Total Emisi Obligasi dan Sukuk Capai Triliunan Rupiah, Dorong Pasar Modal Makin Bergairah

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan total nilai emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang tahun 2026 telah mencapai Rp 15,71 triliun. Data ini berasal dari 20 emisi yang diterbitkan oleh 13 emiten berbeda hingga periode 20 Februari 2026.

Salah satu penerbitan terbaru yang dicatatkan adalah obligasi berkelanjutan I Energi Mega Persada tahap II tahun 2026. Obligasi ini memiliki pokok sebesar Rp 1,15 triliun dan mendapatkan rating idA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Wali amanat atas obligasi tersebut dijalankan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Detail Pencapaian Emisi Obligasi dan Sukuk 2026
BEI mencatat kenaikan jumlah emisi obligasi dan sukuk yang terdaftar secara konsisten. Sampai 20 Februari 2026, total pencatatan mencapai:

  1. 20 emisi obligasi dan sukuk
  2. 13 emiten penerbit
  3. Total nilai Rp 15,71 triliun

Pencatatan obligasi dan sukuk ini menambah portofolio yang sudah ada di BEI. Secara kumulatif, hingga saat ini tercatat sebanyak 672 emisi dengan total nilai nominal outstanding sebesar Rp 549,76 triliun dan tambahan US$ 134,01 juta. Jumlah emiten yang telah menerbitkan efek ini mencapai 133 perusahaan.

Surat Berharga Negara dan Efek Beragun Aset di BEI
Selain obligasi korporasi, BEI juga mencatat kinerja dari instrumen lain yang berperan penting dalam pasar modal. Surat Berharga Negara (SBN) yang terdaftar telah mencapai 190 seri dengan nilai nominal sebesar Rp 6.674,24 triliun dan US$ 352,10 juta.

Sementara itu, untuk efek beragun aset (EBA), BEI melaporkan tujuh emisi dengan total nilai Rp 3,69 triliun. Kontribusi berbagai instrumen ini memperkuat likuiditas dan diversifikasi pasar modal Indonesia.

Perkembangan emisi obligasi dan sukuk di BEI menunjukkan daya tarik instrumen pendanaan ini bagi perusahaan. Rating yang baik seperti idA+ pada obligasi Energi Mega Persada mencerminkan kepercayaan pasar terhadap kualitas kredit penerbit dan manajemen risiko yang aman.

Kondisi tersebut memberikan indikasi positif bagi investor maupun penerbit dalam memanfaatkan obligasi dan sukuk sebagai sarana pembiayaan. Dengan nilai emisi yang terus bertambah, pasar obligasi dan sukuk di Indonesia diharapkan mampu tumbuh lebih signifikan pada tahun-tahun mendatang.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com
Exit mobile version