Indonesia menjadi magnet utama investasi asing di kawasan Asia pada tahun 2025. Total realisasi investasi mencapai Rp 1.931,2 triliun, melampaui target pemerintah sebesar Rp 1.905 triliun, atau setara 101,3%. Data ini diungkapkan langsung oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani.
Kontribusi terbesar berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 1.030 triliun. Sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp 900 triliun. Salah satu faktor kunci keberhasilan ini adalah peran aktif negara-negara Asia yang rajin menanamkan modalnya di Indonesia.
1. Singapura, Pemimpin Investasi Terbesar
Singapura tetap menjadi investor nomor satu dengan nilai investasi mencapai sekitar US$ 17,4 miliar atau setara Rp 293,6 triliun. Menteri Rosan menegaskan sektor utama pilihan investor Singapura adalah industri logam dasar dan barang logam. Selain itu, sektor jasa, transportasi, industri makanan, dan pertambangan juga menerima aliran modal signifikan dari Singapura.
2. Hong Kong, Penanam Modal Kedua Besar
Posisi kedua ditempati oleh Hong Kong yang menginvestasikan dana sekitar US$ 10,6 miliar di berbagai sektor ekonomi Indonesia. Investasi dari Hong Kong ini menunjukkan semakin kuatnya hubungan ekonomi kedua wilayah dan kepercayaan investor terhadap potensi pasar Indonesia.
3. China, Pemain Investasi Strategis
China menempati peringkat ketiga dengan nilai investasi mencapai US$ 7,5 miliar. Investasi China bervariasi di berbagai bidang yang strategis bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, menguatkan sinergi kedua negara dalam kerjasama ekonomi dan perdagangan.
4. Malaysia, Investor Regional yang Konsisten
Malaysia berada di urutan keempat dengan total investasi sebesar US$ 4,5 miliar. Kedekatan geografis dan budaya menjadi faktor yang mendukung Malaysia dalam menanamkan modal di sektor-sektor yang menguntungkan di Indonesia.
5. Jepang, Investasi Stabil di Indonesia
Jepang melengkapi lima besar investor asing tertinggi di Indonesia dengan nilai investasi Rp 3,1 miliar. Jepang secara konsisten berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur dan manufaktur di Tanah Air, memperkuat kemitraan ekonomi bilateral.
Kelima negara tersebut berasal dari kawasan Asia dan mendominasi nilai investasi asing yang masuk ke Indonesia sepanjang tahun 2025. Investasi ini tidak hanya memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan. Secara keseluruhan, pencapaian ini menunjukkan optimisme dan daya tarik Indonesia sebagai lokasi investasi yang menjanjikan di kawasan Asia Tenggara.
Menanggapi perkembangan ini, pemerintah terus mendorong iklim investasi yang kondusif. Upaya perbaikan regulasi dan penyederhanaan perizinan dilakukan agar investor dapat menanamkan modal dengan lebih mudah dan nyaman. Hal ini diharapkan mengakselerasi laju pertumbuhan ekonomi nasional ke depannya.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com