Fenomena alam semesta yang unik dan ekstrem terjadi pada jenis bintang yang dikenal sebagai pulsar laba-laba, yaitu bintang neutron yang secara harfiah “memakan” bintang pendampingnya. Dinamai demikian karena perilakunya mengingatkan pada laba-laba betina yang kadang memakan pasangannya sendiri setelah kawin. Pulsar laba-laba ini menjadi topik penelitian penting dalam astrofisika untuk memahami evolusi bintang di galaksi kita.
Apa Itu Pulsar Laba-Laba?
Pulsar adalah inti padat hasil ledakan supernova dari bintang besar yang telah habis bahan bakarnya. Ukurannya sangat kecil, hanya sekitar 10 kilometer, namun memiliki massa yang sangat besar dengan kepadatan ekstrem. Pulsar berputar sangat cepat, bahkan bisa mencapai ratusan putaran per detik sembari memancarkan radiasi dan partikel berenergi tinggi.
Pulsar laba-laba adalah subjenis pulsar yang memiliki bintang pendamping bermassa kecil dan sangat dekat. Karena radiasi kuat dan angin partikel yang dipancarkan pulsar, bintang pendampingnya secara perlahan terkikis dan hancur. Proses ini mirip dengan fenomena laba-laba betina yang memakan pasangannya, sehingga nama “laba-laba” melekat pada jenis pulsar ini.
Jenis-Jenis Pulsar Laba-Laba
Para astronom mengelompokkan pulsar laba-laba ke dalam beberapa kategori berdasarkan karakteristik bintang pendampingnya:
- Redbacks: Memiliki bintang pendamping yang lebih besar namun masih lebih ringan dibandingkan pulsar.
- Black Widows: Mendampingi bintang berukuran sangat kecil, yang hampir musnah oleh radiasi pulsar.
- Huntsman dan Tidarren: Kelompok tambahan yang tidak sepenuhnya masuk dalam dua kategori utama, tapi juga menunjukkan perilaku agresif dalam sistem bintang ganda.
SpiderCat: Katalog Pulsar Laba-Laba Terlengkap
Penemuan dan pemetaan pulsar laba-laba saat ini didokumentasikan dalam sebuah basis data bernama SpiderCat. Dihimpun oleh tim ilmuwan dari Norwegian University of Science and Technology (NTNU), katalog ini memuat lebih dari 100 sistem pulsar laba-laba yang ada di Galaksi Bima Sakti, kecuali yang berada di gugus bola.
SpiderCat menyediakan data penting seperti kecepatan putar pulsar, periode orbit dua bintang, massa masing-masing komponen, serta spektrum cahaya yang dipancarkan mulai dari gelombang radio hingga sinar gamma. Informasi ini membantu para peneliti mengeksplorasi kondisi fisika ekstrem di sekitar bintang neutron.
Penemuan Pulsar Laba-Laba Terdekat
Tim LOVE-NEST dari NTNU berhasil mengidentifikasi salah satu kandidat pulsar laba-laba terdekat dari Bumi, yang jaraknya sekitar 659 parsec atau sekitar 2.149 tahun cahaya. Meskipun secara astronomi jarak ini relatif dekat, kehadiran pulsar laba-laba ini menunjukkan bahaya radiasi dan angin partikel yang dapat merusak lingkungan sekitarnya.
Fenomena Luar Biasa di Alam Semesta
Studi pulsar laba-laba tidak hanya membuka jendela baru untuk mempelajari dinamika bintang ganda, tetapi juga menambah pemahaman bagaimana materi bereaksi di bawah tekanan dan energi ekstrem. Salah satu contoh nyata adalah sisi bintang pendamping yang menghadap pulsar bisa mencapai suhu dua kali lipat daripada permukaan Matahari karena terpaan energi sangat besar dari pulsar.
Melalui proyek SpiderCat dan observasi lanjutan, para ilmuwan dapat mempelajari evolusi dari sistem bintang ini—bagaimana mereka lahir, berubah, dan akhirnya saling menelan sebagai bagian dari siklus hidup bintang secara keseluruhan. Fenomena ini sekaligus menggambarkan kekerasan namun juga keindahan yang tersembunyi di alam semesta, yang terus memicu rasa ingin tahu manusia akan rahasia kosmos.
Informasi dari katalog SpiderCat dan penelitian terkini ini juga menjadi dasar penting bagi pengembangan teknologi observasi serta interpretasi data astronomi, memperkuat posisi ilmu pengetahuan dalam mengurai misteri tentang asal-usul dan nasib bintang di galaksi kita.
Source: mediaindonesia.com
