Bakpao Gandum RoyalKueID Tumbuh Bersama BRI, Dari Ide Rumahan ke Pasar Lebih Luas

Kebutuhan masyarakat terhadap makanan yang praktis terus membuka ruang inovasi bagi pelaku UMKM. Salah satu yang ikut menonjol adalah Bakpao Gandum RoyalKueID, usaha kuliner asal Jakarta Utara yang menghadirkan bakpao berbahan gandum sebagai pilihan sarapan dan camilan keluarga.

Produk ini menyasar konsumen yang mencari makanan mudah disajikan, termasuk anak-anak. Varian ayam jamur menjadi salah satu yang paling diminati karena dinilai sesuai dengan selera pasar dan cocok untuk konsumsi harian.

Berawal dari ide sederhana

Co-founder Bakpao Gandum RoyalKueID, Yusnianti, mengatakan usaha itu bermula dari kebutuhan pribadi yang kemudian berkembang menjadi peluang bisnis. Ia menyebut ide produk mulai muncul pada 2023 sebelum akhirnya diproduksi untuk konsumsi sendiri.

  1. Awal 2023: ide produk mulai dirancang.
  2. Akhir 2023: produk mulai ditawarkan kepada kerabat dan teman.
  3. Akhir 2024: outlet pertama resmi dibuka.
  4. 2025: usaha mulai memperluas pasar dan penguatan kapasitas usaha.

Yusnianti menuturkan bahwa respons awal dari lingkungan terdekat cukup baik. Dari situ, ia melihat peluang untuk melangkah lebih jauh dan memasarkan bakpao gandum tersebut secara lebih luas.

Pasar meluas lewat kanal digital

Setelah outlet pertama dibuka, Bakpao Gandum RoyalKueID tidak hanya mengandalkan penjualan langsung. Usaha ini juga masuk ke berbagai kanal pemasaran seperti reseller, marketplace, social commerce, B2B, dan pameran.

Strategi ini membuat jangkauan pasar berkembang lebih jauh. Produk tersebut kini tidak hanya berputar di pasar lokal, tetapi juga menjangkau pembeli antarkota hingga antarpulau.

Langkah ini sejalan dengan tren UMKM kuliner yang makin bergantung pada kanal digital untuk memperluas audiens. Dalam praktiknya, kombinasi gerai offline dan penjualan online juga membantu usaha kecil menjaga volume transaksi sekaligus memperkuat brand awareness.

Dukungan transaksi dan pembelajaran dari BRI

Dalam operasional harian, Bakpao Gandum RoyalKueID memanfaatkan QRIS BRI untuk mempermudah pembayaran, terutama saat bertransaksi dengan reseller. Sistem pembayaran digital ini membantu proses menjadi lebih cepat dan praktis, sekaligus mengurangi hambatan transaksi tunai.

Selain itu, Yusnianti juga aktif memanfaatkan LinkUMKM BRI untuk belajar dan mengembangkan kapasitas usaha. Ia mengaku mulai mencari informasi setelah mendapat saran dari kerabat yang lebih dulu bergabung dengan platform tersebut.

“Sejak membuka outlet pertama di akhir tahun 2024, saya menyadari bahwa untuk berkembang saya perlu menambah pengetahuan,” ujar Yusnianti. Ia menambahkan bahwa kelas pertama yang diikutinya berlangsung setelah Lebaran 2025.

Ekosistem pemberdayaan UMKM makin penting

BRI melalui LinkUMKM membangun ekosistem pembelajaran dan pendampingan bagi pelaku usaha di seluruh Indonesia. Hingga akhir 2025, platform ini telah dimanfaatkan oleh 14,98 juta UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha secara daring.

Platform tersebut memiliki enam fitur utama yang saling terhubung, yaitu UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB. Seluruh fitur itu didukung 750 modul pembelajaran yang mencakup penguatan soft skill dan hard skill pelaku usaha.

Menurut Corporate Secretary BRI Dhanny, pengembangan UMKM tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia menegaskan bahwa pelaku usaha membutuhkan dukungan ekosistem yang menyeluruh agar bisa naik kelas dan bersaing lebih kuat.

“Pengembangan UMKM tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan dukungan ekosistem yang menyeluruh,” kata Dhanny. Ia menambahkan bahwa BRI melalui LinkUMKM dan layanan digital seperti QRIS terus mendorong kapasitas usaha, perluasan pasar, dan daya saing yang berkelanjutan.

Mengapa produk seperti Bakpao Gandum diminati

Perubahan pola konsumsi ikut mendorong permintaan pada makanan yang serba praktis. Produk seperti bakpao gandum punya nilai jual karena mudah disiapkan, cocok untuk keluarga, dan bisa masuk ke berbagai momen konsumsi, mulai dari sarapan hingga camilan sore.

Bagi pelaku UMKM, karakter produk yang fleksibel seperti ini juga penting. Produk yang relevan dengan kebiasaan makan masyarakat lebih mudah dipasarkan, apalagi jika ditopang distribusi digital, pembayaran non-tunai, dan pelatihan bisnis yang memadai.

Berikut beberapa faktor yang membuat produk UMKM kuliner seperti ini mudah berkembang:

  1. Praktis disajikan dan cocok untuk kebutuhan harian.
  2. Mudah dijual lewat gerai offline maupun platform digital.
  3. Bisa dikembangkan dengan varian rasa yang sesuai pasar.
  4. Didukung transaksi non-tunai yang memudahkan reseller dan pembeli.
  5. Terbantu ekosistem pembelajaran untuk penguatan bisnis.

Dari usaha rumahan ke peluang yang lebih luas

Perjalanan Bakpao Gandum RoyalKueID menunjukkan bahwa usaha kecil bisa tumbuh saat produk tepat sasaran dan didukung ekosistem yang kuat. Kombinasi inovasi produk, pemasaran digital, serta pendampingan usaha memberi ruang bagi UMKM untuk berkembang lebih cepat dan lebih terukur.

Dalam konteks yang lebih luas, kisah ini juga memperlihatkan bagaimana pemberdayaan UMKM tidak hanya soal modal, tetapi juga tentang akses pengetahuan, jaringan pasar, dan teknologi transaksi. Dengan dukungan semacam itu, produk sederhana seperti bakpao gandum bisa menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kerakyatan yang terus bergerak naik level.

Exit mobile version