Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada perdagangan Sabtu, 17 Januari 2026. Penurunan ini terjadi seiring dengan turunnya harga emas yang juga terus melandai sejak dua hari terakhir.
Perak tercatat turun sebesar Rp 600 per gram, menjadi Rp 56.200 per gram dari posisi sebelumnya Rp 56.800 per gram. Penurunan harga ini menunjukkan adanya korelasi positif antara pergerakan harga emas dan perak di pasar logam mulia nasional.
Perak Batangan Antam dan Ketersediaannya
Antam menawarkan perak batangan dalam dua varian, yakni silver bar 250 gram dengan minting yang memiliki finishing halus dan silver bar 500 gram dalam bentuk klasik. Namun, pada perdagangan pagi ini, kedua produk perak batangan tersebut tercatat belum tersedia di laman resmi Logam Mulia Antam. Hal ini bisa menjadi indikasi permintaan yang cukup tinggi atau distribusi produk yang sedang mengalami penyesuaian.
Harga Emas Antam yang Turun Signifikan
Selain perak, harga emas Antam pun turun cukup signifikan sebesar Rp 6.000 per gram, melemah dari rekor tertingginya pada Kamis (15 Januari 2026) yang mencapai Rp 2.675.000 per gram. Saat ini, harga emas Antam berada di level Rp 2.663.000 per gram. Penurunan berturut-turut selama dua hari ini menunjukkan adanya tekanan jual di pasar emas dalam jangka pendek.
Faktor Pendukung dan Dampak Penurunan Harga
Koreksi harga emas dan perak ini didorong oleh perubahan sentimen pasar global, di mana pelaku pasar menyesuaikan portofolio investasi mereka. Selain itu, kebijakan ekonomi dan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut memengaruhi harga logam mulia ini.
Penurunan harga emas dan perak memiliki beberapa implikasi, antara lain:
- Menurunnya daya tarik logam mulia sebagai aset safe haven jangka pendek.
- Peluang beli (buying opportunity) bagi investor yang ingin menambah kepemilikan emas dan perak pada harga lebih rendah.
- Dampak pada pasar perhiasan dan industri yang menggunakan perak dan emas sebagai bahan baku.
Pergerakan harga emas dan perak ini perlu terus dipantau karena logam mulia merupakan instrumen penting dalam diversifikasi investasi dan perlindungan nilai kekayaan.
Bagi konsumen dan investor yang ingin membeli logam mulia Antam, penurunan harga hari ini dapat menjadi kesempatan strategis. Namun, tetap disarankan untuk memperhatikan perkembangan pasar global dan sentimen ekonomi sebelum mengambil keputusan pembelian.
Dengan pergerakan harga emas dan perak yang masih fluktuatif, penting untuk membangun strategi investasi yang matang dan mempertimbangkan faktor risiko serta peluang yang ada. Antam sebagai produsen utama logam mulia di Indonesia tetap menjadi acuan harga penting yang diikuti oleh pelaku pasar.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com