Xiaomi 17T Pro mengandalkan baterai silikon karbon berkapasitas 7.000 mAh sebagai salah satu nilai jual terkuatnya. Teknologi ini memungkinkan kapasitas besar dipasang tanpa membuat bodi ponsel menjadi lebih tebal.
Daya tahan tersebut dipadukan dengan layar AMOLED 144Hz dan chipset kelas flagship MediaTek Dimensity 9500. Kombinasi ini membuat Xiaomi 17T Pro menyasar pengguna yang membutuhkan perangkat lancar untuk pekerjaan harian, multitasking, hingga gim berat.
Spesifikasi inti yang dibawa Xiaomi 17T Pro
Menurut ulasan yang dimuat sumeks.disway.id, ponsel ini memakai RAM LPDDR5X 12GB serta penyimpanan internal hingga 512GB berformat UFS 4.1. Varian penyimpanan 1TB tidak tersedia pada generasi ini, berbeda dengan pilihan yang sempat diharapkan pengguna.
| Model | Bobot | Ketebalan |
|---|---|---|
| Xiaomi 17T Pro | 219 gram | 8,3 mm |
| Xiaomi 15T | 210 gram | 8 mm |
Chipset Dimensity 9500 dibuat dengan fabrikasi 3 nm dan memakai arsitektur CPU all big core. Konfigurasi tersebut disebut mampu menjaga pengalaman penggunaan tetap mulus, dari scrolling media sosial sampai menjalankan aplikasi dan gim yang lebih berat.
Di bagian depan, Xiaomi 17T Pro menggunakan panel AMOLED 6,83 inci dengan resolusi 1,5K atau 2.772 x 1.280 piksel. Layarnya menawarkan warna tajam dan akurat, serta memiliki tingkat kecerahan puncak hingga 3.500 nits.
Kecerahan tinggi ini menjadi nilai penting bagi pengguna yang sering memotret atau membuat konten di bawah sinar matahari. Xiaomi juga menyediakan mode refresh rate Default yang dapat berubah dinamis hingga 144Hz, serta mode Custom dengan pilihan 60Hz atau hingga 144Hz.
Layar untuk hiburan dan bodi yang tahan elemen
Dukungan Dolby Vision, HDR10+, dan Widevine L1 memungkinkan perangkat memutar konten YouTube serta Netflix dalam kualitas tertinggi yang didukung. Bezel layar dibuat tipis dan simetris, sementara sensor sidik jari ditempatkan di dalam layar.
Posisi sensor sidik jari tersebut berada cukup dekat dengan bezel bawah, tetapi tetap disebut responsif dan akurat saat mendeteksi jari. Di sisi lain, layar datar tanpa lengkungan memberi tampilan yang lebih tegas pada bagian depan perangkat.
Bagian belakang ponsel dihiasi modul kamera persegi yang cukup menonjol dengan tulisan Leica di tengahnya. Panel belakang memakai Gorilla Glass 7i, sedangkan rangkanya menggunakan aluminium alloy dengan warna senada.
Material tersebut mendukung kesan premium sekaligus ketahanan terhadap goresan, meski panel belakangnya disebut terasa agak licin saat digenggam. Xiaomi 17T Pro juga mengantongi rating IP68 untuk perlindungan terhadap percikan air dan debu.
Bingkai dan panel belakang dibuat benar-benar datar, namun sudut perangkat tidak dirancang terasa tajam. Dengan bobot 219 gram, bentuk ini ditujukan agar ponsel tetap nyaman digunakan dalam waktu lama.
HyperOS 3 dan fitur AI untuk produktivitas
Xiaomi 17T Pro menjalankan HyperOS 3 berbasis Android 16. Xiaomi menjanjikan pembaruan sistem operasi hingga lima generasi Android serta pembaruan keamanan selama enam tahun.
Salah satu pembaruan antarmukanya adalah Xiaomi HyperIsland yang bekerja mirip Dynamic Island pada iPhone. Fitur ini dapat menampilkan hingga tiga notifikasi real time sekaligus di bilah status.
Perangkat ini juga disebut sebagai ponsel Xiaomi pertama yang mendukung transfer file ke iPhone dan perangkat Apple lain melalui Quick Shara dan AirDrop tanpa aplikasi tambahan. Kemampuan tersebut menjadi tambahan bagi pengguna yang memakai perangkat dari ekosistem berbeda.
Untuk produktivitas, Xiaomi HyperAI menyediakan AI Writing untuk membantu membuat atau menyempurnakan tulisan berdasarkan prompt. Ada pula AI Speech Recognition yang dapat mengubah audio menjadi teks sekaligus membuat rangkumannya, serta AI Subtitles untuk menerjemahkan panggilan video menjadi teks.
Pada sisi kreativitas, AI Creativity Assistant menawarkan pengeditan foto dan video secara instan. Fitur yang tersedia mencakup AI Erase Pro, AI Beautify, AI Image Expansion, dan AI Film untuk membuat video dari foto serta klip pendek.
