CEO Maskapai Diharapkan Pantau Ketat Penerbangan Jelang Periode Mudik Ramai

Author: Qoo Media

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta para CEO maskapai penerbangan untuk mengutamakan aspek keselamatan dalam operasional penerbangan menjelang mudik 2026. Permintaan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya pengawasan ketat agar aktivitas penerbangan selama periode puncak angkutan Lebaran berjalan aman dan lancar.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa, menegaskan bahwa pimpinan tertinggi maskapai memiliki tanggung jawab langsung dalam memastikan efektivitas sistem keselamatan di organisasinya. Lukman mengingatkan, keselamatan bukan hanya tugas regulator atau safety manager, melainkan tanggung jawab penuh CEO dalam setiap pengambilan keputusan bisnis dan operasional maskapai.

Penguatan Budaya Pelaporan dan Pengelolaan Risiko

Lukman juga menyoroti pentingnya membangun budaya pelaporan yang terbuka dan transparan di lingkungan maskapai. Selain itu, pengelolaan risiko berbasis data menjadi kunci utama dalam mencegah potensi insiden selama masa angkutan Lebaran. Pendekatan ini diharapkan dapat mendeteksi dan mengatasi masalah keselamatan secara proaktif sebelum berdampak pada operasional penerbangan.

Dalam konteks ini, Kemenhub akan memperkuat mekanisme pengawasan berdasarkan indikator Effective Implementation (EI) yang diterapkan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO). Hal ini sesuai dengan target pada Rencana Keselamatan Penerbangan Nasional 2024–2026 yang menjadi pedoman peningkatan standar operasional dan keselamatan nasional.

Prioritas Keselamatan dalam Mendukung Mobilitas dan Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Perhubungan Dudy Purwanto juga menegaskan bahwa keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama pemerintah sekaligus strategi untuk menjaga konektivitas antardaerah. Kebijakan ini bertujuan mendukung pertumbuhan perekonomian nasional melalui pelayanan transportasi udara yang andal dan aman.

Program keselamatan penerbangan ini sejalan dengan visi Asta Cita Kabinet Merah Putih, yang menargetkan Indonesia sebagai negara maju dengan konektivitas nasional kuat dan pelayanan publik berkualitas. Pemerintah meminta semua pihak terkait, khususnya pimpinan maskapai, untuk berkomitmen penuh menjalankan protokol keselamatan secara konsisten di semua lini.

Langkah Strategis yang Harus Dijalankan CEO Maskapai

  1. Menjamin pelaksanaan sistem manajemen keselamatan secara efektif pada setiap tingkatan organisasi.
  2. Mendorong keterbukaan pelaporan insiden dan potensi bahaya untuk evaluasi berkelanjutan.
  3. Menggunakan data dan analisa risiko sebagai dasar pengambilan keputusan operasional.
  4. Berkoordinasi erat dengan otoritas penerbangan dan regulator dalam pengawasan keselamatan.
  5. Mengedukasi seluruh karyawan dan awak pesawat mengenai standar keselamatan tertinggi.

Dengan keterlibatan langsung CEO dalam pengawasan keselamatan, diharapkan potensi gangguan teknis atau insiden penerbangan dapat diminimalisasi. Strategi ini turut memperkuat kepercayaan masyarakat dalam menggunakan moda transportasi udara selama mudik 2026.

Pemerintah dan stakeholder penerbangan berkomitmen menjaga standar keselamatan sebagai pondasi utama mobilitas udara yang aman dan handal. Dukungan aktif dari pimpinan maskapai menjadi krusial untuk mengelola tantangan di lapangan, sehingga mudik dan arus balik Lebaran dapat terselenggara optimal tanpa mengorbankan faktor keselamatan.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com
Terbaru