
Saham Rich Sparkle Holdings mengalami penurunan tajam dan menghapus sebagian besar valuasi yang sempat dikaitkan dengan bintang TikTok Khaby Lame. Kondisi ini membuat narasi bahwa Lame bisa menjadi miliarder di atas kertas berubah menjadi kerugian besar dalam waktu singkat.
Perusahaan yang memegang hak komersial Lame, Step Distinctive, sebelumnya masuk dalam kesepakatan bernilai USD 975 juta. Transaksi itu sempat dipasarkan sebagai langkah besar yang akan mengubah posisi keuangan Lame secara signifikan, tetapi harga saham Rich Sparkle justru jatuh lebih dari 90 persen dari puncaknya.
Kesepakatan yang Semula Digadang-Gadang Besar
Rich Sparkle Holdings mengumumkan akuisisi saham senilai USD 975 juta pada Januari lalu. Nilai itu disebut setara sekitar Rp 15,6 triliun dan melibatkan penerbitan 75 juta lembar saham baru.
Dalam struktur kepemilikan itu, Lame diketahui mengendalikan 49 persen saham Step Distinctive secara langsung maupun tidak langsung. Saat pengumuman awal muncul, pasar sempat memberi respons positif dan nilai kekayaan yang dikaitkan dengan Lame ikut terdongkrak.
Namun, euforia itu tidak bertahan lama. Penurunan saham yang sangat dalam membuat sebagian besar nilai yang sempat terbentuk lenyap dari pasar.
Tanda Peringatan Muncul di Pasar
Koreksi tajam pada saham Rich Sparkle memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar. Sejumlah pialang besar melakukan pembatasan terhadap transaksi saham tersebut.
- Interactive Brokers membatasi akses perdagangan saham ini.
- Fidelity memblokir transaksi saham Rich Sparkle.
- Charles Schwab juga ikut membatasi perdagangan.
- Beberapa platform lain dilaporkan masih membuka akses transaksi.
Pembatasan dari pialang besar biasanya menjadi sinyal bahwa sebuah saham mulai dipandang berisiko tinggi. Dalam kasus ini, penurunan ekstrem disertai volatilitas besar ikut memperkuat kekhawatiran pasar.
Status Kesepakatan Masih Tidak Jelas
Masalah lain muncul dari ketidakjelasan penyelesaian transaksi. Rich Sparkle sempat menyatakan akuisisi telah rampung dalam siaran pers pada Januari, tetapi dokumen berikutnya memunculkan keraguan baru.
Dalam pengajuan laporan keuangan akhir Maret, perusahaan menyebut transaksi itu masih bergantung pada sejumlah kondisi. Hingga kini, belum ada dokumen pencatatan resmi yang mengonfirmasi bahwa kesepakatan sudah selesai sepenuhnya atau bahwa seluruh saham yang dijanjikan telah diterbitkan.
Kondisi ini membuat investor semakin sulit menilai apakah valuasi yang sempat melonjak benar-benar berbasis transaksi yang final. Ketika kepastian dokumen tidak muncul, pasar biasanya merespons dengan kehati-hatian yang jauh lebih besar.
Kecurigaan terhadap Pola Perdagangan
Sejumlah pengamat pasar menilai rangkaian pergerakan saham Rich Sparkle menunjukkan pola yang patut dicermati. Lonjakan cepat, promosi besar, minimnya kejelasan dokumen, lalu keruntuhan nilai dalam waktu singkat sering dianggap sebagai ciri saham yang sangat rawan distorsi pasar.
Selain itu, konsep bisnis yang ditawarkan juga menuai skeptisisme. Rich Sparkle berencana mengembangkan avatar AI dari Khaby Lame untuk mengelola penawaran merek dan menjual produk di berbagai platform media sosial.
Perusahaan bahkan menetapkan target penjualan tahunan hingga USD 4 miliar atau sekitar Rp 64 triliun. Banyak pihak di industri menilai proyeksi itu terlalu agresif, terutama karena model bisnis yang mengandalkan figur media sosial dan teknologi avatar AI masih belum terbukti secara luas.
Posisi Khaby Lame Ikut Terseret
Lame sendiri belum memberi komentar publik sejak kesepakatan itu diumumkan. Ia juga disebut telah menghapus simbol saham Rich Sparkle dari bio media sosialnya dan tidak menanggapi permintaan komentar.
Situasi ini membuat sorotan terhadap dirinya semakin besar, meski kerugian utama justru terjadi pada level pasar dan valuasi perusahaan. Bagi investor, kasus ini menjadi pengingat bahwa transaksi yang dikemas besar tidak selalu berujung pada nilai yang stabil, apalagi jika kepastian hukum, prospek bisnis, dan eksekusi komersialnya belum jelas.
Keruntuhan saham Rich Sparkle kini menjadi contoh bagaimana euforia pasar bisa berubah drastis ketika ekspektasi tidak diikuti kejelasan transaksi dan performa bisnis yang nyata. Pada saat yang sama, nama besar Khaby Lame tetap berada di tengah sorotan karena kesepakatan yang sempat digadang-gadang mampu mengubah status kekayaannya justru berbalik menjadi sumber kerugian besar.









