Riset NTT DATA: Peluang dan Tantangan GenAI di Sektor Kesehatan

Sebuah riset terbaru dari NTT DATA mengungkapkan bahwa sektor kesehatan menghadapi kesenjangan yang signifikan antara ambisi institusi terhadap teknologi Generative AI (GenAI) dan implementasi strategis yang dilakukan. Meskipun lebih dari 80% pemimpin organisasi kesehatan menyatakan memiliki strategi GenAI yang jelas, hanya 40% dari mereka merasa strategi tersebut selaras dengan tujuan bisnis utama. Ini menunjukkan adanya tantangan dalam penerapan GenAI yang lebih luas, meskipun potensi manfaatnya semakin terlihat.

Dalam laporan berjudul “GenAI: The Care Plan for Powering Positive Health Outcomes,” yang didasarkan pada tanggapan 425 pengambil keputusan dari 33 negara, GenAI mulai memengaruhi secara signifikan industri kesehatan. Manfaat yang diperoleh mencakup peningkatan kualitas layanan pasien, efisiensi dalam tenaga kesehatan, dan hasil keuangan yang lebih baik. Namun, pengembalian investasi yang lebih optimal masih terhambat oleh kendala, seperti isu keamanan dan privasi data, serta kepatuhan terhadap regulasi yang ada.

Riset NTT DATA mengidentifikasi sejumlah temuan penting. Pertama, sebanyak 94% responden mengakui bahwa GenAI mempercepat proses penelitian dan pengembangan (R&D), memungkinkan akses yang lebih cepat ke pengobatan baru, diagnosis yang akurat, dan analitik prediktif. Hal ini menunjukkan betapa krusialnya teknologi ini dalam mendorong inovasi di bidang kesehatan.

Selanjutnya, mayoritas responden (95%) meyakini bahwa solusi berbasis cloud adalah pilihan praktis dan hemat biaya untuk kebutuhan GenAI mereka. Meskipun demikian, tantangan besar tetap ada, khususnya terkait keterampilan. Sebanyak 75% responden mengindikasikan bahwa mereka belum memiliki keterampilan yang memadai untuk mengelola GenAI secara efektif. Namun, 93% dari mereka menyatakan telah mengambil langkah untuk menyesuaikan dampak GenAI terhadap peran karyawan.

Sundar Srinivasan, Kepala Kesehatan NTT DATA North America, menekankan pentingnya penyelarasan GenAI dengan strategi bisnis. Ia menyatakan bahwa pelatihan menyeluruh dan tata kelola yang jelas sangat penting untuk memastikan teknologi ini dapat mendukung pasien tanpa menggantikan tenaga kesehatan manusia. “Sangat penting untuk menunjukkan secara transparan bagaimana teknologi ini bisa mendukung pasien,” ujarnya.

Solusi GenAI yang berpusat pada manusia memungkinkan efisiensi lebih besar bagi dokter dan staf administratif. Sebagai contoh, GenAI dapat digunakan untuk memprediksi penyakit kronis guna melakukan intervensi dini, atau untuk mempercepat proses administratif seperti persetujuan layanan medis. NTT DATA juga sedang bekerja sama dengan Duke Health untuk membangun model interaktif berbasis GenAI yang bertujuan meningkatkan hasil pengobatan sambil mengurangi beban kerja tenaga kesehatan.

Walaupun dengan potensi manfaat ini, kekhawatiran terhadap pelanggaran privasi dan penyalahgunaan data kesehatan tetap tinggi. Sebanyak 91% pimpinan organisasi kesehatan merasa khawatir dengan risiko tersebut, dan hanya 42% dari mereka yang percaya bahwa sistem keamanan siber mereka dapat melindungi aplikasi GenAI saat ini dengan baik. Meski demikian, 87% responden menyatakan bahwa manfaat jangka panjang GenAI berada di atas risikonya, dan 59% berniat untuk melakukan investasi besar dalam dua tahun mendatang.

Kendala lainnya dalam penerapan GenAI yang bertanggung jawab juga muncul dari infrastruktur teknologi yang usang dan kesiapan data. Sebagian besar responden (91%) mengakui bahwa infrastruktur lama membatasi penggunaan GenAI secara efektif. Dalam hal ini, kualitas data dan kolaborasi dalam pengambilan keputusan dianggap sangat krusial untuk keberhasilan implementasi.

Dengan kemajuan yang pesat dalam teknologi kesehatan, potensi GenAI menawarkan peluang yang menarik bagi sektor ini. Namun, keberhasilan implementasinya akan bergantung pada kesiapan organisasi untuk mengatasi tantangan-tantangan yang ada, memastikan bahwa manfaat teknologi ini dapat diterima oleh semua pihak yang terlibat.

Terkait