QRIS GoPay Kini Bisa Untuk Tip Pramuwisata, Dorong Inklusi Keuangan Wisata

GoPay memperluas penggunaan QRIS di sektor pariwisata dengan menggandeng Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kalimantan Barat. Lewat kolaborasi ini, wisatawan kini bisa memberi tip kepada pramuwisata secara digital melalui QRIS dari aplikasi GoPay Merchant.

Langkah ini menyasar kebutuhan nyata di lapangan, terutama bagi pemandu wisata yang sebelumnya kerap mengandalkan pembayaran tunai atau transfer yang prosesnya tidak selalu cepat. Dengan sistem baru ini, pemberian tip menjadi lebih praktis, lebih cepat, dan lebih mudah dicatat.

Dorong inklusi keuangan di sektor wisata

Head of GoPay Merchants, Haryanto Tanjo, mengatakan kolaborasi ini muncul seiring meningkatnya penggunaan QRIS di Kalimantan Barat, mulai dari sektor ritel, UMKM, hingga pariwisata. Ia menegaskan bahwa akses ke layanan keuangan harus bisa dinikmati semua kalangan, termasuk pekerja harian seperti pramuwisata.

“Dengan QRIS dari GoPay Merchant, mereka dapat lebih mudah menerima tip, sehingga mereka merasakan manfaat langsung dari ekosistem pembayaran digital yang inklusif,” kata Haryanto dalam keterangannya, Jumat, 3 April 2026.

Pernyataan itu sejalan dengan dorongan pemerintah dan Bank Indonesia untuk memperluas inklusi keuangan melalui pembayaran digital. Di banyak daerah wisata, adopsi QRIS membantu pelaku jasa kecil masuk ke ekosistem transaksi formal tanpa perlu perangkat rumit.

Jawab kebiasaan wisatawan yang makin cashless

GoPay menilai kerja sama ini juga relevan dengan perubahan perilaku wisatawan yang kini semakin nyaman memakai pembayaran non-tunai. Tren itu terlihat di wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin bertransaksi cepat, termasuk saat memberi apresiasi kepada pemandu wisata.

Perseroan juga mengaitkan inisiatif ini dengan pertumbuhan ekonomi 5,59 persen secara tahunan pada kuartal II-2025. Kondisi ekonomi yang membaik ikut mendorong transaksi digital di berbagai lini, termasuk layanan wisata yang membutuhkan proses pembayaran ringkas.

Bagi sektor pariwisata, tip digital tidak hanya memudahkan wisatawan, tetapi juga membantu membangun transaksi yang lebih tertib. Pemandu wisata dapat menerima pembayaran tanpa harus menyiapkan uang kembalian atau menunggu proses pencairan yang panjang.

Keluhan pramuwisata soal pencairan ikut teratasi

Ketua DPD HPI Kalimantan Barat, Fahroolyadi, menyebut kolaborasi ini memberi dampak nyata bagi para pramuwisata. Ia mengatakan, sebelum memakai GoPay Merchant, pembayaran tip sering baru diterima hingga 24 jam dan proses pencairannya dianggap rumit.

“Bagi saya yang biasa melayani para wisatawan Malaysia yang berkunjung ke Kalimantan Barat, hal ini tentu menjadi kendala,” kata Fahroolyadi.

Menurut dia, penggunaan QRIS dari aplikasi GoPay Merchant membuat proses itu jauh lebih sederhana. Wisatawan cukup memindai kode QR, lalu dana bisa langsung diterima oleh pramuwisata tanpa prosedur yang berbelit.

Manfaat yang dirasakan pelaku wisata

Selain mempercepat pembayaran, aplikasi GoPay Merchant juga membantu pramuwisata menata pendapatan mereka secara lebih rapi. Pencatatan digital membuat pemasukan lebih mudah dipantau dan memudahkan pengelolaan keuangan harian.

  1. Tip bisa diterima secara digital lewat QRIS.
  2. Dana lebih cepat masuk dibanding cara lama.
  3. Pencatatan pendapatan lebih terstruktur.
  4. Wisatawan tidak perlu menyiapkan uang tunai.
  5. Proses pendaftaran GoPay Merchant disebut mudah.

Kemudahan itu penting bagi pekerja jasa di sektor wisata yang bergantung pada layanan harian dan kepuasan pelanggan. Di sisi lain, digitalisasi tip juga dapat meningkatkan profesionalisme layanan karena transaksi menjadi lebih transparan dan tertib.

Potensi perluasan ke destinasi lain

Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah yang menarik untuk pengembangan QRIS di sektor wisata karena memiliki arus kunjungan lintas negara, termasuk dari Malaysia. Jika model ini berjalan efektif, skema serupa berpeluang diterapkan di destinasi lain yang memiliki karakter wisata serupa.

Penguatan layanan pembayaran digital di sektor pariwisata juga bisa mendukung ekosistem ekonomi lokal. Pramuwisata, pelaku UMKM, hingga penyedia jasa wisata dapat saling terhubung dalam satu sistem transaksi yang lebih efisien dan inklusif.

GoPay menyebut inisiatif ini sebagai bagian dari komitmen jangka panjang untuk mendukung akses keuangan yang lebih luas. Di lapangan, kerja sama dengan komunitas pramuwisata menunjukkan bahwa pembayaran digital tidak hanya berguna untuk belanja, tetapi juga bisa memperbaiki cara pekerja jasa menerima penghasilan sehari-hari.

Exit mobile version