Waspada Penipuan Digital Saat Lebaran, Bank Saqu Ajak Lindungi Data dan Dana Anda

Bank Saqu meluncurkan kampanye edukasi bertajuk ‘Awas Hantu Cyber’ untuk meningkatkan kewaspadaan nasabah terhadap penipuan digital yang semakin marak menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pada momentum Lebaran, transaksi digital biasanya melonjak sehingga menjadi kesempatan bagi pelaku kejahatan siber untuk melakukan modus penipuan seperti pesan palsu terkait paket kiriman, promo palsu, dan permintaan data pribadi atau kode OTP yang mengatasnamakan institusi terpercaya.

Chief Digital & Retail Business Officer Bank Saqu, Angela Lew Dermawan, menjelaskan bahwa ancaman kejahatan siber kerap datang tanpa disadari dan dampaknya dapat sangat merugikan masyarakat. Berdasarkan data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Indonesia menghadapi ratusan juta anomali trafik siber setiap tahun yang bisa memicu serangan digital. Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kerugian akibat penipuan digital mencapai lebih dari Rp 2,5 triliun pada 2024.

Bank Saqu menawarkan pendekatan unik melalui kampanye ‘Awas Hantu Cyber’ yang menggunakan personifikasi ‘hantu cyber’ sebagai simbol ancaman digital. Metode storytelling ini bertujuan memudahkan masyarakat mengenali berbagai modus penipuan sekaligus memahami langkah-langkah perlindungan data pribadi saat bertransaksi. Konten edukatif ini disebarkan melalui platform digital dan media sosial Bank Saqu untuk jangkauan yang lebih luas.

Data laporan industri menyebutkan bahwa selama periode November 2024 hingga September 2025, Indonesia menerima lebih dari 274 ribu laporan penipuan finansial dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp 6 triliun. Angka ini menegaskan perlunya masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya di masa Lebaran ketika penipuan digital cenderung meningkat.

Bank Saqu juga mengingatkan nasabah agar tidak mudah tergiur penawaran mencurigakan dan selalu waspada terhadap pesan yang meminta data penting atau kode OTP. Melalui kampanye ini, nasabah diajak untuk melakukan 3 langkah sederhana melindungi diri, yaitu:

1. Verifikasi sumber informasi secara mandiri sebelum bertransaksi.
2. Jangan membagikan kode OTP kepada pihak manapun.
3. Waspadai tautan atau pesan yang tampak mencurigakan dan segera laporkan kepada pihak bank.

Dengan upaya edukasi yang konsisten, Bank Saqu berharap masyarakat dapat lebih proaktif menjaga keamanan finansial mereka di dunia digital. Pendekatan kreatif seperti ‘Awas Hantu Cyber’ diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran lebih luas tentang bahaya kejahatan siber yang tidak terlihat namun nyata dampaknya.

Momentum besar seperti Lebaran memang rentan dijadikan sasaran penipuan digital. Oleh karena itu, kolaborasi antara lembaga keuangan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci agar penipuan dapat diminimalisir. Bank Saqu terus berkomitmen mendampingi nasabah agar transaksi digital berlangsung aman dan nyaman, tanpa harus khawatir terhadap ‘hantu cyber’ yang mengintai.

Exit mobile version