Tokio Marine Life Insurance menyatakan bahwa produk asuransi kesehatan mereka saat ini banyak diminati oleh masyarakat usia produktif, khususnya kelompok usia akhir 30-an hingga 40 tahun ke atas. Segmen ini dinilai memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan kondisi finansial yang lebih stabil untuk perlindungan diri dan keluarga.
Menurut Alexander Mahendrawan, SVP Marketing & Corporate Planning Tokio Marine Life, kelompok usia tersebut semakin menyadari risiko kesehatan yang mungkin terjadi dan siap mengantisipasi melalui asuransi. Hal ini turut mendorong pertumbuhan bisnis asuransi kesehatan perusahaan, terutama dalam segmen asuransi kesehatan kumpulan.
Dari data internal Tokio Marine Life, jenis klaim yang paling sering diajukan adalah layanan rawat inap (inpatient) dan disusul oleh klaim rawat jalan (outpatient). Perusahaan secara berkala mengevaluasi portofolio dan melakukan penyesuaian harga secara selektif agar produk tetap berkelanjutan tanpa mengabaikan hak nasabah sesuai ketentuan polis yang berlaku.
Untuk menjaga keseimbangan rasio klaim, Tokio Marine Life mengembangkan produk dengan fitur seperti co-sharing, deductible, dan no-claim discount. Mekanisme ini mendorong nasabah menggunakan manfaat secara bertanggung jawab, sambil tetap memperoleh perlindungan dan pelayanan berkualitas.
Selain itu, perusahaan aktif meningkatkan literasi kesehatan melalui kerja sama dengan 11 grup rumah sakit. Layanan juga didukung oleh lebih dari 8.000 institusi kesehatan rekanan demi menjamin kemudahan akses dan efisiensi biaya perawatan bagi nasabah.
Tantangan utama dalam pemasaran asuransi kesehatan yang dihadapi perusahaan adalah kecenderungan overutilization layanan kesehatan dan inflasi medis yang tinggi. Kedua faktor tersebut meningkatkan rasio klaim dan menuntut perusahaan untuk tetap menjaga keterjangkauan premi serta keberlanjutan produk sekaligus memenuhi hak pemegang polis.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mencatat peningkatan klaim asuransi kesehatan yang perlu dikelola dengan hati-hati. Pada November 2025, klaim asuransi kesehatan tercatat mencapai Rp22,10 triliun dengan rasio klaim sebesar 71,66%. OJK terus mendorong perusahaan asuransi memperkuat manajemen risiko, pencadangan yang cukup, dan menjaga kualitas layanan untuk memastikan kinerja industri tetap berkelanjutan.
Tokio Marine Life menjadi salah satu contoh perusahaan yang berkomitmen meningkatkan perlindungan kesehatan dan edukasi masyarakat. Penyesuaian produk dan kerja sama dengan banyak institusi kesehatan menunjukkan langkah strategis dalam menghadapi tantangan industri dan kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat usia 30-40 tahun terhadap pentingnya asuransi kesehatan akan terus menjadi faktor penggerak pertumbuhan pasar asuransi kesehatan di Indonesia ke depan. Perusahaan asuransi dituntut untuk inovatif dan responsif menjaga keseimbangan antara pelayanan optimal dan keberlanjutan produk demi kepuasan pelanggan.
Baca selengkapnya di: finansial.bisnis.com