Samsung disebut sedang menyiapkan peningkatan layar yang cukup penting untuk salah satu ponsel lipat terbarunya. Bocoran terbaru mengarah pada penggunaan lapisan Ultra Thin Glass yang jauh lebih tebal pada model Wide Fold, sebuah perubahan yang dinilai bisa membantu mengurangi tampilan lipatan di layar.
Informasi ini menarik karena kendali terhadap crease atau bekas lipatan masih menjadi salah satu tantangan terbesar di kategori ponsel lipat. Jika pendekatan baru ini berhasil, Samsung bukan hanya memperbaiki tampilan panel, tetapi juga berpotensi meningkatkan daya tahan perangkat untuk pemakaian harian.
Menurut laporan ZDNet Korea, Samsung akan memakai lapisan Ultra Thin Glass setebal sekitar 60 mikrometer pada Wide Fold. Ketebalan itu lebih tinggi dibanding solusi yang dipakai di sejumlah model lipat Samsung sebelumnya.
Lapisan kaca yang lebih tebal disebut dapat membuat garis lipatan menjadi kurang terlihat. Selain itu, lapisan ini juga dinilai bisa meningkatkan ketahanan terhadap tekanan dari luar dan keausan sehari-hari.
Wide Fold Jadi Model Eksperimen Baru
Wide Fold disebut akan hadir bersama Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8 dalam lini ponsel lipat Samsung tahun ini. Model ini dikabarkan mengusung bodi yang lebih lebar dan lebih pendek daripada Galaxy Z Fold 8, sehingga membentuk desain mirip paspor.
Samsung tampaknya tidak langsung menerapkan teknologi UTG yang lebih tebal ini ke seluruh lini. Laporan tersebut menyebut perusahaan hanya menyiapkannya untuk Wide Fold, sementara Galaxy Z Fold 8 disebut tetap memakai solusi 45 mikrometer seperti generasi Fold terbaru.
Langkah itu menunjukkan Samsung mungkin ingin menguji implementasi baru pada satu produk lebih dulu. Pendekatan semacam ini memberi ruang bagi perusahaan untuk melihat respons pasar sebelum membawa teknologi yang sama ke model lain.
Pengamat industri menilai Wide Fold bisa menjadi semacam uji coba awal untuk arah baru ponsel lipat Galaxy. Jika respons setelah peluncuran dinilai positif, Samsung disebut dapat memperluas penggunaan kaca yang lebih tebal ini ke Galaxy Z Fold 9 dan model masa depan lainnya.
Arah Strategi Samsung Berubah
Dalam beberapa generasi awal, Samsung sempat bergerak ke lapisan UTG yang lebih tipis. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan perusahaan perlahan kembali ke desain kaca yang lebih tebal.
UTG yang lebih tipis memang punya keunggulan dalam menahan lipatan berulang. Namun, desain seperti itu juga dapat membuat garis lipatan lebih mudah terlihat dan mengurangi perlindungan terhadap tekanan dari luar.
Perubahan strategi ini terlihat dari evolusi ketebalan kaca pada beberapa model. Galaxy Z Fold 6 dilaporkan memakai UTG 30 mikrometer, lalu Galaxy Z Fold SE yang hadir kemudian beralih ke 45 mikrometer.
Samsung kemudian melanjutkan penggunaan lapisan 45 mikrometer pada Galaxy Z Fold 7. Sementara itu, Galaxy Z Flip 7 disebut menggunakan UTG 50 mikrometer, menandakan adanya variasi pendekatan di tiap lini produk.
Jika Wide Fold benar-benar memakai UTG 60 mikrometer, maka model ini akan menjadi yang paling agresif dalam upaya meredam bekas lipatan. Hal itu juga menunjukkan bahwa Samsung kini lebih serius menyeimbangkan fleksibilitas layar dengan aspek visual dan perlindungan fisik.
Target Pengiriman dan Fokus ke Model Book-Style
Laporan yang sama menyebut Samsung menargetkan pengiriman sekitar lima juta hingga enam juta unit untuk seluruh lini ponsel lipat barunya hingga akhir tahun. Angka itu mencakup Galaxy Z Fold 8, Wide Fold, dan Galaxy Z Flip 8.
Menariknya, target internal disebut lebih mengunggulkan Galaxy Z Fold 8 dan Wide Fold dibanding Galaxy Z Flip 8. Arah ini mencerminkan ekspektasi yang lebih tinggi pada ponsel lipat bergaya book-style setelah penjualan seri Flip generasi sebelumnya dinilai lebih lemah.
Proyeksi pengiriman Wide Fold juga dilaporkan meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan proyeksi itu mengindikasikan keyakinan yang makin besar terhadap daya tarik model baru tersebut.
Rantai Pasok Dibedakan Menurut Model
Samsung juga disebut memakai rantai pasok UTG yang berbeda untuk model lipatnya. Untuk seri Galaxy Z Flip, perusahaan seperti Iconi dan UTI dikatakan menangani pemrosesan tahap awal, lalu Samsung menyelesaikan proses penguatan secara internal.
Untuk seri Galaxy Z Fold dan Wide Fold, Dowinsys dilaporkan menangani pemrosesan tahap awal sekaligus tahap akhir. Di sisi bahan baku, Corning dan Schott disebut memasok substrat kaca, sementara Samsung Display memproduksi panel OLED lipatnya.
Pemisahan rantai pasok ini menunjukkan bahwa pengembangan layar lipat Samsung tidak dilakukan dengan pendekatan yang seragam. Setiap model tampaknya disesuaikan dengan kebutuhan desain, ketahanan, dan posisi produk masing-masing.
Bocoran soal Wide Fold ini akhirnya menempatkan perhatian pada satu hal yang sangat spesifik tetapi krusial, yakni bagaimana Samsung mencoba mengendalikan crease tanpa mengorbankan kekuatan panel. Di tengah perluasan portofolio ponsel lipatnya, keputusan memakai UTG 60 mikrometer bisa menjadi penanda arah baru untuk generasi Galaxy Fold berikutnya.
