PT Jasa Marga mencatat sekitar 14 persen kendaraan sudah meninggalkan Jakarta pada hari pertama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Angka itu menunjukkan bahwa sekitar 285 ribu kendaraan dari total prediksi 3,5 juta kendaraan mulai bergerak keluar dari ibu kota melalui jalan tol.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantoro, menyampaikan data tersebut secara resmi dari Gedung JTMC Jasa Marga di Bekasi, Jawa Barat. Ia menjelaskan pergerakan ini terjadi tanpa adanya rekayasa lalu lintas yang ketat sehingga arus masih berjalan alami.
Pergerakan Kendaraan Terutama ke Jalur Tol Trans Jawa
Mayoritas kendaraan yang meninggalkan Jakarta diarahkan menuju Tol Trans Jawa. Jalur ini menjadi rute utama bagi pemudik yang menuju berbagai daerah di Pulau Jawa. “Sebaran kendaraan sebagian besar mengarah ke Trans Jawa,” kata Rivan.
Sementara itu, arus kendaraan menuju arah lain seperti Bandung masih belum menunjukkan angka signifikan dibandingkan proyeksi yang telah dibuat. Ini menunjukkan konsentrasi utama pergerakan tetap dominan pada jalur utama mudik ke wilayah timur Jawa.
Prediksi dan Distribusi Kendaraan Selama Mudik
Jasa Marga memproyeksikan total kendaraan yang keluar Jakarta selama periode mudik mencapai 3,5 juta unit. Puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada tanggal 18 Maret 2026. Namun, pergerakan sudah mulai terasa signifikan sejak Jumat, 13 Maret 2026.
Distribusi kendaraan ke berbagai arah selama mudik diperkirakan sebagai berikut:
- Sekitar 28 persen kendaraan menuju Merak.
- Sekitar 50 persen kendaraan menuju wilayah timur dan jalur Cipularang.
- Sisanya sekitar 20 persen bergerak ke kawasan Bogor.
Peningkatan Volume Kendaraan Masih Berlanjut
Rivan mengingatkan bahwa pergerakan kendaraan diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan. Jasa Marga bersama pihak terkait akan melakukan pemantauan intensif guna mengantisipasi kepadatan dan menjaga kelancaran arus lalu lintas.
“Masih ada kemungkinan peningkatan volume kendaraan pada hari Sabtu dan Minggu,” ujarnya. Hal ini penting untuk diperhatikan masyarakat agar menyesuaikan jadwal perjalanan dan menghindari kemacetan yang parah.
Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 sendiri bertujuan mendukung kelancaran dan keamanan perjalanan mudik masyarakat. Data dan pemantauan dari Jasa Marga menjadi rujukan penting untuk mengelola lalu lintas di jalur tol.
Dengan jumlah kendaraan yang sudah meninggalkan Jakarta mencapai 14 persen di hari pertama, tanda-tanda arus mudik sudah mulai bergulir nyata. Masyarakat yang akan berangkat disarankan mengikuti update resmi terkait kondisi lalu lintas agar perjalanan lebih aman dan lancar.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com






