PR Indonesia Dorong Produktivitas Tenaga Kerja Tingkatkan Daya Saing di ASEAN

Produktivitas tenaga kerja Indonesia masih menjadi tantangan utama dalam menghadapi persaingan di kawasan ASEAN. Data dari Asian Productivity Organization (APO) menunjukkan produktivitas tenaga kerja Indonesia belum mampu menyamai rata-rata negara ASEAN sehingga perlu langkah cepat dan terukur.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan upaya mempercepat produktivitas nasional tidak bisa dilakukan sendiri. Pemerintah, industri, akademisi, dan generasi muda harus aktif berkolaborasi untuk meningkatkan daya saing nasional secara sistematis.

Keterkaitan Produktivitas dengan Pertumbuhan Ekonomi

Menurut Yassierli, Gross Domestic Product (GDP) sangat terkait dengan tingkat produktivitas tenaga kerja. “Strategi paling efektif untuk meningkatkan GDP adalah melalui peningkatan produktivitas nasional secara sistematis,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Desember 2025.

Produktivitas yang meningkat mampu meningkatkan output ekonomi tanpa perlu menambah jumlah tenaga kerja. Hal ini menjadi penting di tengah percepatan transformasi digital dan ekonomi berbasis teknologi yang menuntut efisiensi dan inovasi.

Peran Reindustrialisasi dalam Meningkatkan Produktivitas

Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ilham Akbar Habibie, menggarisbawahi pentingnya reindustrialisasi sebagai upaya mempercepat transformasi industri nasional. Reindustrialisasi memfokuskan pada pembaruan teknologi, proses produksi, dan penguatan manufaktur untuk menaikkan produktivitas.

Menurut Ilham, Indonesia harus beralih dari sekadar menjadi pasar menjadi produsen yang mampu menciptakan nilai tambah dan membangun rantai pasok yang tangguh. "Daya saing ditingkatkan melalui kualitas produk dan efisiensi biaya,” ujarnya.

Inisiatif "Productivity Goes To Campus" sebagai Upaya Kolaboratif

Kementerian Ketenagakerjaan bersama Persatuan Insinyur Indonesia menggelar acara Productivity Goes To Campus. Kegiatan ini menyatukan insinyur, akademisi, dan pelaku industri untuk mengasah kompetensi tenaga kerja muda melalui berbagai rangkaian seperti:

  1. Productivity Workshop
  2. Research Paper Awards
  3. Productivity Champion
  4. Soft Skills Training

Acara ini bertujuan mendorong riset terapan dan kompetensi teknis maupun non-teknis agar generasi muda siap menghadapi tantangan produktivitas di dunia kerja modern.

Pemahaman Produktivitas yang Lebih Luas

Wiza Hidayat, Ketua Badan Keahlian Teknik Industri PII, menekankan bahwa produktivitas tidak sekadar soal output dan input. “Produktivitas mencakup nilai kebermanfaatan dan tujuan-tujuan strategis yang ingin dicapai,” jelasnya.

Pemahaman ini penting agar seluruh pemangku kepentingan bisa menyelaraskan langkah strategis untuk peningkatan daya saing dan keberlanjutan ekonomi nasional.

Sinergi Untuk Indonesia Emas 2045

Produktivitas yang meningkat menjadi fondasi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Melalui kolaborasi aktif antara pemerintah, industri, akademisi, dan generasi muda, produktivitas tenaga kerja diharapkan mampu mengejar dan bahkan melampaui rata-rata ASEAN.

Langkah-langkah strategis ini akan membantu memperkuat daya saing nasional dan mempercepat kemajuan ekonomi di era digital yang terus berubah. Produktivitas yang optimal menjadi kunci transformasi Indonesia dari pasar konsumsi menjadi negara produsen utama dengan nilai tambah tinggi.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button