CBUT Cetak Pendapatan Rp 13,97 Triliun, Laba Bersih Melonjak 55 Persen

PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) mencatat kinerja keuangan yang kuat sepanjang tahun buku 2025. Emiten pengolahan kelapa sawit ini membukukan pendapatan Rp 13,97 triliun, naik 43,05 persen dibandingkan Rp 9,76 triliun pada 2024.

Pertumbuhan tersebut ikut mengangkat laba bersih CBUT menjadi Rp 106,17 miliar, atau meningkat 55,71 persen dari Rp 68,18 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini menegaskan perbaikan kinerja operasional di tengah kondisi pasar produk turunan sawit yang masih berfluktuasi.

Pendapatan Tumbuh Berkat Volume Penjualan dan Efisiensi

CBUT menyebut pertumbuhan pendapatan didorong oleh optimalisasi volume penjualan dan efisiensi biaya. Kombinasi dua faktor itu membantu perseroan menjaga performa di saat harga produk turunan kelapa sawit bergerak naik turun di pasar global.

Laba bruto perusahaan juga naik signifikan. Pada 2025, laba bruto CBUT mencapai Rp 1,98 triliun, tumbuh 84,87 persen dari Rp 1,07 triliun pada 2024.

Laba Bersih dan EPS Ikut Menguat

Setelah memperhitungkan beban usaha dan pajak, laba bersih CBUT tercatat Rp 106,17 miliar. Capaian itu membuat laba per saham atau earnings per share (EPS) naik menjadi Rp 33,98 per saham dari Rp 21,82 per saham setahun sebelumnya.

Kenaikan EPS memberi sinyal bahwa profitabilitas perseroan membaik secara nyata. Dari sisi pemegang saham, peningkatan ini mencerminkan efektivitas strategi komersial dan disiplin biaya yang dijalankan manajemen.

Porsi Penjualan ke Pihak Berelasi Menurun

Struktur pendapatan CBUT juga mengalami perubahan penting. Pendapatan dari pihak berelasi turun tajam, termasuk dari Borneo Agri Resources International Pte Ltd yang tercatat Rp 3,84 triliun atau 27,54 persen dari total penjualan.

Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan kontribusi pihak berelasi pada tahun sebelumnya yang masih mencapai 65,09 persen. Perubahan ini menunjukkan CBUT mulai memperluas pasar eksternal dan meningkatkan penjualan ke pihak ketiga.

Posisi Neraca Lebih Sehat

Dari sisi keuangan, total aset CBUT per akhir 2025 tercatat Rp 4,11 triliun, turun tipis 1,96 persen dari tahun sebelumnya. Meski begitu, kas dan setara kas perusahaan justru meningkat 21,67 persen menjadi Rp 284,83 miliar.

Di saat yang sama, total liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp 3,00 triliun, turun 6,93 persen secara tahunan. Penurunan utang bank jangka pendek membantu memperbaiki struktur kewajiban perusahaan.

Ringkasan Kinerja Keuangan CBUT 2025

  1. Pendapatan: Rp 13,97 triliun, naik 43,05 persen.
  2. Laba bruto: Rp 1,98 triliun, naik 84,87 persen.
  3. Laba bersih: Rp 106,17 miliar, naik 55,71 persen.
  4. EPS: Rp 33,98 per saham.
  5. Kas dan setara kas: Rp 284,83 miliar, naik 21,67 persen.
  6. Liabilitas: Rp 3,00 triliun, turun 6,93 persen.
  7. Ekuitas: Rp 1,11 triliun, naik 14,58 persen.

Ekuitas Naik, Fondasi Usaha Makin Kuat

Ekuitas CBUT meningkat 14,58 persen menjadi Rp 1,11 triliun dari Rp 969,29 miliar pada 2024. Kenaikan ekuitas ini memperlihatkan penguatan modal sendiri yang dapat mendukung ekspansi usaha ke depan.

Dengan kombinasi pendapatan yang lebih besar, beban yang lebih terkendali, dan neraca yang lebih sehat, CBUT menutup 2025 dengan fundamental yang lebih solid. Perusahaan juga tampak semakin percaya diri memperluas basis pasar di luar relasi bisnis yang selama ini dominan.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com
Exit mobile version