Pertamina Hulu Energi Temukan Cadangan Migas Baru di Wilayah South Mahakam Kalimantan Timur

Pertamina Hulu Energi Temukan Sumber Migas Baru di South Mahakam Kaltim

Pertamina Hulu Energi (PHE) berhasil menemukan sumber daya baru minyak dan gas bumi (migas) melalui pengeboran sumur eksplorasi Metulang Deep (MDP)-1x. Sumur tersebut berada di wilayah lepas pantai (offshore) South Mahakam, Kalimantan Timur, yang merupakan area lapangan migas yang telah memasuki fase matang.

Direktur Eksplorasi PHE, Muharram Jaya Panguriseng, menjelaskan bahwa pengeboran ini merupakan bagian dari strategi Near Field Exploration. Strategi tersebut fokus pada pemanfaatan fasilitas yang sudah ada di lapangan migas terdekat untuk mempercepat produksi migas yang ditemukan. Temuan ini memperlihatkan Original Oil in Place (OOIP) sebesar sekitar 106 juta barel ekuivalen minyak (MMBOE).

Temuan sumur MDP-1x menjadi salah satu keberhasilan penting yang dicapai setelah PHE mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam pada awal tahun 2018. Sejak itu, enam sumur eksplorasi telah dibor dengan tingkat keberhasilan tinggi dan empat dari sumur tersebut berhasil menemukan cadangan migas. Hal ini menandakan potensi South Mahakam sebagai daerah yang masih memiliki peluang eksplorasi signifikan.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Sunaryanto, menegaskan bahwa eksplorasi migas merupakan kunci menjaga keberlanjutan energi nasional. Ia mengungkapkan bahwa pengembangan sumber daya dari MDP-1x akan diarahkan untuk meningkatkan produksi migas secara berkelanjutan. Hal itu sekaligus untuk memperkuat ketahanan energi di Kalimantan sekaligus meningkatkan rasio cadangan terhadap produksi (RtoP) di lingkungan Pertamina Hulu Indonesia.

Sumur MDP-1x telah dibor dengan kedalaman terukur hingga 4.260 meter dan menembus lapisan Formasi Yakin. Meski tekanan tinggi pada formasi Yakin membatasi pengeboran hingga sebagian lapisan, wilayah lapisan lain yang lebih dangkal seperti Sepinggan Carbonate Sequence (SCS) dan Sepinggan Deltaic Sequence (SDS) diidentifikasi memiliki potensi besar.

Hasil uji alir di zona Sepinggan Carbonate Sequence menunjukkan bahwa reservoir karbonat dan batu pasir di zona ini produktif. Dengan interval uji alir sepanjang 25,5 meter, sumur mampu menghasilkan sekitar 2.821 barel minyak per hari (BOPD) dan gas sebesar 5 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD). Temuan ini membuktikan bahwa lapangan migas tua yang dikelola dengan inovasi dan teknologi tepat masih dapat memberikan produktivitas signifikan.

Keberhasilan eksplorasi di South Mahakam ini merupakan bukti nyata bahwa penerapan konsep eksplorasi baru dapat membuka sumber daya migas tambahan. Selain memberikan kontribusi pada peningkatan lifting nasional, hasil temuan ini juga mendukung upaya Pertamina dalam mewujudkan swasembada dan ketahanan energi Indonesia.

Pengembangan sumur baru ini akan diprioritaskan untuk mempercepat produksi sehingga dapat segera dirasakan manfaatnya. Sinergi antara teknologi, tim eksplorasi yang solid, dan strategi Near Field Exploration menjadi faktor utama keberhasilan temuan migas baru di wilayah yang sudah berkembang ini. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Timur sebagai salah satu daerah vital dalam pencapaian target energi nasional berbasis migas.

Exit mobile version