Turnamen MLBB di Ponpes Ini Wajibkan Bahasa Arab dan Inggris di Setiap Laga

Author: Qoo Media

Turnamen Mobile Legends: Bang Bang di Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta menghadirkan aturan yang tidak biasa. Para peserta diwajibkan berkomunikasi memakai bahasa Arab baku atau bahasa Inggris selama pertandingan berlangsung.

Aturan tersebut membuat kompetisi gim ini tidak hanya menguji strategi dan kemampuan bermain. Ajang itu juga menjadi ruang praktik bahasa bagi para santri di tengah pertandingan yang kompetitif.

Kompetisi tersebut merupakan Final Student E-Sport League atau SEL cabang Mobile Legends: Bang Bang. Turnamen diikuti santri putri, sementara kategori putra juga dipertandingkan dalam ajang yang sama.

Berdasarkan informasi di laman resmi pesantren yang dikutip www.medcom.id, Final SEL Daarul Rahman dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 17 Juli 2026. Penyelenggara menetapkan bahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa resmi turnamen.

Bahasa Menjadi Bagian dari Penilaian

Penggunaan dua bahasa bukan sekadar formalitas saat pertandingan dimulai. Kemampuan berbahasa Arab dan Inggris turut masuk dalam penilaian turnamen.

Peserta diarahkan memakai kalimat yang panjang serta bervariasi ketika berkomunikasi dengan rekan satu tim. Tata tertib juga meminta mereka menghindari kata-kata pendek dan pengulangan.

Ketentuan itu menempatkan komunikasi sebagai bagian penting dari permainan tim. Pemain perlu menyampaikan arahan, informasi, dan koordinasi pertandingan dengan struktur bahasa yang lebih terlatih.

Tahap Pertandingan Bahasa yang Digunakan Keterangan
Game pertama Bahasa Arab Dipakai oleh peserta dan caster
Game kedua Bahasa Inggris Bahasa pertandingan beralih dari game pertama

Pada game pertama, peserta serta caster menggunakan bahasa Arab. Memasuki game kedua, bahasa pertandingan kemudian berganti ke bahasa Inggris.

Ruang Hobi yang Tetap Membawa Misi Pendidikan

Koordinator Bagian Aspratif selaku penyelenggara Student E-Sport League, Abdul Aziz, menjelaskan bahwa kompetisi ini dirancang untuk memberi ruang bagi hobi bermain gim. Namun, kegiatan tersebut juga membawa tujuan pembelajaran bahasa bagi para santri.

“Karena pondok ingin memberi kalian ruang untuk mengembangkan dan memenuhi hobi bermain game kalian. Tapi ini bukan hanya tentang bermain game. Acara ini adalah panggung bagi kita untuk membuktikan bahwa Santri dapat bermain secara profesional, dan yang terpenting, mempraktikkan bahasa kita, baik bahasa Arab maupun Inggris,” ujar Abdul dalam sambutan berbahasa Inggris.

Format tersebut mempertemukan dua aktivitas yang dekat dengan keseharian peserta, yakni pembelajaran bahasa dan esports. Dalam satu pertandingan, santri dituntut tetap menjalankan komunikasi tim sambil mematuhi ketentuan bahasa resmi.

Mobile Legends: Bang Bang dipilih sebagai cabang dalam SEL, sehingga koordinasi antarpemain menjadi bagian yang menonjol. Instruksi saat pertandingan tidak cukup disampaikan secara singkat karena peserta juga harus memperhatikan variasi kalimat sesuai tata tertib.

Respons Positif dari Warganet

Potongan video dari final kategori putri kemudian menyebar di media sosial dan menarik perhatian warganet. Banyak respons positif muncul terhadap cara pesantren mengemas turnamen esports dengan dua bahasa.

Warganet menilai kegiatan tersebut menunjukkan adaptasi pesantren terhadap teknologi dan budaya generasi muda. Pada saat yang sama, penggunaan bahasa Arab dan Inggris dipandang tetap menjaga arah pendidikan yang dibawa lembaga pesantren.

Melalui Student E-Sport League, kompetisi gim di Daarul Rahman tidak berhenti pada hasil pertandingan. Setiap laga juga menjadi kesempatan bagi santri untuk mempraktikkan kemampuan bahasa dalam situasi yang menuntut kerja sama dan komunikasi cepat.

Terbaru