Kelangkaan di Kuba kini merambah ruang ibadah umat Katolik. Para imam di negara itu dilaporkan diminta menghemat hosti komuni karena produksi roti kecil yang melambangkan tubuh Kristus ikut terdampak pemadaman listrik berkepanjangan.
Hosti komuni di Kuba dibuat di sebuah biara Karmelit di Havana. Tempat itu, seperti kota dan negara secara luas, bergulat dengan pemadaman yang diperburuk oleh blokade minyak Amerika Serikat yang telah berlangsung selama lima bulan.
Produksi terganggu oleh listrik yang sangat terbatas
George Payano, imam asal Republik Dominika berusia 35 tahun, mengatakan para biarawati di biara itu kadang hanya mendapat sekitar dua jam listrik per hari untuk mengoperasikan mesin pembuat hosti. Kondisi itu membuat produksi menurun dan mendorong seruan agar distribusi dihemat supaya cukup untuk semua umat.
Pada misa di sebuah biara pada Minggu, Payano mengatakan para imam dan uskup telah diberi tahu bahwa hosti perlu dirasionalisasi. Ia menyebut langkah itu muncul karena pasokan yang tersedia tidak lagi sebanding dengan kebutuhan jemaat.
Umat mulai bersiap menghadapi kekurangan
Sekitar 20 umat yang menghadiri misa pada hari itu masih menerima komuni. Namun suasana yang muncul justru kehati-hatian karena mereka menyadari situasi pasokan bisa memburuk.
Ketika keluar dari gereja dan mendapati listrik di lingkungan sekitar padam lagi, sebagian jemaat menyatakan tetap akan menjaga iman mereka. Mariela Shuman, pensiunan berusia 70 tahun, mengatakan umat yang tidak menerima komuni tetap bisa melakukannya secara spiritual, meski ia berharap situasi itu tidak sampai terjadi.
Krisis listrik memperluas dampaknya
Pemadaman di Kuba dalam beberapa pekan terakhir disebut telah meluas hingga lebih dari 24 jam tanpa henti. Kondisi ini menambah penderitaan bagi jutaan orang di tengah menipisnya pasokan bahan bakar di negara itu.
Dampaknya kini tidak hanya terasa di rumah tangga dan layanan publik, tetapi juga di gereja-gereja yang bergantung pada produksi hosti dari satu lokasi di Havana. Dalam situasi seperti ini, benda kecil yang dibagikan dalam misa ikut menjadi bagian dari daftar kelangkaan yang terus bertambah di Kuba.







