Harga Minyak Tertekan Geopolitik dan Stok AS, Dampak Langsung ke Pasar Global

Harga minyak dunia mengalami penurunan pada Kamis, 22 Januari 2026, setelah sebelumnya sempat menguat dalam dua sesi berturut-turut. Penurunan ini dipengaruhi oleh meredanya ketegangan geopolitik serta perhatian pasar terhadap prospek pasokan dan permintaan minyak secara global.

Minyak mentah Brent turun sebesar US$ 1,07 atau 1,6% ke level US$ 64,17 per barel. Di sisi lain, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak bulan Maret melemah US$ 1,02 atau 1,7%, menjadi US$ 59,60 per barel. Penurunan ini sekaligus membalikkan kenaikan sebelumnya yang dipicu oleh gangguan produksi di Kazakhstan.

Sebelumnya, sebuah gangguan distribusi listrik memaksa ladang minyak utama di Kazakhstan, yakni Tengiz dan Korolev, untuk berhenti beroperasi sementara. Kejadian ini telah mendukung kenaikan harga minyak sekitar 0,4% pada awal sesi perdagangan, melanjutkan kenaikan 1,5% sehari sebelumnya. Namun, kondisi ini tidak bertahan setelah sikap Amerika Serikat mulai melunak.

Pasar menanggapi positif pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang mengurangi ancaman terkait Greenland dan Iran. Trump menyatakan bahwa AS tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk mengambil alih Greenland dan menarik kembali ancaman tarif kepada sekutu Eropa. Pernyataan ini mengurangi ketegangan geopolitik yang sebelumnya menjadi faktor penekan harga.

Menurut Ole Hansen, Kepala Analis Komoditas Saxo Bank, risiko pasar minyak menurun karena berkurangnya premi risiko dari isu Greenland dan potensi gangguan pasokan dari Iran. Hansen menyampaikan bahwa dengan melemahnya ketegangan tersebut, pasar kini lebih fokus pada faktor fundamental permintaan dan penawaran.

Analis dari IG, Tony Sycamore, memperkirakan harga minyak akan stabil di kisaran US$ 60 per barel karena sentimen geopolitik yang mereda ini. Namun, Sycamore menegaskan bahwa pergerakan harga tetap bergantung pada dinamika pasar global, termasuk keputusan produsen OPEC+ dan data persediaan minyak mentah di Amerika Serikat.

Terkait stok minyak AS, data terbaru menunjukkan adanya peningkatan persediaan minyak mentah yang memberikan tekanan tambahan pada harga minyak. Kenaikan stok biasanya mengindikasikan pasokan melebihi permintaan, sehingga membuat harga cenderung turun.

Berikut ini adalah faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga minyak saat ini:

1. Meredanya ketegangan geopolitik antara AS dan Greenland serta Iran.
2. Gangguan produksi di ladang minyak Kazakhstan yang bersifat sementara.
3. Kenaikan stok minyak mentah di Amerika Serikat.
4. Sentimen pasar yang lebih fokus pada kondisi fundamental pasokan dan permintaan global.
5. Pendekatan kebijakan dari produsen OPEC+ dalam mengatur produksi minyak.

Dengan beragam faktor tersebut, pergerakan harga minyak diperkirakan masih akan mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dan data ekonomi dunia. Pelaku pasar diminta terus memantau keadaan global, terutama kebijakan negara produsen besar dan perubahan stok minyak mentah untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang arah harga minyak ke depan.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button