Aturan verifikasi wajah ini merupakan pengembangan dari skema registrasi sebelumnya yang hanya memakai data NIK dan nomor kartu keluarga. Dengan tambahan biometrik, pemerintah ingin memperkuat identitas pelanggan seluler tanpa memberi ruang penyimpanan data wajah di operator.

Source: www.cnnindonesia.com
Terbaru