Sudut kafe kini tidak lagi hanya dipenuhi laptop tebal yang membuat tas terasa berat. Lenovo mencoba membaca pergeseran itu lewat Yoga Tab, tablet premium full metal yang langsung dibekali keyboard case dan stylus di dalam paket penjualan, sehingga pengguna tidak perlu lagi membeli aksesori terpisah.
Di kelas harga Rp8 jutaan, perangkat ini diposisikan bukan sekadar tablet hiburan. Lenovo menargetkannya sebagai mesin produktivitas mobile yang bisa menggoda pengguna laptop entry-level, terutama mereka yang ingin perangkat tipis, ringan, dan praktis dibawa ke mana saja.
Desain tipis, ringan, dan terasa premium
Lenovo Yoga Tab memakai bodi full metal berwarna silver dove yang memberi kesan elegan tanpa tampak berlebihan. Ketebalannya hanya 6,2 mm dengan bobot 458 gram, sehingga lebih nyaman dipakai satu tangan dan tidak cepat melelahkan saat dibawa bepergian.
Nilai jual lain datang dari isi boks penjualan. Lenovo menyertakan Lenovo Pen Pro dan Keyboard Case Pack gratis, lengkap dengan trackpad yang mendukung multi-finger gesture.
Mode Desktop jadi andalan kerja harian
Untuk kebutuhan kerja ringan, Lenovo membekali tablet ini dengan Mode Desktop bawaan. Fitur tersebut memungkinkan split screen, floating window, dan menjalankan beberapa aplikasi sekaligus dengan lebih rapi.
Pendekatan ini membuat alur kerja terasa lebih dekat ke laptop daripada tablet biasa. Lenovo juga menyiapkan dukungan aplikasi kreatif seperti CapCut versi tablet yang sudah optimal, plus trial Adobe Express dan Lightroom Mobile selama 3 bulan.
Layar besar dengan spesifikasi kelas atas
Di sektor tampilan, Yoga Tab menggunakan panel 3.2K Pure Pro dengan refresh rate adaptif 144 Hz. Tingkat kecerahannya mencapai 800 nits, sementara cakupan warnanya 98% DCI-P3, sehingga dinilai siap untuk kebutuhan editing foto maupun video.
Pengalaman visual itu didukung empat speaker bawaan yang kualitas suaranya disebut hampir setara dengan laptop Yoga premium. Kombinasi layar dan audio ini memperkuat posisinya sebagai perangkat konsumsi media sekaligus kerja.
Snapdragon 8 Gen 3 dan hasil uji game
Dapur pacu tablet ini mengandalkan Snapdragon 8 Gen 3 dengan RAM 12GB dan penyimpanan 256GB. Meski bukan chipset paling baru di pertengahan 2026, performanya tetap berada di level flagship dan responsif untuk pemakaian harian.
Dalam pengujian gaming, ada catatan menarik soal refresh rate. Di awal pengujian, hampir semua game terkunci di 60 Hz, tetapi saat masuk ke PC Mode dan membuka game seperti Mobile Legends, refresh rate bisa melonjak mulus ke 120 Hz.
Hasil uji selama 30 menit menunjukkan Mobile Legends berjalan stabil di 107 FPS dengan suhu 35°C dan baterai turun 10%. PUBG Mobile mencatat rata-rata 87 FPS, sementara Genshin Impact nyaris tanpa frame drop di 59 FPS.
Untuk Wuthering Waves, performanya masih lebih berat. Game itu rata-rata berjalan di 45 FPS, suhu naik ke 46°C, dan baterai terkuras hingga 18%.
Baterai besar, tapi konsumsi daya tetap terasa
Lenovo Yoga Tab membawa baterai 8.860 mAh. Namun, konsumsi dayanya tergolong lumayan boros ketika dipaksa memakai grafis tinggi di layar 3.2K yang besar.
Karena itu, perangkat ini tampak lebih cocok untuk produktivitas on-the-go ketimbang gaming berat jangka panjang. Lenovo juga tidak menempatkannya sebagai tablet gaming murni.
Fitur AI untuk kerja dan presentasi
Lenovo menyematkan sejumlah fitur berbasis AI untuk kebutuhan produktivitas. Ada Smart Connect dan Smart Capture untuk transfer file, extend display antarperangkat Lenovo, serta pemotongan objek gambar otomatis.
Ada pula Sketch to Image untuk mengubah sketsa menjadi gambar digital, Smart AI Input untuk memasukkan prompt AI langsung di aplikasi seperti Google Docs, dan AI Live Transcript untuk mengubah percakapan meeting online menjadi teks secara real-time.
Di sisi kompromi, Yoga Tab memakai rasio layar 16:10 yang terasa lebih memanjang, tidak menyediakan slot SIM card, dan hanya mengandalkan Wi-Fi. Meski begitu, paket keyboard, stylus, dan garansi kerusakan tidak disengaja ADP One selama 1 tahun membuatnya tampil menarik di kelasnya.
