Lalu lintas di depan Gedung DPR/MPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, mulai tersendat pada Jumat siang akibat aksi penyampaian pendapat. Kepadatan ini terlihat pada arus kendaraan yang melintas menuju Semanggi maupun arah sebaliknya.
Informasi kondisi lalu lintas itu disampaikan akun X @TMCPoldaMetro pada pukul 13.15. Dalam unggahannya, TMC Polda Metro Jaya menyebut kegiatan penyampaian pendapat di depan Gedung DPR/MPR RI membuat lalu lintas tersendat.
Kemacetan di kawasan DPR menjadi perhatian karena berada di salah satu koridor utama Jakarta. Ruas Jalan Gatot Subroto selama jam sibuk siang hingga sore menjadi jalur penting bagi kendaraan yang bergerak dari dan ke pusat bisnis ibu kota.
Pengguna jalan diminta mengantisipasi perjalanan sejak dini. Pengendara juga disarankan mencari rute alternatif agar tidak terjebak antrean kendaraan yang berpotensi memanjang di sekitar lokasi aksi.
Sejumlah titik lain ikut dipantau
Selain kawasan DPR/MPR RI, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta memetakan sejumlah lokasi lain yang berpotensi mengalami kepadatan pada hari yang sama. Titik-titik itu tersebar di pusat kota hingga Jakarta Timur.
Lokasi yang dipantau meliputi Jalan Jenderal Sudirman di depan Kantor Pusat BRI dan Jalan Kebon Sirih di depan Kantor BGN. Potensi kepadatan juga terpantau di Jalan Medan Merdeka Selatan, kawasan Balai Kota, Monas, Gambir, serta area Kampus UNJ di Rawamangun.
Pemetaan ini menunjukkan dampak aksi massa tidak hanya terfokus di satu lokasi. Mobilitas warga di beberapa koridor utama diperkirakan ikut terdampak karena adanya konsentrasi kegiatan penyampaian pendapat.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengimbau masyarakat menyesuaikan waktu perjalanan. Warga juga diminta menggunakan jalur alternatif jika akan melintasi lokasi kegiatan.
Budi mengatakan masyarakat perlu merencanakan perjalanan dengan baik. Langkah itu dinilai penting untuk mengurangi risiko keterlambatan akibat kepadatan di sekitar titik aksi.
300 personel disiagakan
Untuk mengurangi dampak kemacetan, Dishub DKI Jakarta menyiagakan 300 personel di sejumlah titik strategis. Penempatan petugas difokuskan terutama di koridor Sudirman-Thamrin yang menjadi salah satu pusat mobilitas warga.
Petugas disebar untuk membantu pengaturan lalu lintas. Tujuannya agar arus kendaraan tetap bergerak meski terjadi peningkatan volume lalu lintas akibat kegiatan massa.
Menurut Budi, personel diterjunkan agar mobilitas masyarakat tetap aman, lancar, dan nyaman. Pengamanan lalu lintas ini juga dilakukan di tengah potensi kepadatan yang bisa bergeser dari satu titik ke titik lain.
Dishub juga terus berkoordinasi dengan Kepolisian dan Satpol PP Provinsi DKI Jakarta. Koordinasi ini dilakukan untuk pemantauan dan pengamanan kegiatan di lapangan.
Sinergi antarinstansi dibutuhkan karena lokasi aksi berada di ruas-ruas padat dan sensitif terhadap perlambatan arus. Sedikit hambatan di koridor utama seperti Gatot Subroto dan Sudirman dapat cepat memicu antrean kendaraan lebih panjang.
Pengendara diminta siapkan rute cadangan
Bagi pengendara yang hendak menuju Senayan, Semanggi, Sudirman, hingga Gambir, kewaspadaan perjalanan perlu ditingkatkan pada siang sampai sore hari. Kawasan-kawasan tersebut terhubung langsung dengan beberapa titik yang diperkirakan padat.
Penggunaan aplikasi navigasi disarankan untuk memantau kondisi arus lalu lintas secara real time. Jalur alternatif menjadi pilihan penting untuk menghindari titik perlambatan di sekitar lokasi aksi.
Kepadatan di depan Gedung DPR juga menunjukkan bahwa aktivitas unjuk rasa cepat berdampak pada pergerakan kendaraan di jalan protokol. Pengendara yang tetap melintas di koridor itu berpotensi menghadapi laju kendaraan yang melambat.
Pada saat bersamaan, kondisi lalu lintas di sejumlah ruas utama Jakarta memang terpantau padat pada Jumat siang. Karena itu, penyesuaian waktu keberangkatan menjadi langkah yang disarankan agar perjalanan tetap lebih terukur.
Di lapangan, pemantauan lalu lintas terus dilakukan untuk melihat perkembangan arus kendaraan di sekitar titik aksi. Selama kegiatan penyampaian pendapat masih berlangsung, potensi tersendatnya kendaraan di depan Gedung DPR dan kawasan sekitarnya tetap perlu diantisipasi.
Source: otomotif.kompas.com






