Pengguna Galaxy S Ultra Mulai Beralih ke Z Fold, Samsung Catat Angka 40 Persen

Samsung melihat perubahan penting di pasar ponsel lipatnya. Sekitar 40 persen pertumbuhan Galaxy Z Fold kini datang dari pengguna Galaxy S Ultra yang memutuskan pindah ke perangkat foldable.

Angka itu menandai pergeseran dari fase awal ponsel lipat yang banyak menarik perhatian penggemar teknologi. Kini, pengguna perangkat flagship konvensional disebut mulai melihat Z Fold sebagai pilihan untuk kebutuhan performa dan layar yang lebih besar.

Head of Marketing Samsung Electronics Southeast Asia & Oceania, Chon Hong, mengatakan tren tersebut muncul setelah tujuh generasi perangkat foldable Samsung. Menurutnya, pasar ponsel lipat telah berkembang menjadi lebih matang dibanding saat Galaxy Fold pertama diperkenalkan pada 2019.

“Setelah 7 generasi foldable, kami melihat tren yang berbeda. Sekitar 40 persen pertumbuhan kami sekarang datang dari pengguna Ultra yang beralih ke Fold,” kata Chon Hong dalam wawancara di sela Galaxy Unpacked di London.

Perpindahan itu tidak semata didorong rasa ingin tahu terhadap bentuk perangkat yang bisa dilipat. Samsung menilai konsumen kini memahami manfaat praktis yang ditawarkan form factor foldable dibanding smartphone konvensional.

Chon mengatakan pengguna Galaxy S Ultra yang beralih telah mengetahui kebutuhan mereka terhadap perangkat berperforma tinggi. Mereka juga disebut mencari kemampuan yang lebih besar, yang menurut Samsung bisa dibuka melalui perangkat lipat.

“Mereka tahu mereka menginginkan perangkat dengan performa terbaik dan kemampuan yang lebih besar. Sekarang mereka merasa sudah waktunya beralih ke foldable karena perangkat ini benar-benar membuka kemungkinan baru,” ujar Chon.

Loyalitas Pengguna Foldable Menguat

Selain perpindahan dari lini Ultra, Samsung juga mencatat loyalitas yang makin kuat di kalangan pemilik ponsel lipat. Pengguna Fold disebut cenderung memilih Fold lagi saat mengganti perangkat, sementara pola serupa terlihat pada pengguna Flip.

“Kami melihat tren yang sangat kuat, mulai dari Fold ke Fold, Flip ke Flip, dan juga Ultra ke Fold,” kata Chon. Pola tersebut menjadi salah satu dasar Samsung untuk memperluas pilihan perangkat lipat pada tahun ini.

Samsung memperkenalkan tiga perangkat dalam portofolio foldable, yakni Galaxy Z Fold 8 Ultra, Galaxy Z Fold 8, dan Galaxy Z Flip 8. Strategi ini ditujukan untuk memberi pilihan bentuk dan kemampuan yang lebih sesuai bagi pengguna dengan kebutuhan berbeda.

ModelPosisi dalam LiniDetail Utama
Galaxy Z Fold 8 UltraModel Ultra pertama di seri Z FoldKamera, chipset, dan baterai ditingkatkan agar setara Galaxy S26 Ultra
Galaxy Z Fold 8Model dengan bentuk baruMengusung desain passport-style dengan bodi lebih ringkas

Dua Arah Baru untuk Galaxy Z Fold

Galaxy Z Fold 8 Ultra tetap mewarisi arah desain Galaxy Z Fold 7, tetapi membawa peningkatan pada komponen utama. Samsung menempatkannya sebagai opsi bagi pengguna yang menginginkan kemampuan mendekati Galaxy S26 Ultra dalam format ponsel lipat.

Sementara itu, Galaxy Z Fold 8 menawarkan form factor passport-style. Desain tersebut membuat bodinya lebih mini dan menghadirkan rasio layar yang dinilai lebih ideal untuk menikmati media sosial, video vertikal, Netflix, YouTube, serta konten hiburan lain.

Di lini Flip, Samsung menyatakan tetap mempertahankan ciri khas perangkat lipat bergaya clamshell. Pengalaman AI dan desainnya turut disempurnakan dalam pengembangan generasi terbaru.

Menurut Chon, perluasan lini ini bukan sekadar menambah jumlah model. Samsung ingin pengguna dapat memilih perangkat Galaxy foldable berdasarkan jenis perangkat lipat yang paling sesuai dengan kebiasaan mereka.

“Pesannya adalah ini tentang pilihan. Apa pun jenis foldable yang Anda sukai, Anda bisa memilih Samsung Galaxy,” ujar Chon. Dengan pergeseran pengguna Ultra ke Fold, persaingan ponsel flagship Samsung kini semakin terbuka di antara format konvensional dan perangkat lipat.

Terkait