Trump Ancam Sanksi Model AI China, Dugaan Pencurian Teknologi Diselidiki

Pemerintahan Presiden Donald Trump membuka kemungkinan menjatuhkan sanksi terhadap model AI China yang diduga memanfaatkan teknologi perusahaan Amerika Serikat. Langkah ini muncul ketika model open-weight dari China makin mampu bersaing dengan produk unggulan perusahaan AI AS.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan pemerintah tidak akan mendukung pencurian kekayaan intelektual. Ia menyebut dugaan penggunaan keluaran model AI Amerika oleh pihak luar negeri dapat menjadi dasar tindakan sanksi.

Distilasi Menjadi Sorotan Utama

Praktik yang disorot Bessent dikenal sebagai distillation atau distilasi. Metode tersebut memungkinkan model yang lebih kecil dan kurang mumpuni dibangun dengan memanfaatkan keluaran dari model lain yang lebih kuat.

Dalam wawancara dengan Fox Business, Bessent mengatakan AS memiliki kemampuan menjatuhkan sanksi apabila menemukan model asing mencuri dari perusahaan teknologi besar Amerika. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa persaingan AI kini tidak hanya berkutat pada kemampuan teknologi, tetapi juga perlindungan kekayaan intelektual.

Menurut laporan www.cnbcindonesia.com, Bessent juga menyebut pihaknya menemukan watermark dari large language model atau LLM Amerika pada banyak model China. Ia menyatakan temuan tersebut tidak dapat diterima dan akan ditindaklanjuti dalam beberapa hari atau pekan berikutnya.

Model open-weight sendiri merujuk pada sistem AI yang parameter akhirnya dibuka untuk diunduh publik. Namun, kode sumber dan data pelatihan yang digunakan untuk membangun model itu tetap dapat bersifat privat.

Posisi model open-weight China semakin menjadi perhatian setelah Moonshot AI meluncurkan Kimi K3 pada awal bulan ini. Model tersebut disebut mengungguli produk sejumlah perusahaan AS dalam beberapa tolok ukur industri.

PihakPerkembangan UtamaKonteks Sengketa
AlibabaDituduh melakukan serangan distilasi besar terhadap AnthropicTuduhan disampaikan Anthropic kepada komite Senat AS
AnthropicSetuju membayar US$1,5 miliar pada SeptemberPenyelesaian gugatan class action dari kelompok penulis
OpenAI dan MicrosoftDigugat The New York Times pada 2023Dituduh memakai kekayaan intelektual media untuk pelatihan AI

Tuduhan terhadap Alibaba dan Perusahaan AS

Anthropic sebelumnya mengirim surat kepada Komite Perbankan, Perumahan, dan Urusan Perkotaan Senat AS. Dalam surat itu, Anthropic menuduh Alibaba melakukan serangan distilasi terbesar yang diketahui terhadap perusahaan tersebut hingga saat ini.

Tuduhan ini menambah tekanan pada hubungan teknologi AS dan China yang telah lama tegang. Washington kini memandang pengembangan model AI China bukan semata kompetisi produk, melainkan juga persoalan keamanan dan penguasaan teknologi strategis.

Meski begitu, tudingan soal pelanggaran kekayaan intelektual tidak hanya diarahkan kepada perusahaan China. Anthropic dan OpenAI juga pernah menghadapi persoalan hukum terkait bahan yang dipakai dalam pengembangan model AI mereka.

Anthropic setuju membayar US$1,5 miliar pada September untuk menyelesaikan gugatan class action dari sekelompok penulis. Para penggugat menuduh perusahaan itu mengunduh buku secara ilegal dari basis data bajakan.

Di sisi lain, The New York Times menggugat OpenAI dan Microsoft pada 2023. Media tersebut menuduh keduanya melanggar hak cipta dengan memakai kekayaan intelektualnya untuk melatih model AI.

Pembicaraan AI AS dan China Tetap Berjalan

Di tengah ancaman sanksi dan tuduhan distilasi, AS serta China tetap berencana menggelar pembicaraan mengenai AI pada September. Reuters melaporkan Bessent akan mewakili AS dalam pertemuan itu.

Pertemuan tersebut akan berlangsung saat persaingan model AI China dan Amerika semakin rapat. Perdebatan mengenai watermark, data pelatihan, hak cipta, serta distilasi diperkirakan akan menjadi bagian penting dari ketegangan teknologi kedua negara.

Source: www.cnbcindonesia.com
Terkait