Pintu Futures terus menghadirkan inovasi dengan meluncurkan dua fitur terbaru yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman dan keamanan trading derivatif kripto. Fitur Adjustable Leverage dan Initial Margin Buffer kini tersedia untuk pengguna Pintu Futures, memberikan fleksibilitas dan perlindungan lebih dalam mengelola risiko trading.
Adjustable Leverage memungkinkan pengguna mengatur leverage antara 1 sampai 25 kali lipat sesuai tingkat risiko dan strategi profit yang diinginkan. Fitur ini memberikan kendali penuh kepada trader dalam menentukan eksposur modal mereka agar lebih sesuai dengan profil risiko masing-masing. Dengan demikian, trader bisa mengoptimalkan potensi keuntungan tanpa harus mengorbankan keamanan saat menghadapi volatilitas pasar.
Adjustable Leverage: Fleksibilitas dalam Mengatur Risiko
Iskandar Mohammad, Head of Product Marketing Pintu, menjelaskan bahwa fitur ini diluncurkan setelah mendengarkan masukan dari komunitas pengguna. Leverage yang dapat diatur memberikan keleluasaan mengelola posisi trading secara lebih dinamis, sehingga pengguna tidak harus terjebak pada batas leverage tetap yang bisa berisiko tinggi.
Dengan kemampuan untuk menyesuaikan leverage, trader dapat dengan mudah mengubah eksposur modal saat kondisi pasar berubah. Hal ini juga memungkinkan pengguna untuk bereksperimen dengan strategi trading yang berbeda, dari yang konservatif hingga agresif, sesuai dengan tujuan investasi dan toleransi risiko mereka.
Initial Margin Buffer: Perlindungan Ekstra dari Risiko Likuidasi
Fitur kedua, Initial Margin Buffer, berfungsi untuk mengunci margin lebih banyak secara otomatis sebagai bantalan guna mengurangi risiko likuidasi. Dengan adanya buffer margin ini, posisi trading menjadi lebih terlindungi ketika terjadi pergerakan pasar yang tidak sesuai prediksi.
Buffer margin ini menjadi alat penting bagi trader yang ingin menghindari likuidasi mendadak dan kerugian besar, karena margin yang lebih ketat dapat menahan posisi saat harga aset turun secara drastis. Hal ini membantu menjaga akun trader tetap bertahan lebih lama di pasar dan memungkinkan strategi trading berlanjut dengan risiko yang lebih terkendali.
Fitur Pelengkap dan Tren Pertumbuhan Pintu Futures
Selain dua fitur unggulan tersebut, Pintu Futures sudah dilengkapi dengan berbagai fitur inovatif seperti Take Profit (TP), Stop Loss (SL), indikator margin, price protection, dan stop order. Fitur-fitur ini memberikan alat manajemen risiko yang lengkap agar trader dapat lebih siap menghadapi dinamika pasar derivatif kripto.
Pertumbuhan platform Pintu Futures juga sangat signifikan. Pada kuartal ketiga 2025, volume trading meningkat hampir 200 persen secara quarter-on-quarter (QoQ), diikuti dengan kenaikan pengguna aktif dan pengguna baru hingga 20 persen. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap perdagangan derivatif kripto di Indonesia.
Menurut data dari Bursa kripto CFX, transaksi derivatif kripto di Indonesia sejak September 2024 hingga September 2025 mencapai Rp73,8 triliun. Terdapat 192 kontrak derivatif yang dapat diperdagangkan, dengan lima kontrak terbanyak adalah BTCUSDT-PERP, ETHUSDT-PERP, SOLUSDT-PERP, PEPEUSDT-PERP, dan XRPUSDT-PERP.
Iskandar Mohammad mengingatkan bahwa perdagangan derivatif kripto mengandung risiko tinggi. Oleh karena itu, trader disarankan memahami konsep dasar trading, manajemen risiko, dan menggunakan dana yang tidak akan mengganggu kondisi keuangan jika terjadi kerugian. Pemahaman yang matang dan penggunaan fitur pengaman seperti Adjustable Leverage dan Initial Margin Buffer dapat membantu mengurangi risiko kegagalan dalam trading.
Dengan dua fitur ‘sakti’ ini, Pintu Futures menegaskan komitmennya untuk menyediakan layanan derivatif kripto yang lebih aman dan fleksibel bagi para trader Indonesia. Fitur-fitur tersebut membantu pengguna mengendalikan risiko dengan lebih baik sekaligus mengejar peluang profit dalam pasar yang sangat fluktuatif.
