Prospek Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Meski Hadapi Tantangan Global yang Kompleks

Di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global yang terus membayangi, perekonomian Indonesia diperkirakan tetap tumbuh stabil. Kondisi ini menunjukkan ketahanan ekonomi nasional yang lebih kuat dibandingkan banyak negara lain di dunia.

Great Institute menilai Indonesia sebagai anomali positif dalam dinamika ekonomi global saat ini. Walaupun berbagai krisis melanda dunia, Indonesia mampu menjaga laju pertumbuhan ekonominya di kisaran 5 persen.

Ketidakpastian global dipicu oleh beragam konflik geopolitik, seperti perang Rusia–Ukraina dan ketegangan antara Tiongkok dan Taiwan. Dampaknya juga diperkuat dengan fragmentasi perdagangan dunia, meningkatnya proteksionisme, serta risiko perubahan iklim yang mengkhawatirkan.

Selain itu, dinamika politik Amerika Serikat di Amerika Latin dan perseteruan di Laut China Selatan menambah ketidakpastian tersebut. Namun, pemerintah Indonesia dinilai berhasil menjaga kestabilan ekonomi melalui kepemimpinan yang konsisten dan kebijakan strategis.

Direktur Eksekutif Great Institute, Sudarto, menegaskan bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sangat berperan dalam menjaga konsistensi kebijakan ekonomi. Keberanian mengambil keputusan di tengah turbulensi global menjadi kunci untuk mempertahankan pertumbuhan nasional.

Beberapa program pemerintah juga mulai memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian. Misalnya, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau lebih dari 53 juta penerima, memperkuat rantai pasok pangan dan menciptakan peluang kerja baru.

Selain itu, pengembangan Koperasi Desa Merah Putih yang ditargetkan mencapai 82.000 unit pada tahun 2026 diharapkan menjadi dorongan utama pertumbuhan ekonomi desa. Program ini sekaligus berperan sebagai penopang penting bagi kinerja ekonomi nasional.

Great Institute memperkirakan bahwa dunia pada tahun 2026 akan tetap menghadapi ketidakpastian tinggi. Ketegangan geopolitik yang berlanjut dan kebijakan moneter ketat di negara-negara maju menyebabkan pelaku bisnis global cenderung bersikap hati-hati.

Meski demikian, Indonesia tetap menjadi salah satu titik terang stabilitas di tengah ketidakpastian internasional. Lembaga internasional memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berkisar di angka 5 persen dengan inflasi yang terkendali.

Proyeksi dari Great Institute menunjukkan angka pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 5,3 hingga 5,6 persen pada 2026. Angka ini mencerminkan optimisme terukur yang bergantung pada keberlanjutan stabilitas kebijakan dan efektivitas program pemerintah.

Faktor stabilitas politik dan kemampuan adaptasi ekonomi menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mempertahankan momentum pertumbuhan. Kondisi ini menjadikan Indonesia menarik sebagai pilihan bagi investor di tengah gejolak pasar global.

Dengan landasan tersebut, Indonesia diperkirakan dapat terus memperkuat posisi ekonominya dan memanfaatkan peluang di era ketidakpastian global. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan ekosistem bisnis lokal menjadi agenda utama pemerintah ke depan.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com
Exit mobile version