Bank Mandiri menggelar aksi donor darah massal bertajuk Mandiri Donor Darah dengan target 2.800 pendonor di Jakarta dan lebih dari 10 kota serta kabupaten pada 14 hingga 19 April 2026. Program ini menjadi bagian dari komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan perseroan untuk mendukung ketersediaan stok darah nasional bersama Palang Merah Indonesia (PMI).
Kegiatan ini tidak hanya menyasar karyawan Bank Mandiri, tetapi juga membuka partisipasi masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan. Melalui langkah tersebut, Bank Mandiri ingin memperluas dampak sosial acara sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan terhadap sektor kesehatan publik.
Aksi sosial untuk dukung stok darah nasional
Bank Mandiri menempatkan program donor darah ini sebagai bagian dari semangat Melayani Sepenuh Hati dan tema Berbagi Kebaikan untuk Sesama. Perusahaan menilai kebutuhan darah nasional harus dijaga melalui kerja sama berkelanjutan antara dunia usaha, lembaga kesehatan, dan masyarakat.
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan inisiatif ini menjadi wujud nyata peran BUMN sebagai agen pembangunan yang responsif terhadap isu kemanusiaan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat peran Bank Mandiri sebagai bagian dari ekosistem sosial yang hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Adhika dalam keterangan resminya, Selasa (14/4).
700 pendonor di Menara Mandiri Jakarta
Dari total target 2.800 pendonor, kegiatan yang berlangsung di Menara Mandiri, Jakarta, melibatkan 700 pendonor. Jumlah tersebut menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta dan menjadi kontribusi awal bagi upaya penguatan stok darah nasional.
Pelaksanaan di Jakarta juga menjadi salah satu titik utama karena melibatkan partisipasi yang lebih luas dari lingkungan kerja dan masyarakat umum. Bank Mandiri menilai keterlibatan publik penting agar gerakan donor darah tidak hanya menjadi agenda internal perusahaan, tetapi juga gerakan sosial yang lebih inklusif.
Partisipasi dibuka untuk publik sekitar kantor operasional
Program Mandiri Donor Darah tidak dibatasi hanya untuk pegawai perusahaan atau Mandirian. Bank Mandiri membuka akses bagi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan agar manfaat program bisa dirasakan lebih luas dan mendorong kepedulian bersama terhadap kebutuhan darah.
Berikut cakupan utama kegiatan yang dijalankan:
- Menara Mandiri, Jakarta
- Lebih dari 10 kota dan kabupaten
- Periode kegiatan 14-19 April 2026
- Target total 2.800 pendonor
- Partisipasi terbuka bagi karyawan dan masyarakat sekitar
Proses pendaftaran dan pemeriksaan kesehatan
Untuk menjaga kelancaran kegiatan, Bank Mandiri menyediakan pendaftaran daring bagi calon pendonor. Setelah mendaftar, peserta menjalani verifikasi identitas dan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis sebelum dinyatakan layak mendonorkan darah.
Langkah ini penting agar proses donor berjalan aman, nyaman, dan sesuai standar medis. Bank Mandiri juga ingin memastikan setiap peserta berada dalam kondisi fisik prima sebelum mengikuti pengambilan darah.
TJSL Bank Mandiri diarahkan ke sektor kesehatan
Bank Mandiri menyebut program ini sebagai bagian dari agenda rutin tanggung jawab sosial dan lingkungan perseroan. Fokusnya selaras dengan pilar kesehatan dan penguatan kualitas hidup masyarakat, yang menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.
Perusahaan juga menegaskan bahwa program sosial semacam ini akan dilakukan secara berkala. Dengan pola yang berkelanjutan, Bank Mandiri berharap kontribusi yang diberikan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi terus mendukung ketahanan sektor kesehatan nasional.
Sinergi perusahaan, PMI, dan masyarakat
Kolaborasi dengan PMI menjadi elemen penting dalam pelaksanaan donor darah massal ini. Sinergi tersebut memperlihatkan bagaimana peran perusahaan, lembaga kesehatan, dan masyarakat bisa saling melengkapi untuk menjawab kebutuhan kemanusiaan yang mendesak.
Bank Mandiri menilai kerja sama semacam ini dapat memperkuat ekosistem sosial yang lebih tangguh. Di saat yang sama, kegiatan donor darah juga memberi ruang bagi publik untuk terlibat langsung dalam aksi sederhana yang berdampak besar bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah.
Baca selengkapnya di: finansial.bisnis.com