Tertarik Peugeot 405 Bekas, Jangan Abaikan Cooling Fan dan Head Mesin Ini

Author: Qoo Media

Peugeot 405 bekas masih menarik perhatian penggemar sedan Eropa di Indonesia karena menawarkan kenyamanan dan karakter berkendara khas mobil Perancis. Harganya yang relatif terjangkau juga membuat model ini tetap dilirik di pasar mobil bekas.

Namun, usia kendaraan yang sudah tidak muda membuat pemeriksaan sebelum membeli menjadi sangat penting. Pada Peugeot 405, ada dua titik yang patut mendapat perhatian lebih karena berkaitan langsung dengan risiko mesin mudah panas.

Hadi Taruna, pemilik EngineBlock Autoworks, menyebut mesin Peugeot 405 pada dasarnya cukup simpel dibanding mobil modern. Sistemnya masih mengandalkan injeksi elektronik dengan banyak komponen mekanis, sehingga belum terlalu kompleks dari sisi elektronik.

Kesederhanaan itu bukan berarti calon pembeli bisa lengah. Justru fokus pemeriksaan awal sebaiknya diarahkan pada sistem pendingin dan kondisi mesin, terutama pada unit yang sudah beredar lama di pasar.

Dua bagian yang wajib dicek

Bagian pertama yang perlu diperiksa adalah sistem kelistrikan cooling fan. Komponen ini penting karena kerja kipas pendingin sangat menentukan kestabilan suhu mesin saat mobil digunakan.

Menurut Hadi, calon pembeli perlu melihat apakah sistem kelistrikan cooling fan masih dalam kondisi baik atau sudah pernah dijumper. Pemeriksaan ini penting karena sistem pendinginan yang tidak bekerja optimal dapat memicu kenaikan suhu mesin dan mempercepat kerusakan komponen lain.

Bagian kedua yang menjadi sorotan adalah head mesin. Pada Peugeot 405, terutama varian STI, kondisi kepala silinder disebut menjadi titik yang paling sering bermasalah.

Hadi menilai banyak unit yang kini mengalami keropos pada bagian head. Kondisi ini perlu dicermati karena bisa berdampak pada performa mesin dan potensi overheat saat mobil dipakai.

Masalah pada head mesin sering kali berkaitan dengan riwayat perbaikan sebelumnya. Ada unit yang sudah mengalami proses penyisipan atau perataan, sehingga ketebalan head berkurang dan mesin berpotensi lebih mudah panas.

Karena itu, calon pembeli tidak cukup hanya memeriksa tampilan luar atau mendengar suara mesin saat mobil diam. Riwayat perbaikan mesin juga perlu ditanyakan secara rinci kepada pemilik sebelumnya.

Tes jalan jangan dilewatkan

Pemeriksaan Peugeot 405 bekas sebaiknya selalu dilanjutkan dengan tes jalan. Langkah ini penting untuk melihat bagaimana suhu kerja mesin saat mobil benar-benar digunakan.

Saat tes jalan, perhatian utama perlu diarahkan pada indikator temperatur. Hadi menyarankan suhu mesin tetap berada dalam rentang normal dan tidak melewati 90 derajat Celcius.

Bila temperatur sudah melewati angka tersebut, kondisi itu bisa menjadi indikasi adanya masalah. Sumbernya bisa berasal dari sistem pendinginan yang tidak optimal atau dari kondisi head mesin yang sudah tidak prima.

Tes jalan juga memberi kesempatan untuk menilai kesehatan mesin secara lebih utuh. Selain temperatur, calon pembeli bisa memeriksa respons mesin selama berjalan dan melihat apakah ada gejala yang mengarah pada gangguan mekanis.

Pemeriksaan dasar tetap penting

Di luar dua titik utama tadi, pemeriksaan umum tetap tidak boleh diabaikan. Kebocoran oli menjadi salah satu hal dasar yang perlu dicek sejak awal.

Suara mesin juga perlu didengarkan dengan saksama. Jika terdengar tidak wajar, calon pembeli sebaiknya lebih berhati-hati sebelum mengambil keputusan.

Hadi menegaskan bahwa perhatian terbesar saat membeli Peugeot 405 tetap berada pada kondisi head mesin dan riwayat perbaikannya. Korosi pada bagian ini disebut banyak ditemukan pada unit yang usianya sudah cukup lanjut.

Karena itu, pertanyaan soal apakah mesin pernah turun atau belum menjadi penting. Jawaban pemilik mengenai perbaikan yang pernah dilakukan bisa membantu memberi gambaran tentang kondisi aktual mobil.

Varian yang banyak ditemui

Peugeot 405 STI hadir dalam beberapa varian di Indonesia. Untuk mesin 1.900 cc berkode L09, model ini menggunakan material aluminium dan dipasarkan sekitar 1994.

Sementara itu, varian berkode L110 memakai mesin 2.000 cc. Varian ini dipasarkan pada periode 1995 sampai 1997.

Menurut Hadi, unit yang paling banyak digunakan atau ditemui di pasar umumnya adalah varian mesin 2.000 cc. Informasi ini bisa membantu calon pembeli saat mulai menyaring pilihan unit yang tersedia.

Dengan karakter mesin yang relatif sederhana, Peugeot 405 bekas masih bisa menjadi pilihan menarik bagi pencinta sedan Eropa. Meski begitu, pemeriksaan pada cooling fan, temperatur kerja mesin, serta kondisi dan riwayat head mesin tetap menjadi kunci sebelum transaksi dilakukan.

Source: otomotif.kompas.com
Terbaru