Bitcoin Turun, Portofolio Michael Saylor Alami Kerugian Signifikan: Analisis Terbaru

Harga Bitcoin kembali mengalami tekanan signifikan yang memengaruhi pasar aset kripto global. Pada Rabu, 4 Februari 2026, harga Bitcoin (BTC) tercatat turun 3,50 persen dalam 24 jam terakhir, mencapai posisi USD76.200 atau sekitar Rp1,27 miliar per koin. Penurunan ini terjadi setelah BTC sempat menyentuh level terendah selama 15 bulan terakhir di angka USD73.000.

Dominasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran 59,65 persen, sementara total kapitalisasi pasar aset kripto global turun 3,50 persen menjadi sekitar USD2,54 triliun. Penurunan harga Bitcoin ini juga menandai level terendah sejak April 2025 dan koreksi terparah sejak kemenangan Donald Trump di masa lalu.

Portofolio Michael Saylor Tekanan

Penurunan harga Bitcoin memberikan dampak besar terhadap portofolio investasi Michael Saylor, salah satu figur penting di dunia kripto. Portofolio miliknya kini berada di bawah garis rata-rata pembelian, yaitu USD76.052 per BTC. Ini berarti portofolio dengan nilai total sebesar USD54,26 miliar mengalami floating loss sekitar USD750 juta atau setara Rp12,5 triliun. Kerugian ini menjadi salah satu tekanan terbesar pada investor besar di pasar kripto global.

Selain itu, volatilitas pasar yang cukup tinggi memicu likuidasi besar-besaran hingga mencapai USD756,53 juta dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Dari total likuidasi tersebut, USD553,20 juta berasal dari posisi long yang gagal, sementara posisi short terkena likuidasi sebesar USD203,33 juta. Kondisi ini menggambarkan kepanikan dan ketidakpastian yang melanda banyak pelaku pasar.

Dinamika Intrumen Investasi Domestik dan Institusional

Meski pasar spot Bitcoin tertekan, instrumen Bitcoin Spot ETF menunjukkan tanda pemulihan yang menjanjikan. Pada akhir Januari, Bitcoin Spot ETF mengalami rekor outflow mingguan terbesar sebesar USD1,49 miliar. Namun, memasuki awal Februari, terjadi net inflow harian sebesar USD561,89 juta yang menjadi arus masuk terbesar dalam sepekan terakhir. Ini menandakan bahwa minat beli dari investor institusional mulai kembali meskipun sentimen pasar masih dalam tahap konsolidasi pasca penurunan tajam.

Proyeksi Pergerakan Harga Bitcoin dan Ethereum

Berdasarkan data terbaru, para analis memperkirakan harga Bitcoin akan bergerak di rentang USD76.000 hingga USD79.000 dalam waktu dekat. Sementara itu, Ethereum berpotensi bergerak di kisaran USD2.300 hingga USD2.400, mengikuti kecenderungan umum pasar aset kripto yang masih cukup volatil.

Secara umum, tekanan harga Bitcoin memberikan efek domino terhadap portofolio besar dan memicu aktivitas likuidasi di berbagai sektor pasar kripto. Namun, tanda-tanda pemulihan investor institusional lewat Bitcoin Spot ETF menunjukkan adanya peluang stabilisasi dalam jangka menengah. Para pelaku pasar diimbau untuk tetap waspada terhadap volatilitas yang masih tinggi dan melakukan diversifikasi portofolio guna mengurangi risiko lebih lanjut.

Baca selengkapnya di: www.medcom.id
Exit mobile version