DPR Apresiasi Temuan Gas Baru PetroChina Jambi, Impor LPG Bisa Tertekan

Anggota Komisi XII DPR RI Cek Endra mengapresiasi temuan cadangan gas baru oleh SKK Migas bersama PetroChina International Jabung Ltd. di sumur NEB-79ST, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Temuan ini dinilai memberi sinyal positif bagi penguatan ketahanan energi nasional, terutama untuk mendukung pasokan LPG dalam negeri yang masih banyak bergantung pada impor.

Cek Endra menyebut aliran gas dari sumur tersebut mencapai 6,3 MMSCFD. Ia menilai capaian itu menunjukkan bahwa potensi migas di Jambi masih besar dan layak terus dikembangkan secara optimal.

Dorongan untuk pasokan LPG domestik

Menurut Cek Endra, temuan gas baru ini bukan hanya penting bagi peningkatan produksi gas nasional. Kandungan gas yang mengandung propana dan butana juga berpotensi langsung menopang produksi LPG domestik.

Ia menekankan bahwa kebutuhan LPG nasional terus naik dari waktu ke waktu. Di sisi lain, ketergantungan Indonesia pada impor LPG masih cukup besar, sehingga tambahan produksi dari dalam negeri akan membantu memperkuat neraca energi.

Dalam konteks itu, temuan di Jabung dinilai relevan dengan upaya pemerintah menjaga ketahanan energi. Setiap tambahan pasokan domestik dapat mengurangi tekanan pada impor sekaligus memperluas ruang gerak pasokan nasional.

Apresiasi atas kebijakan dan iklim investasi

Cek Endra juga mengaitkan keberhasilan ini dengan arah kebijakan pemerintah yang mendorong investasi di sektor hulu migas. Menurut dia, dukungan Kementerian ESDM menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan eksplorasi dan pengembangan lapangan migas.

Ia menilai kebijakan yang konsisten dibutuhkan agar kegiatan pencarian cadangan baru terus berjalan. Dengan begitu, penemuan seperti di wilayah Jabung bisa semakin sering terjadi dan memberi dampak ekonomi yang lebih luas.

Berikut poin utama yang disorot Cek Endra dalam temuan ini:

  1. Menambah produksi gas nasional.
  2. Berpotensi mendukung produksi LPG domestik.
  3. Menguatkan ketahanan energi nasional.
  4. Menjadi bukti prospek migas Jambi masih besar.
  5. Membutuhkan dukungan kebijakan dan investasi yang berkelanjutan.

Efisiensi kerja dan keselamatan operasi

Selain nilai produksinya, Cek Endra menilai keberhasilan ini mencerminkan pengelolaan hulu migas yang profesional. Ia menyoroti capaian zero accident selama proses pengeboran dan completion sumur sebagai indikator penting dalam operasi migas.

Menurut dia, aspek keselamatan kerja tidak boleh dipisahkan dari target produksi. Operasi yang aman dan efisien memberi landasan kuat bagi keberlanjutan eksplorasi di lapangan-lapangan migas lain.

Temuan di NEB-79ST juga memperlihatkan bahwa kegiatan eksplorasi masih punya peluang besar untuk dikembangkan di daerah penghasil migas. Hal ini menjadi penting saat pemerintah terus mengejar target lifting migas dalam APBN.

Dorongan percepatan pengembangan sumur lanjutan

Cek Endra meminta SKK Migas dan para kontraktor kontrak kerja sama atau KKKS mempercepat pengembangan sumur-sumur lanjutan. Ia menyebut rencana pengeboran sumur Gemah-86 perlu didorong agar produksi nasional tetap terjaga.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kesinambungan pasokan migas dari hulu ke hilir. Dengan pengembangan yang lebih cepat, produksi gas dan potensi turunannya bisa segera masuk ke rantai pasok energi nasional.

Di tengah kebutuhan energi yang terus meningkat, temuan cadangan gas baru di Jambi memberi tambahan optimisme. Pemerintah, SKK Migas, dan pelaku industri migas kini dituntut menjaga momentum eksplorasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan pada pasokan gas, LPG, dan stabilitas energi Indonesia.

Exit mobile version