Mengenal Rudal Balistik Haj Qasem: Fakta, Kemampuan, dan Dampaknya bagi Iran

Garda Revolusi Iran (IRGC) resmi meluncurkan rudal balistik Haj Qasem dalam operasi militer berjudul True Promise 4 pada 17 Maret 2026. Rudal ini digunakan untuk menyerang aset strategis Amerika Serikat dan Israel di kawasan Teluk dan Levant.

Serangan tersebut menyasar pangkalan militer AS di Qatar, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, serta wilayah Kurdistan di Irak. Kota-kota Israel seperti Tel Aviv, Yerusalem Barat, dan Beit Shemesh juga menjadi target utama serangan ini.

Tentang Rudal Balistik Haj Qasem

Rudal Haj Qasem merupakan rudal balistik taktis berbahan bakar padat dengan jangkauan sekitar 1.400 kilometer. Rudal ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2020 dan dinamai untuk menghormati mendiang Jenderal Qasem Soleimani.

Penggunaan rudal ini dalam operasi militer awal tahun 2026 menjadi yang pertama sejak Iran menghadapi konflik terbuka dengan AS dan Israel. Aksi ini merupakan respons terhadap operasi gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026 yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, sekaligus menimbulkan korban sipil.

Kekuatan Strategis dan Teknis Rudal

Dengan jangkauan mencapai 1.400 kilometer, rudal Haj Qasem memungkinkan Iran menyerang pangkalan militer AS dan seluruh wilayah Israel tanpa perlu memindahkan peluncur dari dalam wilayah negara. Ini menambah dimensi strategi serangan Iran yang lebih efektif dan cepat.

Rudal berbahan bakar padat juga memberikan keuntungan teknis berupa waktu peluncuran dan respons yang lebih singkat. Hal ini diperkirakan mampu mengakali sistem pertahanan udara canggih seperti Iron Dome Israel dan Patriot milik AS.

Kelanjutan Operasi True Promise

Operasi militer True Promise yang telah memasuki fase ke-59 ini diprediksi akan berlanjut dengan intensitas yang bisa meningkat. Iran masih memiliki cadangan rudal balistik yang cukup besar, sehingga kemungkinan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah tetap tinggi.

Analis militer menilai keberlanjutan misi ini akan sangat bergantung pada kondisi politik dan dinamika aksi balasan dari pihak AS serta sekutunya. Iran berkomitmen melanjutkan operasi hingga tercapai tujuan strategis yang diinginkan.

Berbagai langkah dan respon internasional terus dipantau seiring perkembangan situasi di wilayah yang krusial ini. Penggunaan rudal Haj Qasem menjadi tanda jelas bahwa konflik di Timur Tengah memasuki tahap yang lebih kompleks dan rawan perubahan cepat.

Baca selengkapnya di: www.medcom.id

Berita Terkait

Back to top button