Acer tidak hanya ingin dikenal sebagai pemain komputer dan perangkat teknologi. Saat memasuki usia 50 tahun, Acer Group menetapkan peralatan rumah tangga atau home appliances sebagai salah satu mesin pertumbuhan untuk setengah abad berikutnya.
Perubahan arah ini dijalankan melalui Acerpure, Inc., anak usaha yang sebelumnya bergerak di perangkat rumah tangga kecil. Kini, ekspansinya bergerak ke produk berukuran besar seperti televisi dan pendingin udara atau AC, dengan Indonesia diposisikan sebagai pasar penting.
Empat Pilar Baru Acer
Strategi tersebut menjadi bagian dari penataan bisnis Acer untuk menghadapi masa depan. President Acer Pan-Asia Pacific Operations Andrew Hou menyebut kantor pusat Acer telah menyiapkan empat pilar bisnis baru.
| Pilar Bisnis | Fokus yang Disebut Acer |
|---|---|
| Industrial Computer | Komputer industri atau IPC |
| AI medis | Penerapan kecerdasan buatan di bidang medis |
| Energi | Bisnis energi |
| Home appliances | Peralatan rumah tangga untuk pasar global |
Di antara empat bidang itu, lini peralatan rumah tangga disebut sebagai sektor yang digarap serius secara global. Langkah tersebut menunjukkan Acer ingin memperluas sumber bisnisnya di luar identitas lama sebagai merek komputasi.
Acerpure menjadi kendaraan utama untuk menjalankan ekspansi ini. Perusahaan itu tidak hanya menambah kategori produk, tetapi juga membangun fondasi bisnis lokal melalui pendirian entitas mandiri di Indonesia.
Indonesia Menjadi Anak Perusahaan Kedua
Menurut laporan mediaindonesia.com, Acerpure telah memiliki anak perusahaan di India sejak dua tahun lalu. Indonesia akan menjadi anak perusahaan kedua Acerpure setelah kantor pusatnya di Taipei, Taiwan.
Andrew Hou menyampaikan keputusan itu saat media interview dalam peluncuran Acerpure Chill di Bali pada Rabu, 15/7. “Acerpure telah memutuskan untuk mendirikan anak perusahaan Acerpure Indonesia,” ujar Andrew Hou.
Ia menambahkan bahwa keberadaan anak perusahaan di Indonesia menjadi penanda komitmen jangka panjang Acerpure terhadap pasar domestik. “Hal ini menunjukkan komitmen kami dan keinginan kami untuk membangun kepercayaan terhadap merek ini,” kata Andrew Hou.
Pendirian badan hukum lokal membuat ekspansi Acerpure tidak berhenti pada penjualan produk. Langkah itu juga menegaskan posisi Indonesia dalam rencana pengembangan merek tersebut di kawasan Asia Tenggara.
AC Dipilih sebagai Pintu Masuk
CEO Acerpure, Inc., Stanley Kao mengatakan kategori peralatan rumah tangga besar telah masuk dalam rencana perusahaan sejak awal. Visi Acerpure adalah menjadi merek home appliances global asal Taiwan.
Perluasan produk telah dimulai secara bertahap di sejumlah pasar. Acerpure meluncurkan televisi di India pada 2024, lalu memperkenalkan AC di beberapa negara pada 2025.
| Produk | Pasar atau Cakupan | Waktu yang Disebut |
|---|---|---|
| Televisi | India | 2024 |
| AC | Beberapa negara | 2025 |
| Produk rumah tangga besar lain | Indonesia | Dalam waktu dekat |
Asia Tenggara, khususnya Indonesia, dipandang sebagai target utama karena karakteristik pasarnya. Stanley Kao menilai cuaca panas di kawasan ini menjadikan AC sebagai bisnis terbesar dalam kategori peralatan rumah tangga.
Karena itu, AC dipilih sebagai pintu masuk Acerpure untuk memperkuat kehadirannya di Indonesia. Perusahaan melihat kategori tersebut sebagai peluang yang relevan dengan kebutuhan pasar Asia Tenggara.
Mengandalkan Desain dan Layanan Purna Jual
Pasar peralatan rumah tangga besar bukan ruang baru yang kosong karena sudah diisi banyak merek mapan. Acerpure menyatakan akan bersaing melalui produk inovatif, desain modern yang menyasar generasi muda, serta jaringan layanan purna jual Acer.
Acer telah memiliki jaringan layanan purna jual nasional selama 26 tahun di Indonesia. Infrastruktur itu menjadi salah satu modal yang diandalkan ketika Acerpure memperluas portofolio dari perangkat kecil ke televisi, AC, dan kategori besar lainnya.
Manajemen juga memastikan akan membawa lebih banyak varian peralatan rumah tangga besar ke pasar domestik dalam waktu dekat. Namun, rincian mengenai model maupun kategori produk tambahan tersebut belum disampaikan.







