China Mengejar Tangan Robot Mirip Manusia, Tantangan yang Bahkan Sulit Ditaklukkan

China mempercepat pengembangan tangan robot yang mampu bekerja dengan ketangkasan menyerupai tangan manusia. Target ini dipandang penting karena robot humanoid belum akan benar-benar berguna bila masih kesulitan menjalankan pekerjaan sederhana sehari-hari.

Robot saat ini sudah dapat berlari dan menari mengikuti irama musik berkat kemajuan kecerdasan buatan. Namun, mengikat tali sepatu, mengancingkan baju, atau memecahkan telur tetap menjadi tugas yang jauh lebih rumit bagi mesin.

Masalahnya bukan sekadar membuat robot menggenggam benda. Tangan robot harus dapat mengatur kekuatan, mengenali sentuhan, lalu menyesuaikan gerakan setiap jari sesuai bentuk dan tekstur objek.

Tangan Menjadi Hambatan Utama Robot Humanoid

Tangan manusia bekerja melalui koordinasi saraf, otot, dan puluhan sendi dalam waktu yang bersamaan. Proses tersebut berlangsung nyaris otomatis, padahal setiap gerakan menuntut pengaturan posisi jari dan tekanan yang sangat presisi.

Saat mengikat tali sepatu, manusia dapat menyesuaikan genggaman sambil merasakan tekstur tali. Ketika memecahkan telur, tangan juga mengetahui tekanan yang cukup untuk meretakkan cangkang tanpa merusak isinya.

Kemampuan seperti itu belum dimiliki robot secara naluriah karena mesin tidak memiliki saraf dan pemahaman fisik seperti manusia. Robot perlu diprogram dan dirancang agar dapat merasakan kontak, mengukur tekanan, serta bereaksi terhadap perubahan kondisi benda yang dipegang.

CEO Tesla Elon Musk pernah menyebut sebagian besar persoalan rekayasa robot berada pada bagian tangan. Penilaian itu memperlihatkan bahwa kemajuan gerak tubuh robot belum otomatis berarti robot telah menguasai pekerjaan manipulasi benda.

Zhou Yong, pendiri LinkerBot yang berfokus mengembangkan tangan robot, menilai tingkat kesulitannya bahkan jauh melampaui pembuatan robot humanoid. Dikutip tekno.kompas.com dari The Guardian, ia mengatakan membuat tangan robot “100 kali lebih sulit” dibanding membangun robot humanoid.

“Tangan manusia adalah kemampuan paling penting yang dimiliki manusia. Jika kami fokus pada satu hal ini, akan lebih mudah mewujudkan banyak kemampuan manusia,” kata Zhou Yong.

Industri Tangan Robot Tumbuh Cepat

Meski tantangannya besar, China tetap optimistis tangan robot yang lincah dapat dikembangkan. Keyakinan itu terlihat dari pertumbuhan perusahaan yang menekuni dextrous hand, yakni tangan robot yang dirancang untuk memiliki ketangkasan serupa manusia.

Media China melaporkan nilai industri dextrous hand di negara itu meningkat tajam pada 2025. Perkembangan tersebut berjalan seiring bertambahnya jumlah perusahaan robotika yang terdaftar.

Indikator20242025
Nilai industri dextrous hand13 miliar yuanLebih dari 50 miliar yuan
Jumlah perusahaan robotika terdaftarBasis tahun sebelumnyaMeningkat sekitar 40 persen

Lonjakan nilai industri dari 13 miliar yuan pada 2024 menjadi lebih dari 50 miliar yuan pada 2025 menunjukkan besarnya perhatian terhadap teknologi ini. Dalam periode yang sama, jumlah perusahaan robotika terdaftar di China dilaporkan naik sekitar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Ambisi China berpusat pada satu persoalan yang menentukan kegunaan robot humanoid di dunia nyata. Selama tangan robot belum mampu menangani benda rapuh, fleksibel, dan beragam dengan presisi, kemampuan humanoid masih akan lebih menonjol sebagai demonstrasi teknologi daripada alat kerja praktis.

Terkait