Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyatakan bahwa perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah hingga akhir 2027 berpotensi meningkatkan premi asuransi properti secara signifikan. Insentif ini mendorong transaksi rumah tapak dan rumah susun di segmen menengah yang menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan premi di sektor ini.
Menurut Ketua Umum AAUI, Budi Herawan, premi asuransi properti merupakan kontributor terbesar dalam industri asuransi umum hingga kuartal III 2025, yaitu sekitar 29% dari total premi industri. Selain hunian residensial, cakupan asuransi properti juga mencakup sektor komersial dan industri seperti pabrik, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, dan fasilitas usaha lainnya. Kebijakan PPN DTP ini diharapkan dapat memacu aktivitas di berbagai segmen properti tersebut.
Dampak Perpanjangan PPN DTP terhadap Pertumbuhan Premi
Pemberian PPN DTP untuk pembelian rumah tapak dan satuan rumah susun diberikan dengan kuota 40.000 unit per tahun. Dengan demikian, hingga Desember 2027 pemerintah membebaskan pengenaan PPN untuk pembelian total 80.000 unit rumah komersial. Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, kebijakan ini tidak hanya mendorong sektor properti, tetapi juga memberikan efek positif pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Budi Herawan menjelaskan bahwa dorongan tersebut akan berdampak pada peningkatan kebutuhan perlindungan asuransi properti secara bertahap, seiring dengan proses transaksi dan serah terima properti yang direalisasikan. Hal ini membuka peluang bagi perusahaan asuransi untuk memperkuat kerja sama dengan ekosistem properti dan lembaga pembiayaan.
Strategi Perusahaan Asuransi Menanggapi Peluang
AAUI mendorong penguatan integrasi antara perusahaan asuransi, perbankan, dan pengembang properti agar dapat mengoptimalkan potensi pasar yang terbuka. Strategi optimal meliputi:
- Penguatan kerja sama dengan perbankan dalam skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan asuransi properti.
- Kolaborasi erat dengan pengembang untuk memperkuat penetrasi produk asuransi di segmen rumah tapak dan rumah susun.
- Pemanfaatan kanal digital sebagai sarana distribusi untuk menjangkau pasar lebih luas dan efisien.
Strategi ini diharapkan juga dapat menciptakan sinergi yang mempercepat adaptasi pasar dan meningkatkan volume premi secara berkelanjutan.
Manajemen Risiko sebagai Fokus Utama
Budi Herawan mengingatkan bahwa peningkatan premi harus didukung pengelolaan risiko yang memadai agar pertumbuhan tetap sehat dan berkelanjutan. Risiko utama dalam asuransi properti masih didominasi oleh bencana alam seperti banjir, gempa bumi, dan kebakaran yang kerap meningkat akibat perubahan iklim dan urbanisasi pesat.
Pengelolaan risiko tersebut dilakukan melalui beberapa langkah penting, antara lain:
- Seleksi risiko dan penetapan syarat pertanggungan secara ketat.
- Penerapan deductible untuk mengontrol klaim kecil yang berisiko tinggi.
- Penguatan perlindungan reasuransi sebagai mitigasi risiko besar.
- Pemanfaatan data historis dan pemetaan risiko geografis dalam proses underwriting.
Upaya tersebut bertujuan menjaga rasio klaim tetap sehat agar modal perusahaan tetap kuat.
Prospek Asuransi Properti di Tahun 2026 dan Seterusnya
AAUI memproyeksikan prospek asuransi properti pada tahun 2026 tetap positif dan stabil, didukung oleh kebijakan pemerintah di sektor perumahan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Permintaan perlindungan aset diperkirakan makin meningkat seiring bertambahnya nilai properti yang diasuransikan.
Meski begitu, pertumbuhan premi ke depan diprediksi lebih moderat dan selektif. Fokus utama bukan hanya pada volume premi, tetapi juga keseimbangan antara pertumbuhan dan manajemen risiko yang efektif agar industri tetap sehat dan berkelanjutan. Hal ini penting agar asuransi properti tetap menjadi kontributor utama pendapatan premi dalam industri asuransi umum.
Perpanjangan insentif PPN DTP menjadi sinyal positif bahwa sektor properti akan terus tumbuh dan berkembang. Kondisi ini membuka peluang bagi perusahaan asuransi untuk mengoptimalkan portofolio asuransi properti sambil tetap mengelola risiko secara prudent di tengah tantangan iklim dan dinamika pasar.
Baca selengkapnya di: finansial.bisnis.com